Antisipasi Penyebaran Covid 19

Khofifah Berlakukan Random Swab Check Bagi Pemudik

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat peluncuran mudik gratis Jakarta-Jatim.

BERITA INI DISUPORT OLEH BPBD JATIM

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada musim mudik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan koordinasi dengan seluruh lapisan daerah. Salah satu upayanya, yakni melakukan reaktivasi PPKM Mikro agar jika ada yang terkonfirmasi Covid-19 dapat segera tertangani.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya akan memberlakukan kegiatan random swab check di 23 rest area di Jatim selama masa mudik Lebaran tahun ini.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan seluruh lapisan daerah di Jatim, salh satunya untuk melakukan reaktivasi PPKM Mikro, agar jika ada yang terkonfirmasi Covid-19 saat dilakukan swab maka orang tersebut dapat segera tertangani di tempat pelayanan kesehatan terdekat,” jelasnya, Rabu (27/4/2022).

 

Dia mengatakan di Jatim juga terdapat sebanyak 169 pos keamanan (pospam) dan 49 pos pelayanan (posyan). Pos-pos tersebut juga akan menjadi bagian dari kegiatan random swab check.

“Saya rasa pola ini juga sudah terkonfirmasi kepada seluruh bupati/wali kota, Dandim dan Kapolres ke bawah agar meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan," ujarnya.

Khofifah juga meminta kepala daerah agar melakukan pengawasan protokol kesehatan di area wisata favorit serta memastikan setiap destinasi wisata menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk menjaga kapasitas kunjungan wisata.

“Ada 8 area yang sangat favorit di Jatim seperti Sarangan, Pacet Mojokerto, BTS (Bromo Tengger Semeru) dan kawasan Ijen dan lainnya. Kita minta pada bupati/walikota dan satgas Covid untuk menghitung kapasitas maksimal tempat wisata,” imbuhnya.

Sementara itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Pemprov Jatim (Forkopimda Jatim) menyiapkan 200 Posko Mudik Lebaran 2022. Lokasi posko itu tersebar di seluruh wilayah Jatim di 38 kabupaten/kota.

Jumlah pemudik meningkat khususnya di tahun 2022 kali ini, karena adanya aturan diperbolehkan mudik bagi yang sudah melaksanakan vaksinasi booster. Masa mudik lebaran ini berlaku selama 16 hari terhitung mulai H-7 sampai H+7 lebaran, atau tanggal 25 April sampai 10 Mei 2022.

"Tadi malam mulai ada pergerakan. Kemarin juga rakor lintas sektor. Ada Pangdam, Kapolda, ada Dandim dan Kapolres di dalamnya. Ada juga Bupati, Wali Kota, Dishub, Disparta, BPBD. Kami siapkan bersama 200 pos mudik," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur memaparkan mengenai 200 posko mudik tersebut terdiri dari pengamanan, pelayanan sekaligus pos terpadu. Di 32 lokasi dari 200 pos mudik berada di rest area jalan tol.

"Kami siapkan bersama tadi malam rakornya untuk pos pam, pos yan, pos terpadu total 200. Di dalam pos pengamanan pelayanan dan terpadu ada sekitar 32 rest area yang bisa digunakan para pemudik," rincinya.

Mengenai 32 pos mudik tersebut, Gubernur Jatim mengungkapkan bahwa juga disediakan layanan vaksinasi bagi yang belum mendapatkan vaksinasi booster. Pemudik juga bisa melakukan swab dan yang terkonfirmasi akan dilakukan upaya penanganan.

"Di rest area itu juga kami akan melakukan random cek swab bagi pemudik. Kalau terkonfirmasi ternyata ada gejala tertentu seperti batuk misalnya, atau gejala tertentu suhu tubuh maka dilayani di tempat layanan kesehatan terdekat," kata Khofifah.

Jika pemudik ditemukan memiliki gejala Covid-19 misalnya suhu tubuh tinggi, mengalami batuk dan flu dan mengarah ke positif Covid-19 maka akan langsung diarahkan ke puskesmas maupun pelayanan kesehatan terdekat. Jika mengalami gejala berat maka akan langsung dirujuk ke RS untuk tindakan lebih lanjut.

Di samping mengimbau untuk memanfaatkan Posko Mudik Lebaran 2022, Khofifah mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya dalam kegiatan sehari-hari. "Aktif melaporkan ke petugas jika memang ada kerabat atau tetangga terdekat ada yang pulang dari bepergian, lalu juga menerapkan disiplin protokol kesehatan. Tetap laksanakan juga 5M," kata Khofifah. arf