Korban Keracunan di Nganjuk Bertambah, Sampel Diuji BPOM

Beberapa warga yang menjadi korban keracunan massal saat dirawat di RSUD Kertosono

SURABAYAPAGI.COM, Nganjuk - Dinas kesehatan Nganjuk mengambil sampel makanan hajatan yang diduga menyebabkan puluhan warga Desa Banaran keracunan. Petugas dari Dinas kesehatan akan memastikan kandungan apa saja yang terdapat di dalam makanan tersebut yang menyebabkan puluhan warga keracunan.

"Sample sudah kami kirim BPOM untuk dilakukan pengecekan," ujar Kepala Puskesmas Kertosono, Suryanto, saat dikonfirmasi, Rabu (27/10/2021).

Sampel makanan yang diambil, kata Suryanto, di antaranya bakso, ayam kecap, dan kerupuk gelatin. Untuk hasilnya, lanjut Suryanto, masih menunggu pihak BPOM.

"Ada sampel di antaranya bakso, ayam kecap, kerupuk gelatin. Hasil analisa kewenangannya BPOM," kata Suryanto.

Suryanto mengatakan sebelumnya para korban yang diduga keracunan mengalami dehidrasi karena diare dan muntah. "Awalnya memang dehidrasi karena muntah dan diare,” ujarnya.

Kasus keracunan massal ini diketahui saat 18 warga Desa Banaran dilarikan ke RSUD Kertosono karena mengalami mual, muntah, dan diare. Bahkan ada 1 warga yang meninggal diduga keracunan yakni seorang perempuan berusia 61 tahun.

Tak sampai disitu, korban keracunan massal terus bertambah. Kini telah mencapai 60 orang.

Korban tersebar dan menjalani perawatan di RSUD Kertosono, Puskesmas Kertosono, Klinik kesehatan Pabrik Gula PG Lestari, dan klinik kesehatan Nafira. Keseluruhan pasien korban keracunan mengeluhkan gejala yang sama yakni muntah dan diare hingga mengalami dehidrasi.

"Total yang masuk Dinkes 60 orang (korban keracunan). Gejala mual muntah dan dehidrasi. Kita sebatas mendata dan penyelidikan penyebabnya ya detailnya ke Kadinkes," ujar Fitri salah satu petugas Dinkes kepada wartawan saat memintai keterangan pasien di RSUD Kertosono Rabu (27/10/2021).

Fitri mengatakan pendataan dari 60 an korban keracunan itu baik rawat inap dan rawat jalan. "Pendataan mulai Selasa kemarin pagi sampai sekarang yang dilaporkan 60 an (korban keracunan). Ada rawat inap dan rawat jalan," kata Fitri.

Dokter jaga RSUD Kertosono, dr Mamluatul Karimah, mengatakan hingga siang ini masih ada 14 pasien korban keracunan dalam perawatan. Dari 14 pasien, dua di antaranya adalah anak-anak.

"Masih ada 14 pasien dan dua di antaranya anak- anak dengan keluhan mual, muntah, diare. Tapi ini kondisinya mulai membaik setelah sebelumnya sempat ada yang parah," ujar dr Mamluatul.