Lantik Pengurus Baru, BMI Jatim Dukung AHY Pada Pilpres 2024

SurabayaPagi, Surabaya - DPP Bintang Muda Indonesia (BMI) Partai Demokrat menggelar pelantikan pengurus DPD BMI Jatim baru di Hotel Luminor, Surabaya, Sabtu (31/10/2020). Kehadiran BMI merupakan upaya partai membentangkan sayap memenangkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada pilpres 2024 mendatang. 
 
Wasekjen Partai Demokrat Renanda Bachtar, hadir mewakili AHY bersama Ketua Umum DPP BMI Farkhan Evendi di acara pelantikan dan deklarasi tersebut.
 
Kehadiran BMI sebagai sendiri sebagai bagian strategi Partai Demokrat dalam mengembangkan sayap serta memperluas dukungan konstituen. 
 
"Tentu kita semua fokus bagaimana memenangkan AHY," terang Renanda.
 
Namun ia menyadari bahwa hal itu membutuhkan perjuangan. Karena angka pemilih milenial cukup besar dan seluruh partai tengah berebut mendulang ceruk suara dari segmen tersebut. 
 
"Sehingga katakanlah siapa saja yang bisa merangkul generasi muda tentu punya kesempatan lebih baik untuk menang," ujarnya. 
 
Lebih lanjut Renanda mengungkapkan, pasca pelantikan sesuai AD/ART dan peraturan organisasi, BMI mulai mendirikan keporosan partai membentuk pengurus struktural mulai tingkat kecamatan bahkan kelurahan. 
 
"Setelah ini BMI Jatim segera berkonsolidasi," tandasnya. 
 
Selain itu, BMI Jatim diharapkan menjadi sumber daya dalam melaksanakan  program-program nyata menyentuh masyarakat seperti saat pandemi ini. 
 
BMI Barometer Kaderisasi
 
Pasca pelantikan, Renanda mengingatkan agar BMI tetap harus berpegang teguh pada satu komando.  BMI Jatim sendiri mempunyai tugas untuk membentuk DPD di kabupaten/kota yang ada di Jatim.
 
"Harapan saya nantinya ke depan maksimal pertengahan 2021, seluruh kabupaten/kota di Jatim sudah terbentuk struktur BMI di DPC masing-masing," terang Renanda. 
 
Senada, Ketua DPD BMI Jatim, Ahmad Syahroni mengatakan jika BMI bukan sekedar ujung tombak partai namun BMI harus betul-betul menjadi rumah bersama.
 
"Sehingga BMI juga berfungsi sebagai sebuah kawah candradimuka dan BMI bukan hanya pendulang suara," terangnya. 
 
Ia berharap BMI menjadi barometer kaderisasi Partai Demokrat. Sebab, sebagai sayap partai, BMI Jatim masih memiliki tantangan pasca pelantikan.
 
Salah satunya membentuk DPC di kabupaten/kota yang ada di Jatim. Ia menargetkan maksimal pada pertengahan 2021 BMI sudah berdiri di 38 daerah. 
 
"Saat ini masih di 31 kabupaten/kota. Harapan saya nantinya ke depan maksimal pertengahan 2021, seluruh kabupaten/kota di Jatim sudah terbentuk struktur BMI di DPC masing-masing," imbuhnya. 
 
Seluruh upaya tersebut tak lain adalah mempersiapkan kemenangan AHY 2024 mendatang. 
 
"BMI dibentuk untuk AHY 2024. Jadi kita berusaha untuk merebut simpati dari rakyat agar bisa memilih AHY," ujarnya. 
 
Sementara itu, Ketua Umum DPP BMI Jatim, Farkhan Evendi, mengungkapkan kebanggaan tersendiri karena BMI berdiri di tanah kelahirannya, Kota Surabaya. 
 
"Bangga mendirikan BMI di kampung saya sendiri," ucapnya. 
 
Di samping pengkaderan ia berharap kehadiran BMI menjadi pelecut dan penyumbang energi untuk kejayaan Partai Demokrat mendatang. 
 
"BMI harus mengutamakan pengkaderan karena tanpa pengkaderan kita tidak memiliki motor ideologis. Nilai-nilai Demokrat harus ditanamkan. Figur Demokrat harus diceritakan, yaitu SBY. Karakter ini harus ditanamkan di semua kader. 
 
Pelantikan dan deklarasi BMI Jatim ini merupakan ke-7 secara marathon pasca pembentukan struktur organisasi di 33 provinsi.