Pasien Covid-19 di RSLI Berkurang, 146 Bed Kosong

Angka kesembuhan pasien covid-19 di RSLI mencapai 99%. SP/SAMMY MANTOLAS

SURABAYAPAGI,Surabaya - Tingkat kesembuhan (recovery rate) pasien covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) terbilang cukup tinggi. Dari 7.138 pasien yang terkonfirmasi positif, kurang lebih sekitar 6.841 pasien yang dikatakan sembuh.

Tingkat kesembuhan yang mencapai 99% ini berimplikasi pada banyaknya tempat tidur (bed) di RSLI yang tidak terisi pasien.

Penanggungjawab RSLI, Laksamana Pertama dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, SP. B, Sp. BTKV (K) menyampaikan, dari 399 bed yang tersedia di RSLI hanya diisi oleh 53 pasien. 

"Kita masih sangat landai, yang terisi sekitar 13% bahkan kemarin 10%," kata dr. I Dewa Gede Nalendra   dalam gelaran tasyakuran di RSLI bersama media, Kamis (08/04/2021).

Faktor lain berkurangnya pasien covid-19 kata dr. Nalendra, disebabkan karena tingginya kesadaran masyarakat khususnya di Surabaya akan pentingnya protokol kesehatan.

Kendati begitu, ia terus mengingatkan agar para relawan RSLI dan tim medis tetap menjaga performa karena dimungkinkan terjadi lonjakan pasien pasca bulan Ramadhan.

"Jangan puas dengan apa yang ada sekarang, tetap siap siaga (karena) libur panjang hari raya akan segera tiba. Masyarakat juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Kuncinya ada pada masyarakat," katanya

Sinergitas dengan seluruh stakeholders baik BNPB, Dinkes Jatim, TNI dan Polri serta seluruh tenaga medis beserta relawan harus tetap terjaga. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan persoalan covid-19.

"Harapannya kerjasama ini terus terjaga, tim satgas di lapangan mensosialisasikan pentingnya prokes, tenaga medis dengan penuh semangat dan jiwa rela berkorban berupaya menyembuhkan pasien," katanya

Sementara itu, ketua relawan pendamping Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (PPKPC-RSLI) Radian Jadid mengingatkan untuk menghilangkan stigma bagi para penyitas covid-19.

Menurutnya, para penyitas covid-19 bukanlah momok yang harus dihindari oleh masyarakat. Seharusnya masyarakat, merangkul para penyitas covid-19 dan menerima merima mereka tatkala dinyatakan sembuh.

"Hapus stigma negatif para penyintas, mereka adalah aset bangsa yang bisa mendonorkan plasma darahnya untuk penyembuhan penderita covid-19 serta dapat menjadi garda terdepan sosialisasi dan pemahaman yang benar tentang covid-19," kata Radian Jadid. sem