Penguatan Kapasitas Penghayat Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Kegiatan Fasilitasi Tim Pakem 2020 di salah satu resto di Kota Pasuruan, Rabu (21/10).

 

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Upaya pemerintah Kota Pasuruan untuk membangun harmonisasi masyarakatnya semakin diperdalam. 

Diantaranya, dengan menggelar kegiatan Fasilitasi Tim Pakem 2020, Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran keagamaan Dalam Masyarakat, oleh Badan Keselamatan Bangsa-Politik (Bakesbangpol) Kota Pasuruan, dengan tema, 'Penguatan Kapasitas Penghayat Terhadap Tuhan Yang Maha Esa', di salah satu resto di Kota Pasuruan, Rabu (21/10). 

Sejumlah warga paguyuban Kaweruh Batin Tulis Tanpo Papan Kasunyatan (KBTTPK) cabang Pasuruan-1 hadir dan  mendapatkan pencerahan hukum dan budaya dari narasumber. 

Acara dibuka oleh Pj. Sekda Kota Pasuruan, Anom Surahno. Dalam pidato sambutannya Anom mengatakan, Indonesia negara yang unik dengan jumlah 11.000 an pulau hanya 2000 an pulau yang diberi nama. Ada 3000 etnik, dari 3000 suku itu hanya seribu satu bahasa yang dikenali. "Ada sekitar 1340 suku,  hanya 714 suku yang teridentifikasi. Di Jawa Timur misalnya, ada 14 suku yang sudah  teridentifikasi, " terangnya. 

Inilah keragaman Indonesia. Perbedaan sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Tuhan menciptakan manusia dengan sidik jari, retina mata dan monologi gigi yang tidak sama. Artinya, individu manusia saja sudah berbeda. Oleh sebab itu sebagai bangsa Indonesia, sudah tidak mengenal suku yang banyak dan bahasa yang beragam, namun kita satu bangsa Indonesia dan satu bahasa Indonesia. "Melalui Pakem ini semoga bisa membawa Kota Pasuruan menjadi aman dan damai, " Ucap Anom. 

Kepala Kejaksaan Kota Pasuruan, Dr. Mariadi Idam Khalid SH. MH., sebagai nara sumber menuturkan, pemerintah menjamin dan melindungi masyarakat dalam menjalankan keagamaan dan kepercayaan yang dianutnya. Untuk itu pemerintah melaksanakan monitoring dan pengawasan pada setiap kegiatan keagamaan dan kepercayaan melalui tim Pakem. 

Tim Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan dan  Aliran keagamaan Dalam Masyarakat) diketuai oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) beranggotakan dari unsur Kepolisian, Pemerintah, Kodim dan unsur Kemenag. "Tim Pakem mengawasi, namun tidak mencampuri. Ini hak masyarakat hakiki yang harus dilindungi. khususnya kegiatan yang berkaitan dengan Ketuhanan, " kata Maraidi. 

Agus Hariyanto dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, juga seorang penulis budaya masyarakat Pasuruan, membeberkan tentang  Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dari sudut pandang budaya. Menurutnya, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah warisan luhur budaya bangsa. 

"Manusia dalam Pencarian Tuhan, berkaitan dengan asal usul atau sejarah diri hingga kembalinya  kepada sumber hidup yaitu Tuhan Yang Maha Esa (Sangkan Paraning Dumadi)," papar Agus.