Tuntut Kepastian Pilkades, Massa Gelar Demo

Ratusan massa dari asosiasi pemerintahan desa (Apdesi) cabang Probolinggo menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Probolinggo.

SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Tahapan pilkades di Probolinggo hingga kini masih belum ada kepastian akan digelar atau tidak. Hal tersebut berakibat orasi massa di depan kantor Bupati Probolinggo.

Ratusan massa dari Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) cabang Probolinggo menggelar unjuk rasa menuntut segera disahkannya tahapan pilkades yang direncanakan akan digelar pada 17 Februari 2022 mendatang.

Sempat terjadi ketegangan saat massa berusaha menguasai jalan di depan Kantor Pemkab Probolinggo dengan memarkirkan kendaraan di tengah jalan. Namun akhirnya massa mengalah dan memarkir kendaraannya di area Alun-Alun Probolinggo.

Dalam orasinya, massa menuntut agar tahapan Pilkades segera disahkan dan mulai dijalankan. Pilkades serentak di 253 desa di Probolinggo seharusnya digelar pada Desember tahun ini. Namun diundur pada Februari tahun depan karena alasan pandemi COVID- 19.

Parahnya lagi oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminudin jabatan Pj Kades dijual belikan dan pada akhirnya mereka ditangkap tangan oleh KPK.

Massa hanya ditemui Asisten Administrasi Pemerintahan Dan Kesra Pemkab Probolinggo Heri Sulistyanto. Sementara Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko tidak bisa menemui karena hari ini masuk dalam daftar orang yang diperiksa KPK di Mapolres Probolinggo Kota.

Usai OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati Probolinggo dan suaminya Hasan Aminuddin, Apdesi kesulitan berkomunikasi dengan pejabat dan pihak Pemkab Probolinggo, sehingga terjadi aksi unjuk rasa ini.

"Sulit komunikasi dengan pihak dan pejabat Pemkab Probolinggo, usai Bupati Probolinggo dan suaminya Hasan Aminudin ditangkap KPK, untuk membahas Pilkades. Jadi anggota Apdesi sepakat gelar aksi demo untuk minta disahkan tahapan Pilkades" ujar Hasanuddin, Korlap aksi yang juga Kades Penambangan kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Setelah melakukan mediasi dan negosiasi, pihak Pemkab Probolinggo sepakat akan menggelar Pilkades tetap tanggal 17 Februari 2022 tahun depan.

"Kita melakukan mediasi dan sepakat pihak Pemkab Probolinggo dan Apdesi menggelar Pilkades pada 17 Februari 2021 tahun depan," kata Heri.

Jalannya unjuk rasa dijaga ketat ratusan anggota dari Polres Probolinggo. Aksi ini membuat jalur pantura Probolinggo menuju Situbondo sempat mengalami lumpuh beberapa jam, hingga akhirnya massa membubarkan diri secara tertib.