Volume Pejalan di Jembatan Suramadu Menurun

Satpol PP Kota Surabaya terus melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu, hingga Kamis (10/6/2021). SP/Alqomar

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mulai Kamis (10/6/2021) siang, kondisi di jalur penghubung Bangkalan-Surabaya di Jjembatan Suramadu volumenya sudah menurun. Sebanyak 71 pasien covid-19 dari klaster Bangkalan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya hingga Kamis (10/6/2021) .

Para pasien yang dirujuk ini kebanyakan adalah pasien yang terjaring hasil Swab di akses Jembatan Suramadu. "Total sudah ada 229 pasien covid di sini," kata Ketua Relawan RSLI Radian Jadid, sore kemarin.

Jumlah pasien ini terus merangkak naik. Padahal Rabu masih 212 pasien. Sementara kapasitas bed di RS khusus corona ini tersedia 399 bed. Artinya, ketersediaan bed masih mencukupi.

Meski demikian dengan jumlah pasien sudah mencapai 229 pasien ini tergolong meningkat tajam.

Peningkatan ini berkaitan dengan klaster Bangkalan. Dari 229 pasien tersebut, sebanyak 71 adalah pasien asal klaster Bangkalan. Selebihnya, 86 pasien yang dirawat merupakan pasien pasca Perjalanan Luar Negeri atau kebanyakan pekerja migran Indonesia. Sisanya 72 pasien merupakan pasien mandiri.

Sementara, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hingga Kamis kemarin terus melakukan pemantauan langsung di lokasi penyekatan di Suramadu.

Wali Kota Eri mengatakan bahwa sejak dilakukan penyekatan dan rapid antigen pada Sabtu- Kamis ini, setidaknya sudah ada 13.735 pengendara yang dites rapid antigen. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 13.496 yang hasilnya negatif, dan 239 yang hasilnya positif.

“Sampai dengan pukul 12.00 WIB, yang sudah di tes Swab PCR sebanyak 574 orang, 441 diantaranya negatif dan 120 diantaranya positif. Terus masih ada 13 tes yang hasilnya belum keluar,” kata Wali Kota Eri.

Menurut Wali Kota Eri, bagi warga yang hasil tes swab PCR-nya positif, akan langsung dibawa ke rumah sakit penyangga sesuai arahan dari Gubernur Jawa Timur. Kemudian bagi yang masih menunggu hasil tes PCR-nya, sementara diarahkan ke Asrama Haji. 

“Rumah sakit penyangga sesuai arahan Bu Gubernur seperti ke Rumah Sakit Dr. Soetomo dan beberapa rumah sakit lainnya,” tegasnya.

 

Swab Massal

Selain melakukan penyekatan di Suramadu atau di pintu masuk Surabaya, Wali Kota Eri juga memastikan saat ini pihaknya tengah fokus melakukan antisipasi di dalam kota. Sebab, dia tidak ingin ada peningkatan kasus di dalam kota. “Swab massal dan Swab Hunter di dalam kota terus kita lakukan, baik di permukiman warga dan keramaian masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan kepada warga yang melakukan mobilitas di beberapa minggu terakhir ini. Hal ini dilakukan untuk deteksi dini sebaran Covid-19 di Surabaya. “Kalau ada warga Madura yang berkunjung ke Surabaya dan sebaliknya, kita lakukan tracing dan juga tes, termasuk tesnya itu ke pasar-pasar,” kata dia.

Sedangkan, kondisi hari ketiga di akses Jembatan Suramadu yakni di Desa Petapan, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, jumlah warga yang melintas sudah mulai turun. Hal ini diungkapkan Kepala Pengendali Pos Penyekatan, Iptu Sys Eko Purnomo.

Dari pukul 07.00 - 19.00 WIB, rapid test antigen telah dilakukan terhadap 1.009 pengendara.

Hasilnya 13 orang dinyatakan reaktif dan langsung dilakukan Swab PCR sebelum dibawa ke salah satu rumah sakit penyangga di Surabaya.

Sys menjelaskan, terjadi penurunan volume kendaraan di hari ketiga kegiatan penyekatan di akses Suramadu sisi Madura. Hal itu dikarenakan, masyarakat mulai berpikir dengan kesadarannya sendiri bahwa pentingnya penerapan secara ketat protokol kesehatan. alq/sem/cr3/rmc