Kondisi Jembatan Brawijaya yang belum bisa dimanfaatkan dan masih mangkrak terbengkalai

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sejumlah aktivis Kota Kediri terus mengikuti perkembangan sidang kasus korupsi Jembatan Brawijaya, Kota Kediri. Pasalnya, selain tiga orang yang sudah menjadi tersangka, aktivis Kota Kediri menilai jika dalang dibalik korupsi tersebut belum terungkap.

Mahbuba, SH. Aktivis Indonesia Justice Society (IJS) Kediri mengatakan, seluruh aktor kasus korupsi Jembatan Brawijaya Kota Kediri yang menelan kerugian negara sebesar Rp 14,5 miliar ini harus jadi tersangka. Sebab, akibat para oknum ini di Kota Kediri terdapat bangunan mangkrak yang justru tidak bisa dimanfaatkan.

"Kita apresiasi pada aparat hukum yang saat ini sudah melalui proses sidang dan saat ini proses tersebut sedang berjalan. Namun kalau proses ini tidak sesuai ekspektasi dari teman-teman IJS, maka kita akan terus mengawal kasus ini," ujar pria yang juga menjadi Praktisi Hukum di Kantor MAS Law Office di Ruko Brawijaya Kota Kediri, Jumat (30/3/2018).

Mahbuba juga berharap, aparat hukum dapat mengungkap semua para pelaku yang terlibat korupsi tersebut. Ia menduga banyak orang yang terlibat dalam kasus korupsi mega proyek dan tidak hanya tiga tersangka.

Menurutnya, terdapat aktor intelektual dalam kasus tersebut yang juga harus dijerat. Salah satunya seperti mantan Walikota Kediri, Samsul Ashar yang ada dugaan juga ikut serta dalam kasus itu. Bahkan, Tjahjo Widjaya alias Ayong, bos PT Surya Graha Semesta (SGS) juga berpengaruh sebagai dalang proses pemenangan lelang kasus korupsi ini.

"Kalau memang dimungkinkan dari proses peradilan serta dari keterangan saksi yang mengarah ke mantan Walikota dan kalau memang alat buktinya sudah mencukupi maka seharusnya bisa menjadi tersangka," tegas pria yang dulu menjadi pelapor kasus korupsi Jembatan Brawijaya Kota Kediri.

Sementara itu, kondisi Jembatan Brawijaya masih terbengkalai tak terurus. Banyak besi-besi yang terpasang di beton grider juga sudah berkarat. Pasca bertahun-tahun mangkrak, kini lokasi jembatan tersebut sering digunakan oleh warga sebagai ajang berfoto selfi.

Diketahui, dari hasil perhitungan dari ITB dugaan kerugian negara atas kasus Jembatan Brawijaya sebesar Rp 14,5 miliar. Jumlah kerugian tersebut paling banyak ditemukan pada pengadaan beton girder. Total kerugian dari pengadaan itu bahkan mencapai sebesar Rp 12 miliar. Can