Ilustrasi

SURABAYAPAGI.com - Masih dalam suasana gajian, jika punya dana lebih sebaiknya Anda segera melakukan pemesanan di hotel luar angkasa yang dioperasikan oleh Orion Span sebelum kehabisan tempat.

Hotel bernama Aurora Station itu saat ini memang belum beroperasi, namun pemesanan kamarnya sudah mulai dibuka untuk umum.

Walau terkesan tak masuk akal, namun Orion Span sangat serius menggarap pasar wisata dan properti luar angkasanya.

Paket menginap yang ditawarkan untuk empat orang. Sekali berangkat, tamu akan ditemani oleh dua orang kru pesawat luar angkasa.

Perjalanannya yang ditempuh selama 12 hari dengan jarak 321 ribuan kilometer dari bumi.

Sesampainya di stasiun luar angkasa milik Orion Span, tamu bisa melakukan aktivitas layaknya astronot seperti melayang di tengah langit sampai menanam tumbuhan untuk dipanen.

Selama berada di dalam "hotel", tamu sekaligus bisa menikmati segala macam fenomena alam.

Tak hanya belasan momen matahari terbit dan terbenam, momen Cahaya Utara juga bisa dengan mudah disaksikan selama 24 jam.

Terdengar sederhana, namun paket menginap di Aurora Station diganjar dengan harga yang tak murah, yakni seharga US$9,2 juta (sekitar Rp126 miliar) per orang.

Harga tersebut belum termasuk biaya deposit dan pendaftaran seharga US$80 ribu (sekitar Rp1,1 miliar) per orang.

Orion Span berencana untuk mulai menerbangkan tamunya ke luar angkasa pada akhir tahun 2022.

Bos Orion Span, Frank Bunger mengatakan kalau harga yang ditawarkan hotel jauh lebih murah ketimbang "hotel sebelah", atau yang dimaksudnya dengan Bigelow Space Operations milik milyuner Robert Bigelow.

"Kami membangun Aurora Station agar semakin banyak orang yang merasakan penjelajahan ke luar angkasa," kata Burger, seperti yang dikutip dari Travel and Leisure pada Senin (9/4).

Selain mengoperasikan hotel, Orion Span juga akan membuka lahan di langit untuk apartemen dan laboratorium luar angkasa, sebuah ide yang memang sangat di luar nalar jika dipikirkan pada saat ini.