Gubernur Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arief Rahman berangkat menggunakan heli dari Polda Jatim.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gempa berkekuatan 6,4 SR yang berpusat di perairan Situbondo hingga pulau Sapudi, Sumenep mengakibatkan puluhan rumah rusak dan korban jiwa.

Untuk itu, Gubernur Soekarwo langsung meninjau lokasi pasca gempa di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura. Soekarwo didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman.

Menggunakan helikopter, rombongan Forkopimda berangkat pukul 09.35 WIB dari Mapolda Jatim.

Sebelum berangkat, Pakdhe Karwo sapaan akrabnya mengatakan dirinya melakukan langkah ini guna memberi rasa aman pada masyarakat korban gempa. Jadi tak hanya memberikan bantuan bagi rumah-rumah yang rusak atau santunan bagi korban meninggal. Namun kehadirannya akan membawa manfaat bagi masyarakat.

"Terus yang meninggal kita berikan santunan, tapi lebih daripada itu, dengan beliau-beliau (Forkopimda) akan membikin rasa tenang kepada masyarakat," kata Pakdhe Karwo sesaat sebelum berangkat ke Pulau Sapudi, Kamis (11/10/2018).

Pakdhe Karwo juga berkomitmen pemerintah akan hadir untuk menyelesaikan permasalahan usai bencana secepatnya. "Jika pemerintah hadir di dalam itu untuk menyelesaikan permasalahan disana secepat-cepatnya," katanya.

Menurutnya, meski titik gempa berada di Situbondo, namun sedikitnya ada 26 rumah yang rusak di sana. "Data yang terparah ada di Sapudi, ada 25 rumah (rusak)," katanya.

Pakdhe Karwo mengatakan sejak pukul 04.00 WIB pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berada di lokasi. Bahkan, pada pukul 05.00 WIB, pihaknya telah mengirim logistik. Tak hanya itu, dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan camat setempat.

Kabar terakhir saat Kapolda, Pangdam dan Gubernur saat meninjau langsung mengunjungi pulau sapudi di lokasi korban luka total 26 orang dan pada umumnya di kepala dan yang patah tulang 1 orang sedangkan rumah yang rusak ada 36 rumah di Desa Prambanan.

Sebelumnya, Pakdhe Karwo menyebutkan telah berkoordinasi dengan camat setempat untuk mendata korban luka, meninggal hingga rumah-rumah yang rusak.

Nantinya, dia juga akan memberikan santunan awal pada korban meninggal sebesar Rp 5 juta. nt