Kedua terdakwa menjalani sidang di PN Surabaya, kemarin. Foto: SP/BUDI

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Staf Accounting, Rolly Mauly Artha Tambunan dan Agnes Sulung Indah Lutfitasari bagian Administrasi Pajak PT Adhikarisma Putrapatama duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya. Keduanya didakwa pasal penggelapan dalam jabatan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Jaksa Deddy Arisandi saat membacakan dakwaan mengatakan jika terdakwa Rolly Mauly Artha Tambunan dan Agnes Sulung Indah Lutfitasari telah menggunakan uang pembayaran tagihan supplier milik PT Adhikarisma Putrapratama (AP), senilai Rp 511 juta, tanpa sepengetahuan dan seizin saksi Dwi Ruly Ahda selaku Dirut PT AP.

"Uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi dengan cara Mark Up harga pada nota tagihan dan membuat nota tagihan yang sama" ujar Deddy Arisandi saat membacakan dakwaan di ruang sidang Garuda I PN Surabaya, yang dipimpin Ketua Majjlis Pujo Saksono.

Setelah berhasil melakukan Mark Up, lanjut Deddy, terdakwa Rolly Mauly lantas merubah nomor dan nama rekening supplier pada Bilyet Giro (BG) dengan nama dan nomor rekening milik terdakwa.

Untuk melancarkan aksinya tersebut terdakwa dibantu oleh Agnes Sulung Indah Lutfitasari yang bertugas memalsukan tanda tangan saksi Dwi Ruly Ahda yang notabene Dirut PT AP.

"Atas perbuatan terdakwa diatas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP Tentang Penggelapan Dalam Jabatan" tukas Deddy

Pada dakwaan JPU dirincikan bahwa Rp 511 juta dipergunakan oleh terdakwa untuk membayar tagihan kartu kredit serta transfer ke adik kandung terdakwa yaitu Linda Belina Tambunan Rp33 juta dan diberikan kepada terdakwa Agnes Sulung Indah Lutfitasari Rp90 juta.

Setelah perbuatan kedua terdakwa diketahui oleh saksi Dwi Ruly selaku direktur di PT. AP selanjutnya terdakwa mengembalikan uang senilai Rp 132 juta sehingga sisa kerugian PT AP sejumlah Rp 378 juta. nbd