Ketua Pansus, Wiko Winarno politisi Partai Gerindra.

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Hasil pembahasan Pansus DPRD Kota Kediri terkait evaluasi kinerja PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Kediri molor. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri dan pengawas PD.BPR belum bisa menunjukan surat peringatan yang ditujukan ke PD. BPR kepada kalangan dewan.

Diketahui kondisi PD. BPR Kota Kediri saat ini sedang dalam keadaan tidak sehat. Angka Non Permofing Loan (NPL) atau kredit bermasalah yang tinggi di bank milik pemerintah daerah itu membuat kalangan dewan harus melakukan evaluasi kinerja.

Pansus dilakukan antara DPRD Kota Kediri bersama Bagian Perekonomian Pemkot Kediri sebagai pengawas, OJK Kediri dan manajemen PD. BPR Kota Kediri. Pansus tersebut diharapakan dapat memunculkan rekomendasi agar kondisi PD. BPR Kota Kediri kembali sehat.

Ketua Pansus evaluasi kinerja PD. BPR Kota Kediri, Wiko Winarno mengatakan, rapat Pansus yang digelar di Solo beberapa waktu lalu harus diperpanjang karena ada sejumlah lampiran yang masih belum bisa ditunjukan oleh instansi terkait. "Surat dari OJK yang diperuntukan PD. BPR Kota Kediri itu kita belum menerima. Kita juga ingin tahu apa isi suratnya. Saat kita minta ternyata belum siap," ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (11/3/2019).

Wiko menambahkan, selain bukti surat OJK, ada beberapa point lagi yang diminta DPRD Kota Kediri kepada pengawas PD. BPR Kota Kediri. Sayangnya beberapa permintaan itu juga belum bisa ditunjukan. "Beberapa permintaan yang lain juga belum bisa menunjukan, hingga akhirnya Pansus harus kita perpanjang, kita tunggu hinga semuanya siap," imbuh pria dari politisi Partai Gerindra.

Lanjut Wiko, Pansus kedua akan dilakukan kembali secepatnya. Pansus tersebut juga akan melibatkan kembali pihak PD. BPR, Bagian Perekonomian sebagau pengawas, Ojk dan manajemen PD. BPR Kota Kediri. Saat ini pembahasan jadwal Pansus lanjutan masih masuk dalam Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Kediri.

Kendati harus dilakukan Pansus kedua, Pansus kemarin juga menghasilkan rekomendasi yakni PD. BPR harus memperbaiki manajemen dan SDM.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur PD. BPR Kota Kediri, Sugianto menjelaskan sejauh ini sudah melakukan upaya dalam menurunkan NPL pada PD. BPR. Salah satunya seperti upaya kekeluargaan pada tiap nasabah yang memiliki tunggakan piutang sebelum dilakukan lelang.

"Upaya memperbaiki sudah kita lakukan. Dalam dua bulan ini upaya kekeluargaan jika tidak bisa kita capai maka akan kita lakukan lelang jaminan. Ini merupakan langkah terakhir," ucapnya usai hearing bersama Komisi B DPRD Kota Kediri.

Saat ditanya berapa target turunnya NPL di PD. BPR Kota Kediri? Sugianto menegaskan pihaknya belum bisa memastikan. Namun, jika melihat programnya tahun ini, ia memprediksi NPL PD. BPR Kota Kediri bisa turun sekitar 6%. "Perkiraannya untuk satu semester ini NPL kita bisa turun menjadi 39%. Sebab menurunkan prosentase NPL ini tidak bisa hanya piutang saja yang turun tapi harus seimbang dengan naiknya pinjaman kredit," tuturnya. Can