Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dan Agrowisata di Desa Besur Kecamatan Sekaran ini semakin hari ramai para wisatawan dan pihak instansi pemerintahan. FOTO:SP/IST

SURABAYA PAGI, Lamongan – Bantuan Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat ke desa-desa hingga miliaran belakangan ini, sangat membantu menumbuh kembangkan roda perekonomian dan pembangunan di tingkat desa.

Bahkan di Lamongan tidak sedikit desa berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi, sampai inovasinya bisa mendatangkan pendapatan bagi desa. Karena inovasinya itu, ada 10 desa yang inovasinya sampai menasional dan dibuat jujugkan oleh daerah lain untuk melakukan studi banding.

"Kita mencatat ada 10 desa di Lamongan yang inovasinya diakui mampu mencatat multy player effek, bahkan sudah menasional,"kata Iskandar Koordinator Pendamping Ahli (TA) dan Pendamping Desa (PD) Lamongan, saat melakukan rakor di Bapemas.

Ke 10 desa yang mampu menciptakan inovasi itu kata Iskandar diantaranya, Produk pertanian Lombok Sundari, dan sekolah kecil pertanian keduanya di Desa Lembor Kec Brondong. Penggelolahan Air Bersih di desa Laren dengan sisten android, budidaya buah tin dan olahanya di Desa Godog Kecamatan Laren.

Ada lagi Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dan wisata di Desa Besur Kecamatan Sekaran, Pengembangan Desa Wisata Gunung Ratu Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang, dan SAB Gravitasi di Desa Wonorejo Sambeng.

Tiga lainnya kata Iskandar adalah pemanfaatan teh daun kelor di Desa Gondang Lor Kecamatan Sugio, dan Smart City melalui Perpustakaan Desa Butungan Kalitengah, serta Bukit Telaga dan Gua (Bulaga) di Desa Pucakwangi Kecamatan Babat. "Yang inovatif sudah kita usulkan ke pusat,” katanya.

Lebih lanjut Iskandar menjelaskan, desa-desa itu telah berhasil dalam menjalankan tugasnya untuk mereplikasi berbagai inovasi dari luar Lamongan atau desa di Lamongan.

Dari PID sambung Iskandar, desa menyediakan anggaran dari dana desa dengan “Mereplikasi inovasi dari Bursa Inovasi Desa" untuk meningkatkan kualitas dana desa. “Jadi tidak hanya terfokus pada infrastruktur desa saja, tapi pengembangan SDM, ekonomi dan sumber daya lainnya,” ujarnya.

Ke depan, ditambahkan Iskandar, di fasilitasi pendamping, bersama PD-PLD sama TPID, desa-desa terbuka lagi dalam menyusun perencanaan desa lebih Inovatif.

“Dan mau keluar dari zona nyaman dengan berspekulasi yang terencana,” katanya usai menggelar Rapat Inovasi Desa oleh Pendamping Desa (PD) dan Tenaga Ahli (TA) se Kabupaten Lamongan. jir