56 Persen Pengangguran Orang Berpendidikan Tinggi

Menteri Ketenagakerjaan (Kemnaker) Ida Fauziyah

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Kemnaker) Ida Fauziyah menyayangkan angka pengangguran di Indonesia. Pasalnya, pengangguran di Indonesia didominasi oleh orang-orang dengan berpendidikan tinggi.

Ia mengungkapkan, 56 persen yang bekerja adalah orang-orang berpendidikan SMP ke bawah.

“Sementara, mereka yang nganggur, ini kebalikannya justru pendidikan yang lebih tinggi, SMK, perguruan tinggi dan Diploma. Yang bekerja pendidikannya rendah, yang nganggur justru pendidikannya tinggi. Ini ironi,” ucapnya.

Menyikap hal itu, Menakerk akan berupaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Dengan cara pelatihan dan meningkatkan pendidikan.

"Kita akan dapat bonus demografi sampai tahun 2030 puncaknya. (Ini) harus ada percepatan. Caranya percepatan adalah melalui peningkatan sumber daya manusia, penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi," ujarnya. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tahun depan persentase pengangguran diproyeksi akan berada di kisaran 7,7 persen hingga 9,1 persen. Sementara itu persentase kemiskinan di perkirakan sebesar 9,2 persen hingga 9,7 persen. 

"Dengan menekankan pada penurunan kelompok kemiskinan ekstrem, tingkat ketimpangan di kisaran 0,377-0,379, serta indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) di kisaran 72,78-72,95," ujar Jokowi ketika memberikan pidato dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2021 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta. 

Jokowi mengatakan, target-target tersebut harapannya dapat tercapai dengan RAPBN 2021 yang diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi virus corona (Covid-19).