•   Minggu, 8 Desember 2019
Peristiwa Nasional

8 Jurus Pengemudi Motor, Agar tak Ditilang Polisi

( words)
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol. Budi Indra Dermawan didampingi Pejabat Dishub Jatim Isa Anshori usai mengikuti apel Operasi Zebra 2019


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mulai hari ini (23/10/2019), melaksanakan razia (Operasi), serentak bersandi Semeru 2019. Gelaran razia tersebut akan dimulai serentak pada 23 Oktober hingga 5 November 2019. Menurut Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol. Budi Indra Dermawan Operasi tersebut dilakukan dengan maksud meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan guna mewujudkan KAMSELTIBCAR lalu Lintas.

Masih kata Budi, apalagi Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi yang memiliki penduduk jumlah yang tinggi, sekaligus menjadi peringkat kedua di Indonesia setelah Jawa Barat.Pada tahun 2018 jumlah penduduk Jawa Timur sebesar 42 juta dengan kepadatan penduduk yang tinggi di Indonesia, yakni sebesar 813 jiwa/km2. Kepadatan penduduk yang tinggi mengakibatkan Jawa Timur menghadapi berbagai masalah. salah satunya masalah transportasi. ketergantungan masyarakat jawa timur terhadap sektor transportasi.

Berdasarkan anev Ditlantas Polda Jatim angka laka lantas di Jawa Timur masih cukup tinggi dan bahkan cenderung mengalami kenaikan hal ini bisa terlihat pada perbandingan jumlah laka lantas pada tahun 2018 dan 2019 pada periode waktu yang sama (Januari 3.0. September) yaitu pada tahun 2018 sebesar 18.649 kasus sedangkan pada tahun 2019 sebesar 19.416 kasus (naik sebesar 4,11 %). Sedangkan data pelanggaran lalu lintas tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 pada periode yang sama (Januari sampai dengan September) mengalami penurunan sebesar = 3,67 %, namun dilihat dari jenis pelanggaran yang terbanyak adalah marka jalan/rambu-rambu yang merupakan termasuk salah satu pelanggaran prioritas berpotensi laka.Pada pelaksanaan Ops Zebra Semeru 2018 angka pelanggaran dan laka lantas mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun 2017, dimana untuk pelanggaran lalu lintas turun sebesar -20,70 % dan laka lantas turun sebesar -65.10 96.

Masih kata Budi, masih terdapat beberapa permasalahan terutama pada saat arus balik yaitu adanya kemacetan panjang yang dikeluhkan oleh masyarakat seperti di jalur Klakah lumajang. Pasar Blega dan Tanah Merah Bangkalan serta di Mengkreng dan exit tol Leces serta exit tol Madiun, hal tersebut terjadi selain peningkatan volume kendaraan juga disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dengan melakukan pelanggaran berupa menyerobot jalur lawan sehingga terjadi kemacetan.

Untuk meminimalisir, mantan Dirlantas Polda Nusa Tenggara Barat ini, beberapa permasalahan tersebut di atas serta untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas bagi masyarakat jawa timur guna cipta kondisi kamseltibcarlantas pasca pelantikan presiden dan wakil presiden negara kesatuan Republik Indonesia.

Operasi zebra semeru 2019 ini merupakan salah satu upaya Polda Jatim dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas guna mewujudkan kamseltibcar lantas yang mantap pasca pelantikan presiden dan wakil presiden yang dilaksanakan dalam bentuk kamseltibcarlantas dengan mengedepankan kegiatan gakkum lantas secara selektif prioritas guna menciptakan kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman.

Pelaksanaan operasi kali ini berbeda dengan tahun-tahun, sebelumnya operasi ini dilaksanakan secara terpusat, namun pada tahun ini operasi dilaksanakan secara mandiri kewilayahan sehingga baik secara administrasi maupun teknis dilapangan berdasarkan kebijakan kasatwil yang disesuaikan dengan kerawanan masing-masing, operasi ini akan berlangsung selama 14 hari dimulai tanggal 23 Oktober sampai Dengan 05 November 2019.

Sasaran pada pelaksanaan operasi zebra semeru 2019 kali ini diprioritaskan terhadap 8 prioritas pelanggaran lalu lintas yaitu sebagai berikut :
Pengendara sepeda mtor yang tidak menggunakan helm standart; pengendara ranmor roda empat atau lebih yang tidak menggunakan safety belt, melebihi batas kecepatan, mengemudi kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol, pengendara ranmor yang masih dibawah umur, menggunakan hand phone pada saat mengemudikan kendaraan; melawan arus dan keabsahan surat-surat ranmor dan pengemudi.

Untuk itu, pelaksanaan operasi zebra semeru 2019 diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, yaitu meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, memlnlmalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu luntas, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap polri.nt

Berita Populer