•   Jumat, 28 Februari 2020
Otonomi Daerah

Aktifkan Baterai Bekas dengan Kulit Buah Naga, Siswa SMABA Sabet Penghargaan International

( words)
Siswa SMA N 1 Babat saat berpose bersama siswa lainnya dari belahan dunia. FOTO:SP/IST


SURABAYA PAGI, Lamongan - Prestasi demi prestasi ditunjukan oleh siswa SMAN 1 Babat (SMABA) Kabupaten Lamongan Jawa Timur, baik tingkat regional, nasional bahkan International. Terbaru dua penghargaan sekaligus diraih siswa dalam ajang ISTEC (International Science Technology and Engineering Competition).

Siswa SMABA ini mampu menyabet dua penghargaan International seperti disampaikan oleh Sunardi Kepala Sekolah SMA N 1 Babat, diantaranya bronze award di bidang technology yakni Fatimatuz Zuhro dan Nadilla Fatimaah Yahya. Karya mereka dengan judul "WJB Waste Juice Battery optimization of soursop seeds and dragon fruit skin" (Inovasi bakteri bekas diaktifkan dengan kulit buah naga dan biji sirsat).

Sedangkan satunya kata Sunardi, penghargaan disabet dibidang engineering yakni M Naufal Al Amin dan Rengga Alfuno LFM Karya mereka dengan kudul "Bio natink, optimization off mangga leaves and goat dirty as the conten of environmentasty friendly in mark" ( Inovasi tinta dari kotoran kambing dan daun mangga).

Lebih jauh ia menjelaskan prestasi yang diraih anak didiknya pada lomba ISTEC yang digelar di Bandung pada tanggal 14-15 Januari 2020. Pada lomba ini diikuti 14 negara dari 5 benua, mulai tingkat SD- Universitas dengan 3 kategori science, technology, engineering.

Disebutkan oleh Sunardi, ia mengaku bersyukur karena siswanya bisa berprestasi di tingkat Nasional, tentu ini sangat menginspirasi siswa lainnya, dan bagi siswa yang meraih penghargaan ini jangan puas dulu." Saya minta untuk terus mengembangkan bakat ini agar penemuan ini bermanfaat untuk masyarakat," pinta Sunardi Minggu (17/1/2020).

Penghargaan ini melengkapi prestasi sebelumnya, dimana Siswa SMABA juga berhasil membawa pulang medali silver di WICE (World Invention Competition and Exhbition) Malaysia pada tahun 2019 lalu.

Saat disinggung lebih jauh Sunardi mengaku keberhasilan ini tidak lepas dari suport yang diberikan kepada siswa. "Kami selalu memberi dukungan kepada para anak didik. Alhamdulillah berkat perjuangan keras sehingga prestasi ini bisa diraih", katanya.

Selain itu, lanjutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dukungan dari para guru, khususnya guru pembimbing. Karena berkat dukungannya, sehingga preatasi ini bisa diraih. "Karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari semua pihak," katanya.

Penghargaan di lomba ISTEC ini menambah deretan yang diraih SMAN 1 Babat. Sebab pada akhir tahun 2019, tiga siswa SMA ini juga meraih piala silver di kanca internasional. Mereka yakni Muhammad Naufal Alamin, Achmad Naufal Alhafidl dan Mohammad Sholahudin A.

Berkat karya mereka Megic Pot, sehingga meraih Medali Silver kategori Pengelolah Lingkungan Hidup tingkat Secondry School di WICE (World Invention Competition and Exhbition) Malaysia 2019.jir

Berita Populer