•   Minggu, 23 Februari 2020
Gas Dan Bumi

Belum Terealisasi, Pertamina dan Aramco Berkomitmen Lagi

( words)
Suasana kilang minyak Saudi Aramco petang hari SP/Prin


SURABAYAPAGI.com - PT Pertamina (Persero) memperpanjang perjanjian pembentukan perusahaan patungan (joint venture development agreement/JVDA) dengan Saudi Aramco hingga 31 Oktober.

Hal ini menyangkut belum adanya kesepakatan final antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco terkait perbaikan dan peningkatan kapasitas (upgrading) Kilang Cilacap.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan perpanjangan JVDA diperlukan mengingat valuasi aset yang masih berjalan.

“Kita lihat setelah evaluasi. Sekarang sedang penyiapan data untuk menghitung angka keekonomiannya,” tuturnya, Kamis (3/10/2019).

Sedianya, JVDA antara Pertamina dan Saudi Aramco untuk Kilang Cilacap tersebut berakhir pada September lalu. Perpanjangan JVDA ini merupakan kali ketiga yang dilakukan oleh kedua perusahaan migas pelat merah tersebut.

Awalnya, penandatanganan JVDA pertama kali dilakukan pada Desember 2016-Desember 2018. Kemudian JVDA tersebut diperpanjang pada Januari-Juni 2019. Namun, valuasi aset belum juga disepakati sehingga kembali diperpanjang sampai September 2019.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan, dalam pengembangan pembangunan Kilang Cilacap itu pihak dengan Saudi Aramco masih terus melakukan pembahasan berkenaan dengan pembentukan joint venture (JV).

"Kami punya lima kandidat valuer, mudah-mudahan pekan depan terpilih," ungkap Nicke, beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, kata Nicke, skema yang ditawarkan masih skema spin-off, yakni ekspansi terhadap akses eksisting. "Namun kalau tidak workable, kita coba

Berita Populer