•   Rabu, 11 Desember 2019
Pemprov Jatim

BPSDM Ajak Peserta Diklat Kepemimpinan Berinovasi

( words)
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Indra S Ranuh.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemimpin juga harus melakukan kolaborasi secara internal dan eksternal dalam mengelola tugas-tugas organisasi ke arah pencapaian tujuan pembangunan nasional dan visi instansinya.
Tak hanya itu, juga diharapkan berinovasi sesuai bidang tugasnya guna penetapan arah kebijakan yang lebih efektif dan efisien.
Demikian Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Indra S Ranuh, saat membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat III, yang kali ini untuk Angkatan XI, di Badan Diklat (Bandiklat) Pemerintah Provinsi Jatim, Selasa (25/6/2019).
Dikatakannya, seorang pemimpin juga harus mampu meningkatkan kinerja instansinya melalui penetapan visi atau arah kebijakan yang tepat yang diindikasikan dengan beberapa kemampuan. Antara lain, menjadi teladan bagi bawahan dan pemangku kepentingan dalam integritas, nasionalisme, standar etika publik, nilai-nilai norma, moralitas, dan tanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pemimpin juga harus melakukan kolaborasi secara internal dan eksternal dalam mengelola tugas-tugas organisasi ke arah pencapaian tujuan pembangunan nasional dan visi instansinya. Tak hanya itu, juga diharapkan berinovasi sesuai bidang tugasnya guna penetapan arah kebijakan yang lebih efektif dan efisien, serta mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya manusia organisasinya dalam pencapaian arah kebijakan.
Lebih lanjut dikatakannya, perkembangan teknologi informasi saat ini sangat memfasilitasi kerja birokrasi. Di sisi lain, teknologi juga memfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut pelayanan yang lebih baik dari aparatur sipil negara.
“Pada kesempatan ini akan menjadi beban bagi aparatur sipil negara, apabila tidak diikuti oleh perubahan kerja, untuk itu aparatur sipil negara harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan sungguh sungguh,” katanya.
Menurutnya, meningkatkan kualitas kerja dan tata kelola serta menjaga akuntabilitas juga sangat dibutuhkan, untuk itu aparatur sipil negara harus selalu open mind dalam melakukan inovasi, menyederhanakan proses kerja, memanfaatkan kemajuan iptek serta berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait. “Pada intinya aparatur sipil negara harus mampu menjadi agen transformasi penguatan sumber daya manusia,” tuturnya. (arf)

Berita Populer