Eri Cahyadi, ikuti Jejak Gibran, Daftar ke DPP PDIP

Gambar visual by SP

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam pengumuman tahap ketiga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Selasa (11/8/2020), belum ada nama jagoan PDIP yang akan direkomendasi untuk Pilwali kota Surabaya. Namun, seusai pengumuman tahap ketiga ini, Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi malah membuka kartu bakal calon Pilwali Surabaya dari PDIP ada tiga nama, yakni Whisnu Sakti Buana, Armuji dan Eri Cahyadi. Nama terakhir yang digadang-gadang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, ternyata mengikuti jejak Gibran Rakabuming, anak Presiden Jokowi.  Eri Cahyadi tak melalui pendaftaran resmi di DPC PDIP Surabaya, tetapi  'melompat bypass' ke DPP PDIP. Akankah Eri Cahyadi  mengikuti jejak Gibran, yang mendapat rekom dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelum tanggal 4 September mendatang?

"Nama Eri Cahyadi sudah ada di meja bu Mega. Bahkan, nama tersebut sudah menjadi prioritas. Tinggal posisinya nanti bagaimana, tunggu saja nanti," ujar salah satu pengurus DPP PDIP kepada Surabaya Pagi di Jakarta, Selasa (11/8/2020) seusai pembacaan 75 bakal calon rekom kepala daerah dari PDIP se Indonesia.

Menurut sumber DPP PDIP itu, Eri Cahyadi sudah jauh-jauh hari, langsung dibawa oleh Risma ke Megawati, tanpa melalui prosedur pendaftaran di DPC PDIP Surabaya.

 

Eri Sudah Daftar Lama

Nama Eri Cahyadi yang langsung bypass ke DPP PDIP ternyata dibenarkan oleh Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi, Selasa (11/8/2020). Eri Cahyadi, Kepala Bappeko Surabaya, jelas Kusnadi, sudah mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada melalui jalur DPP dan Eri Cahyadi sudah mendaftar diri sejak lama.

"Eri mendaftar lewat DPP. Sudah lama dia mendaftar lewat DPP sana," ujarnya saat ditemui beberapa wartawan termasuk Surabaya Pagi di gedung DPD PDIP Jatim Selasa (11/08/20).

Pasalnya Eri Cahyadi hingga saat ini masih berstatus sebagai ASN dan belum mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala Bappeko Surabaya.

Disinggung mengenai hal tersebut, Kusnadi seolah seperti membela para ASN yang mendaftar di pemilihan kepala daerah ini. Menurut Kusnadi, mencalonkan diri sebagai kepala daerah adalah hak semua orang. "Selama tidak dicabut haknya oleh hukum kan tidak masalah. Mau ASN atau bukan ASN," jelasnya.

Menurutnya, secara mekanisme partai, rekomendasi akan turun apabila telah mendaftarkan diri, baik melalui DPC, DPD, maupun DPP.

"Bedanya apa? Kalau di DPC dan DPD ada batasan waktu. Sedangkan DPP tidak ada rentang waktu pendaftaran. Pokoknya rekomendasi belum turun bisa mendaftar di DPP," terangnya.

 

Peluang Eri Cawali, Terbuka

Eri Cahyadi sendiri tidak termasuk dalam daftar 19 nama yang mendaftar lewat jalur DPD PDI Perjuangan Jatim seperti Whisnu Sakti Buana maupun Armuji. Tapi tetap ada kemungkinan Eri berpasangan dengan tokoh usulan DPD.

Misalnya, kemungkinan Eri Cahyadi berpasangan dengan Whisnu Sakti Bana sebagai bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya yang akan diusung oleh PDI Perjuangan. “Ya, bisa-bisa saja,” katanya.

Soal peluang tokoh yang akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk maju di Pilwali Kota Surabaya 2020, Kusnadi dengan tegas menjawab, “kami tidak berbicara soal peluang,” katanya.

Sementara terkait kapan akan mengumumkan nama bakal calon dari Surabaya? Kusnadi menegaskan, Surabaya dan empat kabupaten/kota lainnya kemungkinan akan dikeluarkan pada tanggal 19 Agustus 2020 mendatang.

"Nanti di putaran terakhir atau gelombang terakhir gelombang IV," tambah Kusnadi. Selain Surabaya, rekom juga akan turun untuk Pacitan, Sidoarjo, Situbondo dan Jember.

Terpisah, Deny Wicaksono selaku Kepala BP Pemenangan Pemilu PDIP Jatim menyebutkan ada 3 nama bakal calon yang sudah mengerucut. Nama-nama tersebut ialah Wishnu Sakti Buana, Eri Cahyadi dan Armuji.

"Saya rasa tiga nama itu sudah mengerucut. Tapi perlu diingat, bahwa ketua umum memiliki hak prerogatif untuk menentukan calon yang akan diusung," pungkasnya. byt