•   Senin, 16 September 2019
Surabaya

Garam Impor Bocor ke Pasar

( words)
Anggota Komisi B DPRD Jatim saat mendatangi gudang yang menyimpan garam impor di Kecamatan Manyar, Gresik, kemarin.


Ditemukan Disimpan di Manyar, Gresik

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Siapa bilang garam impor tidak bocor ke pasar di Masyarakat. Nyatanya, garam impor usai dibongkar di Tanjung Perak, ternyata sebagian dibawa di sebuah gudang di Jawa Timur dan diperkirakan sebagian terjual di pasar-pasar tradisional di Jawa Timur.
DPRD Jatim kembali mengungkap aliran garam impor di Jawa Timur. Pasca dua kali membongkar temuan garam impor di Tanjung Perak , kali ini Komisi B mengungkap adanya gudang di Manyar Gresik yang diduga menjadi tempat penampungan Garam Impor asal Australia itu.
Suharti, Anggota Komisi B DPRD Jatim langsung mendesak aparat Polda Jatim untuk mengusut tuntas adanya garam impor yang masuk ke Jatim.
"Harus diusut tuntas adanya garam impor ini. Ada kejanggalan dalam masuknya garam ilegal di Jatim,” ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Suharti saat ditemui dalam sidak gudang garam impor di Manyar Gresik,senin (5/2).
Politisi asal PDIP ini mengatakan dalam sidak di pergudangan tersebut ditemukan beberapa kejanggalan diantaranya garam impor asal Australia dan India.
"Digudang kami temukan juga ada garam konsumsi milik petani garam Madura dan garam yang halus dengan bungkus PT Garamindo. Kami duga ini garam hasil oplosan," jelasnya. Suharti berharap adanya pengusutan garam impor secara tuntas agar tak mengganggu perekonomian petani garam di Jatim.
Seperti diberitakan sebelumnya, garam impor sebanyak 26,1 ribu ton sebanyak dua kali pengiriman. Yakni tanggal 31 Januari 2018 dan 3 Februari 2018. Garam tersebut berasal dari Australia dengan nama importir PT Mitra Tunggal Swakarsa.
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agus Maimun menambahkan, kedatangan garam impor di Jatim ini menunjukkan Kementerian Perdagangan sangat ugal-ugalan dalam mengeluarkan kebijakan dalam mendatangkan garam impor. “Kami melihat Kemendag terkesan memaksakan mendatangkan garam impor tersebut,” ungkapnya.
Politisi asal PAN ini juga menyayangkan adanya penunjukan importir garam tersebut ke PT Mitra Tunggal Swakarsa. “Perusahaan tersebut tak pernah menyerap garam lokal milik petani garam dan apa yang dilakukan PT Mitra Tunggal Swakarsa telah melakukan pelanggaran yaitu Permen KP No 63/2016,” ungkapnya.
Terpisah, Heru Tjahjono Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur menyatakan bahwa stok garam di Jawa Timur masih cukup banyak. Bahkan pada tahun 2017 mengalami surplus hingga 70 ribu ton. Dijelaskannya, data produksi garam Jawa Timur tahun sampai Desember 2017 sejumlah 436,9 ribu ton. Garam tersebut digunakan untuk memenuhi Jawa Timur atas kebutuhan garam industri 43,7 ribu ton dan untuk garam konsumsi 327,3 ribu ton. “Sisanya masih ada sekitar 70 ribu ton, dimana 20 ribu ton biasanya dijual ke luar Jatim dan untuk stok sekitar 50 ribu ton,” kata Heru, kemarin (5/2/2018).
Peningkatan produksi Garam ini kata Heru adalah program Gubernur Pakde Karwo yang mengagas sejumlah alih teknologi untuk petani garam. Hingga membuat produksi garam antara tahun 2016 dengan tahun 2017 meningkat sampai 300 persen. Meskipun lahan tambak garam menyusut. “Kami rutin memberikan bantuan geomembran dan rumah garam untuk petani garam, sehingga produksi garam mereka bisa maksimal meskipun dalam kondisi curah hujan tinggi,” pungkas Heru. rko

Berita Populer