•   Minggu, 15 September 2019
Kesehatan

Kebiasaan Rutin yang Bisa Memperpanjang Usia

( words)
Tidur


SURABAYAPAGI.com - Beberapa kebiasaan dalam rutinitas sehari-hari ternyata bisa membuat kita lebih sehat. Bahkan, penelitian sains menemukan bahwa kebiasaan itu bisa menambah usia hidup kita. Benarkah?
1. Gigi yang bersih
Merawat kebersihan gigi ternyata memiliki korelasi dengan umur panjang. Sebab, kebersihan gigi juga bisa berhubungan dengan kesehatan jantung.
"Bakteri gigi telah ditemukan pada arteri-arteri yang terkena penyakit, dan plak tersebut tersimpan dalam arteri tersebut," kata Sanda Moldovan, DDS, ahli gigi asal Beverly Hills.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada The Journal of The American Heart Association menunjukkan bahwa perempuan dengan penyakit gigi memiliki tambahan 12 persen risiko kematian prematur. Ini bisa dihindari dengan menjaga gigi tetap higienis dengan dental floss atau sikat gigi
"Pendapat para ahli medis mengatakan ini bisa menambah 18 bulan hingga enam tahun usia hidup seseorang," kata Moldovan. Baca juga : Apa Hubungan Kebersihan Mulut dengan Penyakit Jantung?
2. Berhubungan seks
Secara rutin melakukan hubung seks yang berkualitas ternyata juga berpotensi menambah usia hidup seseorang.
Dokter asal Mount Sinai, Shanna Levine, MD menjelaskan bahwa jika kita bisa mencapai orgasme saat melakukan hubungan seksual, maka kita akan mendapatkan keuntungan dari hormon oksitosin yang dilepaskan.
Dalam sebuah studi, risiko kematian menurun 50 persen terhadap mereka yang rutin mengalami orgasme. Bagi laki-laki, orgasme juga kerap diasosiasikan dengan penurunan risiko kanker prostat.
Studi lainnya juga menunjukkan bahwa pada mereka yang memiliki pernikahan yang bahagia, dimana seks menjadi bagian dari itu, cenderung memiliki usia hidup yang lebih panjang.
"Seperti kita ketahui bahwa hubungan yang sehat dan positif bisa berdampak bagi kesehatan fisik dan emosional," ujar Dr Levine.
3. Memelihara binatang
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka yang memelihara anjing memiliki kemungkinan meninggal lebih cepat 33 persen lebih sedikit.
Dr Levine mengatakan, anjing bisa membantu menambah usia hidup dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Hanya saja bagaiman mekanismenya masih belum jelas.
Bisa saja karena rajin membawa jalan-jalan binatang perliharaan, atau bermain bersama mereka sehingga kadar stres menurun dan tubuh bisa mengeluarkan hormon oksitosin.
4. Diet Mediteranian
Salah satu studi menemukan bahwa mereka yang melakukan diet mediteranian memiliki peluang untuk hidup lebih lama sebesar 20 persen atau sama dengan dua hingga tiga tahun.
Makan dengan aturan mediteranian adalah dengan mengkonsumsi banyak sayuran, buah, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, tanpa banyak daging merah atau makanan yang telah melalui proses.
Dr Levine mengatakan, seseorang idealnya makan lima porsi sayuran dan buah dalam sehari.
5. Berpikir positif
Penulis "Depression in Later Life" sekaligus Psikolog Deborah Serani, PsyD menyebutkan bahwa mereka yang berpikiran positif memiliki usia hidup 7,5 tahun lebih lama dari pada mereka yang tidak.
Selain itu, berpikiran positif juga memiliki keuntungan fisik seperti penurunan tekanan darah, tidur lebih baik dan penguatan sistem imun.
"Orang-orang yang berpikir positif menunjukkan tingkat kebahagiaan yang tinggi dan memiliki hubungan berarti dengan orang di sekitarnya," ujar Serani.
6. Tidur cukup
Tidur cukup sangat krusial bagi tubuh dan juga bisa menambah usia hidup. Waktu tidur yang direkomendasikan antara tujuh hingga sembilan jam.
Pakar tidur Richard Shane, PhD menjelaskan adanya sebuah penelitian tentang keterkaitan soal lama tidur dan kematian, yang dialami oleh jutaan orang dewasa.
Penelitian tersebut menemukan bahwa waktu tidur yang terlalu singkat, yakni enam jam atau kurang sering diasosiasikan dengan peningkatan risiko kematian hingga 12 persen.
Sementara tidur yang terlalu panjang lebih dari sembilan jam kerap diasosiasikan dengan risiko kematian hingga 30 persen.
7. Menggunakan tabir surya
Kanker kulit menerpa lebih banyak orang daripada jenis kanker lainnya, dengan satu orang meninggal setiap jamnya.
Dermatologis Whitney Bowe, MD yang juga penulis The Beauty of Dirty Skin, mengatakan bahwa menggunakan krim pelindung matahari setiap harinya bisa mengurangi risiko terkena kanker kulit. Termasuk yang paling ganas sekalipun.
Sementara itu, studi lainnya di Australia menemukan bahwa mereka yang mengaplikasikan krim tabir surya setiap harinya 24 persen lebih dijauhkan dari penuaan hingga 4,5 tahun.
Meski begitu, Dr Bowe mengatakan bahwa menggunakan krim tabir surya adalah pertahanan tahap pertama untuk kulit yang sehat, namun tak cukup hanya itu.
"Tabir surya, suplemen antioksidan yang melindungi kulit dari kerusakan paparan sinar matahari, serta menghindari paparan sinar matahari sangat penting untuk merawat kulit dan menjauhkan diri dari kanker kulit," ujar dia.
8. Bergaul
Merawat hubungan pertemanan bisa memperpanjang usia hidup. Dr Serani mengatakan, penelitian pada 2010 dengan 300 ribu partidipan lintas usia menunjukkan bahwa orang dewasa mendapatkan 50 persen dorongan perpanjangan usia hidup karena memiliki hubungan pertemanan yang solid.
Studi lainnya dari Australia juga mengungkapkan bahwa mereka yang berusia lebih dari 100 tahun mayoritasnya memiliki hubungan dekat dengan teman-teman dan keluarga.
"Jadi, berkumpul lah dengan orang-orang yang bisa membuatmu nyaman. Mereka yang bisa berbagi hal positif, bukan justru menularkan hal negatif dalam hidup dan akan membuat stres," kata dia.
9. Minum kopi
Hobi minum kopi ternyata bisa memperpanjang usia hidup. Dr Levin menjelaskan, dua penelitian terbaru menemukan bahwa mereka yang meminum dua hingga empat gelas kopi sehari memiliki risiko kematian 18 persen lebih sedikit daripada mereka yang tidak.
Berdasarkan para ahli dan statistik medis, ini akan menambah usia hidup sembilan menit per harinya.
Kopi juga memiliki manfaat lainnya sebagai antioksidan dan anti peradangan yang bisa menurunkan risiko penyakit jantung, kanker dan diabetes.
10. Olahraga
Tidak terbantahkan jika olahraga bisa memperpanjang usia hidup. Tapi, olahraga seperti apakah dan harus sebanyak apakah dilakukan agar efektif?
Dr Levine menyebutkan, sekitar 150 menit olahraga setiap minggunya agar bisa menurunkan risiko kematian hingga 31 persen.
Tipe olahraganya harus lah yang moderat, artinya melatih detak jantung dan membuat tubuh berkeringat.
"Olahraga bisa mengurangi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, demensia, dan kematian dini. Bisa dengan jalan kaki atau olahraga intensif lainnya," ujarnya.
Salah satu penelitian menyebutkan bahwa berjalan selama 450 menit setiap minggunya bisa menambah usia hidup hingga 4,5 tahun, dengan penambahan dua tahun setiap 75 menit tambahan. Baca juga : Olahraga Tak Sekadar Menurunkan Berat Badan!
11. Hindari stres
Stres bisa berdampak pada fisik termasuk meningkatkan risiko kematian.
Salah satu penelitian menunjukkn bahwa stres kronis bisa memotong usia hidup sebanyak empat hingga delapan tahun.
Dr Serani menjelaskan, pikiran negatif bisa meningkatkan hormon stres, kortisol dan adrenalin, yang bisa membuat kita lelah dan rapuh.
"Tapi, jika kita belajar untuk mengubah stres tersebut menjadi hal positif, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon baik, seperti norepherine, endorfin, dopamin, serotonin, dan oksitosin," kata dia.
12. Minum banyak air
Dr Levine mengatakan, tubuh manusia terdiri dari 75 persen air. Sehingga memerhatikan asupan air sangat lah penting.
Berdasarkan penelitian oleh University of Illinois, mereka yang mengkonsumsi banyak air secara rutin juga mengkonsumsi sedikit kalori, sedikit minuman manis serta lemak, gula dan garam.
Ini bisa membuat berat badan menjadi ideal dan menambah usia hidup untuk beberapa tahun.
13. Buat otak tetap aktif
Sama seperti fisik, otak juga harus selalu aktif untuk menghindari penurunan fungsi mental yang bisa berdampak pada pengurangan usia hidup.
Salah satu penelitian di The New Engkand Journal of Medicine menemukan bahwa setelah lima tahun, mereka yang rajin membaca, bermain board games, atau memainkan musik memiliki risiko demensia atau alzheimer yang lebih sedikit.
Studi lainnya dari The National Institute on Aging yang mengikutsertakan partisipan selama 4,5 tahun dan rajin melakukan kegiatan yang membuat otak aktif, memiliki risiko kematian 47 persen lebih sedikit.
14. Melatih pikiran
Melakukan meditasi dan melatih pikiran bisa membantu meningkatkan usia hidup seseorang, termasuk kulitas hidup itu sendiri.
Pada level sel, penelitian menunjukkan bahwa meditasi bisa membantu memperlambat penuaan sekaligus menambah usia hidup.
Salah satu studi dengan partisipan yang melakukan meditasi sekitar 12 menit dalam delapan minggu, menunjukkan bahwa mereka menunjukkan tanda-tanda perlambatan penuaan.
"Setidaknya Kamu melakukan selama satu atau dua menit. Dengan begitu, senyawa neurokimiamu akan dibanjiri hormon baik, bukan hormon yang menimbulkan stres," kata Dr Serani. (kp/cr)

Berita Populer