•   Selasa, 17 September 2019
Slc

Musik Jazz Warnai Hari Musik Nasional

( words)
Sejumlah musisi berunjuk gigi saat konferensi pers Jazz Tanjung Perak Festival di Omah Sae, Surabaya, Jawa Timur


Musisi jazz asal kota Surabaya akan terlibat meramaikan Tanjung Perak Festival

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Event yang digeber oleh Surabaya Entertainer Club (SEC) akan berlangsung mulai pukul 12.00 - 24.00 WIB di The Central Mall Gunawangsa Tidar Surabaya.

Musisi jazz asal kota Surabaya akan terlibat meramaikan acara, mereka adalah Jetho Chen, dr Milk’n the Blues Project, Cremona, Surabaya All Star, C two six, JFC, Yudi Barlean Korek Jazz, dan Jazz Centrum.

Tak luput musisi dari luar kota Surabaya, Dhanny Ugik Trio Malang, KopiJazz Kediri, Komunitas Jazz Jombang, Agoeng Prastyo dan Friends Jogyakarta.

Beberapa musisi Jazz Ibu Kota Idang Rasyidi, Mus Mujiono, Nita Aartsen, Syaharani, Barry Likumahua, Ivan Saba dan Friends, juga akan datang meramaikan acara.

Ketua Pelaksana Tanjung Perak Jazz, Fx Boy mengatakan, panitia dan para musisi sudah siap sukseskan acara. Pagelaran ini katanya tak hanya jadi milik SEC melainkan milik warga Surabaya. "Kita berharap warga Surabaya ikut datang dan meramaikan acara," katanya, Jumat (1/3/2019).

Tanjung Perak Jazz diharapkan mampu menjadi pintu masuk pertama musik Jazz di Indonesia. "Secara historis, musik Jazz sendiri lahir dari benua Amerika, meluas ke benua Eropa dan dibawa oleh Musisi Eropa ke Indonesia melalui Tanjung Perak. Kemudian uniknya adalah Tanjung Perak memiliki lagunya yang ada sejak dulu yaitu Tanjung Perak Tepi Laut," tuturnya.

Selain penampilan musisi Jazz, akan digelar lomba kreasi lagu "Tanjung Perak Tepi Laut". Lomba bisa diikuti musisi tanah air berusia di atas 7 tahun. Ketua Surabaya Entertainer Club (SEC), Indah Kurnia menambahkan, Tanjung Perak Jazz ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret 2019.

"Kali ini bener-bener kita memberikan apresiasi, pengakuan dan memberikan ajang yang bergensi bukan hanya siapa penyelenggara atau pelaku dan pemain, tapi lebih dari pada itu siapa yang menonton", katanya.

Pimpinan dr Mik’n the Blues Project, dr. Ario Djatmiko menegaskan, Tanjung Perak Jazz ini sebagai upaya untuk mengembalikan ingatan kalau kota Surabaya ini adalah pusat musik di Indonesia. "Dari Tiny Cordex dulu jaman sebelum perang, kemudian Bubi Chen, Mariono dan sampai sekarang banyak musisi yang berasal dari Surabaya", tutup dr Ario.

Berita Populer