•   Senin, 9 Desember 2019
Surabaya

Soekarwo Yakinkan KPPU Jatim Lumbung Pangan

( words)
Gubernur Jawa Timur Soekarwo.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo, menegaskan jika Jawa Timur merupakan salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi beras mengalami surplus tiap tahunnya. Penegasan itu ia sampaikan saat audensi dengan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Pusat, Nawir Messi, kemarin. Pakde Karwo sapaan Soekarwo mengutarakan perkembangan kebutuhan dan stok kebutuhan bahan pokok nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (23/2) siang. Masih kata Pakde, kedatangan institusi KPPU Pusat ke Jawa Timur karena ingin mengetahui rasionalisasi tentang ongkos distribusi dan biaya produksi serta biaya lainnya untuk menekan mengefisienkan harga-harga kebutuhan bahan pokok agar lebih rasional setelah dijual ke konsumen. Ini dilakukan agar tata niaga bahan pokok lebih bagus. Situasi yang menjadi tidak rasional karena produsen sendiri menikmati pendapatannya lebih sedikit dibandingkan perantaranya. “Hal seperti inilah yang tidak boleh,” katanya. Dikatakannya, Pakde Karwo pangilan lain Gubernur Jawa Timur seperti produksi makanan pokok beras di Jawa Timur setiap bulan Desember dan Januari tiap tahunnya produksi beras Jawa Timur minus 13 ribu ton dan 12 ribu ton. Tetapi, panen raya pada bulan Maret produksi beras bisa mencapai 1,7 juta ton, 860 ribu ton di Juni dan 960 ribu ton pada bulan Juli. Pada musim-musim panen raya, Jawa Timur harus menyetok dan menyimpang beras-digudang-gudang beras lebih dari 1 ton. Ini dilakukan agar pada musim kering pada bulan Agustus dan September harga beras tidak naik. “Jika pada bulan Agustus dan September persediaan dan stok gabah/beras tidak ada di gudang, dipastikan harga beras akan merangkak naik,” ujarnya. Menurutnya, Jawa Timur merupakan salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi beras mengalami surplus tiap tahunnya. Pada 2017 produksi beras Jawa Timur sebesar 8,5 juta ton dan pada 2018 diprediksi naik menjadi 8,7 juta ton setelah dikonsumsi sendiri diprediksi mengalami surplus 5,1 juta ton. Kelebihan produksi beras di Jawa Timur akan didistribusikan ke 15 provinsi di Indonesia yang masih kekurangan makanan pokok beras.arf

Berita Populer