•   Senin, 20 Januari 2020
Sportainment

Solskjaer: MU Pecundangi Arsenal dengan Cara Klasik

( words)
Alexis Sanchez (bawah) dan Jesse Lingard (atas) merayakan gol kemenangan di laga Arsenal vs Man Utd


SURABAYAPAGI.com - Manajer interim Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer menyebut kemenangan 3-1 atas Arsenal di Emirates Stadium, Sabtu (26/1/2019) dini hari WIB, diraih dengan cara klasik. Setan Merah menang dengan mengandalkan serangan balik.

Pada laga putaran keempat Piala FA ini, MU unggul dua gol lebih dulu lewat aksi mantan pemain Arsenal Alexis Sanchez dan Jesse Lingard. The Gunners sempat memperkecil ketinggalan berkat gol Pierre-Emerick Aubameyang.

Arsenal sempat bermain lebih disiplin pada paruh kedua. Namun, justru MU yang menambah satu gol lewat pemain pengganti, Anthony Martial.

Statistik menunjukkan MU tampil lebih efektif dalam laga ini. Meski hanya memiliki penguasaan bola 37 persen, MU mencatat delapan tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Angka ini berbalik dengan Arsenal yang melakukan 13 kali tembakan dan lima di antaranya tepat sasaran.

"Rasanya fantastis bisa terus melaju di Piala FA. Ini adalah salah satu pertandingan tersulit yang bisa Anda jalani. Hari ini kami lebih terlihat sebagai tim yang layak. Kami terlihat lebih terstruktur. Kami bekerja keras dalam bertahan dan melakukan serangan balik," ujar Solskjaer kepada BBC Sport.

"Serangan balik adalah cara klasik Manchester United, di era Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, dan Park Ji-Sung, kami sudah mencetak banyak gol di Arsenal selama bertahun-tahun," sambungnya.

Kemenangan di markas Arsenal membuat Solskjaer meneruskan catatan luar biasanya dengan menyapu bersih delapan kemenangan sejak ia ditunjuk menggantikan Jose Mourinho. Meski demikian, sosok asal Norwegia itu menegaskan bahwa timnya masih harus terus bekerja keras.

"Hari ini kami membuat langkah besar ke depan. Ini adalah peningkatan besar dari laga melawan Tottenham. Mudah saja untuk menjadi antusias dan berbicara soal ke depan, tetapi kami harus terus bekerja dan memikirkan pertandingan berikutnya," tutur Solskjaer.

"Kami harus bekerja keras. Sikap dan etos kerja itu penting. Menuju akhir pertandingan situasinya nyaman, tetapi tidak selama 90 menit di lapangan," tegasnya.

Berita Populer