•   Kamis, 14 November 2019
SGML

Sutrisno Ajak Warga Muhammadiyah dan NU Jaga Keutuhan Bangsa

( words)
Sutrisno Bachir ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) RI saat diwawancarai awak media. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mantan Ketua DPP PAN Periode 2005-2010 Sutrisno Bachir, mengajak warga Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersatu dalam keutuhan bangsa, dan membenahi akhlaq meskipun beda pilihan dalan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019 mendatang.

Hal itu ia sampaikan saat pidato Kebangsaan Kebijakan Ekonomi Umat dengan tema “Memperkuat UMKM dan Generasi Milenial Muhammadiyah Untuk Indonesia Maju” di Gedung Sport Center Lamongan, Jumat (15/3/2019).

Disebutkan oleh pria yang kini menjabat sebagai ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) RI, kalau ia tidak mengharapkan kedua organisasi besar Islam di Indonesia yakni Muhammadyah dan NU pecah. Keduanya harus saling bersatu demi kemajuan sebuah bangsa Indonesia dan membenahi akhlaq mulia seorang manusia.

"Kalau kedua organisasi Islam di Indonesia Muhammadiyah dan NU ini bisa bersatu maka bangsa Indonesia tidak akan mudah terpecah belah, bangsa Indonesia akan semakin kuat, meskipun beda pilihan dalam pilpres 2019 mendatang," terangnya.

Ia bisa berbicara seperti itu lanjutnya, karena Bapak nya adalah seorang tokoh NU sedangkan ibu nya adalah orang Muhammadiyah, mereka bersatu dan saling menguatkan. "Bapak saya tokoh NU, ibu saya orang Muhammadiyah, tapi keduanya bersatu dan saling mengkuatkan, berbeda dalam hal apapun sudah biasa," ungkapnya.

Karena itulah, ia akan turun gunung dan akan berkunjung ke sejumlah tokoh Muhammadiyah dan NU serta umat Islam lainnya di berbagai daerah. Tujuannya tak lain yakni mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga kerukunan antar sesama jelang kontestasi politik di negeri ini.

"Saya keliling bukan di kalangan Muhammadiyah saja, tapi semua umat, baik NU maupun Muhammadiyah, karena dua organisasi ini yang bisa membuat negara ini maju dan berpijak pada nilai Islam," tuturnya.

Di kesempatan itu juga, Sutrisno Bachir meminta warga Muhammadiyah untuk tidak menjelek - jelekkan mereka yang tidak sejalan dalam hal pilihan. Karen saat ini di tubuh Muhammadiyah sendiri ada yang mendukung pasangan Jokowi dan Prabowo, tetapi bukan berarti harus menjelek-jelekkan mereka yang tidak sejalan, apalagi mengatakan dia kafir.

"Saya pikir warga Muhammadiyah pasti punya pilihan lain. Seperti saya kepada Pak Jokowi, atau yang duduk di atas sana (panggung) punya pilihan yang berbeda. Tetapi ukhuwah islamiah Muhammadiyah perlu kita jaga," harapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini memang banyak kalangan yang menafsirkan jika calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dianggap kurang baik. Secara pribadi Sutrisno Bachir menilai jika sosok Jokowi adalah orang baik, dan ini sudah ia ketahui sejak Jokowi menjabat sebagai Walikota Solo.

"Dan kalau saya lihat secara mata batin sosok Jokowi ini sudah sangat baik kinerja. Dalam ikhtiar saya, baik saat sholat tahajud, hajat, maupun yang lainnya beliau adalah orang baik, maka sudah selayaknya beliau memimpin kembali bangsa ini," pungkasnya. jir

Berita Populer