Mat Mochtar : PDIP Tak Rekom Kader di Pilwali Surabaya, Pasti Saya Lawan!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kader senior PDIP Surabaya Mat Mochtar.SP/ALQ
Kader senior PDIP Surabaya Mat Mochtar.SP/ALQ

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Hingga saat ini PDIP belum memutuskan nama siapa calon wali kota yang bakal diusung pada Pilwali Surabaya tahun 2020. Seperti diketahui bersama PDIP di Surabaya memiliki 15 kursi di dewan. Sehingga mutlak bisa mengusung calon sendiri, karena sudah memenuhi syarat minimal 10 persen dari jumlah keseluruhan kursi anggota di DPRD.

Meski belum ada nama yang diputuskan, beberapa sosok mencolok perhatian dari kader internal sudah muncul. Seperti cucu Soekarno, Puti Guntur, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, mantan ketua DPRD Surabaya Armuji, hingga istri mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH, Dyah Katarina.

Selain itu ada sosok kontraversi Kepala Bappeko Kota Surabaya Eri Cahyadi yang sering disebut didorong oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masuk pada bursa. Namun, adanya nama non kader PDIP yang masuk bursa ini mendapat penentangan keras dari kader senior PDIP Surabaya Mat Mochtar. Menurut dia sudah cukup saat ini PDIP tak mengusung kader sebagai calon.

"Seperti dulu bu Risma, saya yang mengantar mendapat rekom PDIP ke pak Pramono Anung. Tapi setelah jadi partai ditinggal dan dibilang mendapat dukungan dari masyarakat," ujarnya.

Sebab, itu Mat Mochtar tidak ingin kejadian serupa terulang. Dia ingin agar DPP PDIP segera memutuskan untuk mengusung kader sendiri di Pilwali Surabaya.

Mengapa harus kader? Sebab jelas Mat Mochtar PDIP ini adalah partai tempat pejuang. "Dahulu kami pada zaman orde baru pak Soeharto dikuyo-kuyo. Sekarang sudah begini kok mau ditumpangi oleh orang luar?," lanjutnya.

Sebab itu tokoh asal Madura ini mewanti agar DPP PDIP tidak main-main dan memutuskan mendorong kader sendiri untuk maju. Sebab, jika sampai orang luar yang diusung dia khawatir bakal ada perpecahan di internal partai. "Pasti bakal ada itu (perpecahan)," tegasnya.

Mat Mochtar pun secara serius mewanti agar DPP memilih kader sendiri. "Kalau sampai mengusung orang luar pasti saya lawan," imbuhnya. Alq

 

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…