Masih Zona Oranye, SMK di Jombang Mulai Gelar Sekolah Tatap Muka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembelajaran praktikum tatap muka yang dilakukan SMKN 3 Jombang. (SP/M. Yusuf)
Pembelajaran praktikum tatap muka yang dilakukan SMKN 3 Jombang. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai digelar pada jumat pagi ini meski masih berstatus zona oranye.

Namun, masih satu sekolah saja yang menggelar belajar tatap muka. Itupun hanya pada mata pelajaran praktikum.

Meski hanya praktik, sekolah tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Jumlah siswa setiap kelas dibatasi, serta dibagi menjadi dua shift.

Sekolah itu yakni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3, Jalan Pattimura, Kecamatan Jombang. Siswa yang di izinkan mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka hanya 15 persen, dari 1873 siswa.

Setiap siswa yang baru tiba di sekolah, langsung dilakukan cek suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ruangan. Penerapan protokol kesehatan yang ketat juga dilakukan di setiap ruangan dengan menjaga jarak antar siswa.

Wakil Kepala SMKN 3 Bidang Kesiswaan, Sugiharto mengatakan, uji coba pembelajaran tatap muka ini hanya diizinkan untuk mata pelajaran praktikum. Bagi yang tidak praktik, maka tetap mengikuti materi pembelajaran dengan sistem daring.

"Hal tersebut sesuai instruksi dari Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI. Pembelajaran tatap muka ini bukan secara umum, namun hanya pembelajaran praktik," katanya, Jumat (04/8/2020).

Sugiharto menerangkan, siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka ini terbatas, hanya sembilan siswa saja dalam satu rombongan belajar (rombel).

"Pembelajaran tatap muka hanya untuk mata pelajaran praktikum,. Jadi para siswa akan menempati ruang bengkel dan laboratorium sesuai jurusan masing-masing," terangnya.

Dalam sehari, paparnya, sekolah dibagi dua sesi, pagi dan siang. Ada tujuh bengkel praktik dan laboratorium yang digunakan untuk pembelajaran tatap muka di SMKN 3 Jombang.

"Setiap sesi kita hanya lakukan tiga jam saja. Setiap kelasnya diisi hanya 9 siswa. Karena juknis dari Dirjen Vokasi Kemendikbud, maksimal 15 persen untuk satu sesi pembelajaran," paparnya.

Teknisnya dibagi dua pintu masuk untuk siswa, yaitu di sisi selatan dan utara. Pembagian ini untuk menghindari siswa berkerumun saat masuk.

"Untuk praktik di bengkel, sudah diatur tempat mesin oleh guru praktikumnya," tukasnya.

Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kabupaten Jombang rencananya melakukan uji coba pembelajaran tatap muka untuk SMA/SMK di Jombang pada Jumat (04/9). Namun rencana itu belum bisa dilakukan seluruhnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kabupaten Jombang, Trisilo Budi Prasetyo menjelaskan, rencananya 18 SMA/SMK menggelar uji coba tatap muka.

Namun, hanya 10 SMA/SMK saja yang siap untuk perangkat protokol kesehatannya.

"Sisanya terpaksa harus menunda melakukan uji coba pembelajaran tatap muka, karena tidak siap menerapkan protokol kesehatan di sekolah," jelasnya.

Trisilo mengungkapkan, SMKN 3 Jombang menggelar pembelajaran tatap muka praktikum.

"Untuk tingkat SMA, pembelajaran tatap muka baru bisa dilakukan serentak pada Senin, (07/9) lusa," ungkapnya. Sementara itu, salah seorang Siswa SMKN 3, Angger Dimas mengaku senang dengan digelarnya kembali sekolah tatap muka setelah sebelumnya selama 6 bulan sekolah daring.

"Kangen, kan nggak sekolah tatap muka 6 bulan. Kami juga mendukung penerapan protokol kesehatan. Ya ndak papa, kan untuk mengantisipasi mencegah ketularan Covud-19," pungkasnya.(suf)

Berita Terbaru

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Rabu ( 9 September 2026 ) pukul 17.00, warga Desa Tingal Kec.Garum Kab.Blitar di kejutkan adanya tewasnya seorang laki laki sekitar…

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (10/9/2026), dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Gubernur atas Rancangan Perda …

Pemkot Mojokerto Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesadaran Lindungi Pekerja lewat Jamsostek

Pemkot Mojokerto Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesadaran Lindungi Pekerja lewat Jamsostek

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi meminta perusahaan dan pemberi kerja meningkatkan kesadaran dalam memberikan…

UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis

UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis

Kamis, 10 Sep 2026 15:23 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan beras jenis premium…

Lewat Perjanjian Kerja Sama, Pemkab Tekan Angka Pernikahan Anak di Situbondo

Lewat Perjanjian Kerja Sama, Pemkab Tekan Angka Pernikahan Anak di Situbondo

Kamis, 10 Sep 2026 15:18 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Melalui menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pihak yang berwenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo…

Fraksi Demokrat Kompak Absen saat Gubernur Khofifah Bacakan Nota APBD 2027

Fraksi Demokrat Kompak Absen saat Gubernur Khofifah Bacakan Nota APBD 2027

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seluruh Anggota Fraksi Partai demokrat Jawa Timur kompak absen dalam Paripurna pembacaan Nota Keuangan Gubernur Jawa Timur…