Sinovac, Brasil Menolak-Turki Pesan 50 Juta Dosis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jair Bolsonaro menolak disuntik Vaksin Sinoca.
Jair Bolsonaro menolak disuntik Vaksin Sinoca.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Sao Paulo - Di Indonesia, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin buatan China, Sinovac telah tiba pekan lalu dan akan ada 1,8 juta vaksin susulan pada Januari mendatang. Meski demikian, Sinovac hingga saat ini belum merilis hasil uji klinis untuk mengetahui tingkat efektivitas vaksin buatan mereka.

Tak hanya Indonesia, setidaknya ada 3 negara lain yang sudah memesan Sinovac. Mereka adalah Brasil, Turki dan Chili. ‘Perjalanan’ Sinovac di Brasil tak semulus di Indonesia. Sama halnya Indonesia, negara itu juga menjadi salah satu tempat uji coba klinis fase III. Pada pertengahan November 2020, Brasil telah menerima 120.000 dosis pertama Sinovac dan menunggu persetujuan dari regulator kesehatan nasional (Anvisa).

Melansir Reuters, persetujuan Sinovac tidak akan selesai sebelum 21 Desember dan dapat memakan waktu hingga minggu pertama Januari. Brasil pun belum menentukan waktu distribusi. Mereka kini masih berfokus pada penilaian terkait kemanjuran dan keamanan vaksin. Vaksin Sinovac telah dipromosikan oleh Gubernur Sao Paulo Joao Doria, sebuah langkah yang membuatnya berselisih dengan Presiden Jair Bolsonaro.

Sebab, Bolsonaro telah menyerang vaksin China karena kurang kredibilitas dan masih belum jelas apakah pemerintah federal akan memasukkannya ke dalam program inokulasi nasionalnya.

Hasil jajak pendapat yang diterbitkan sebuah lembaga survei di Brazil, Sabtu (12/12) lalu malah menunjukkan jumlah warga yang menolak vaksin COVID-19 buatan China naik dari sembilan persen pada Agustus 2020 jadi 22 persen minggu ini.

Bolsonaro akhir bulan lalu mengatakan ia tidak akan ikut vaksinasi meskipun vaksin COVID-19 nantinya tersedia. Presiden Brazil, salah satu tokoh yang meragukan vaksin, mengatakan penolakan itu merupakan "hak"-nya.

Ia secara spesifik menyampaikan keraguannya terhadap vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac, perusahaan farmasi asal China, bersama Butantan Institutue, lembaga riset di bawah naungan negara bagian Sao Paulo, Brazil.

Profesor dari Universitas Johns Hopkins Naor Bar-Zeev yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan hasil penelitian harus diinterpretasikan dengan hati-hati sampai hasil Tahap III dipublikasikan.

"Tapi meski begitu, setelah uji coba Tahap III dan setelah perizinan, kita harus tetap berhati-hati," ujarnya.

Gang Zeng, seorang peneliti Sinovac yang terlibat dalam studi CoronaVac mengatakan, vaksin bisa menjadi pilihan yang menarik karena dapat disimpan pada suhu lemari es normal 2 hingga 8 derajat Celcius (36 ° -46 ° F) dan dapat tetap stabil hingga tiga tahun.

Menurut hasil survei Datafolha, hanya 47 persen responden yang bersedia divaksinasi dengan anti virus buatan China, sementara 50 persen lainnya menolak divaksinasi dan tiga persen sisanya belum membuat keputusan.

Hasil survei itu menunjukkan adanya keterkaitan antara penolakan vaksin dengan kepercayaan publik terhadap Presiden Bolsonaro.

Setidaknya, ada 33 persen responden menolak ikut vaksinasi karena mereka percaya Bolsonaro, sementara 16 persen responden menilai presiden bukan orang yang dapat dipercaya.

"Ini akan menawarkan beberapa keuntungan untuk distribusi ke daerah di mana akses ke pendinginan sulit,” terang Zeng.

 

Turki Percaya

Sementara di Turki, keyakinan pada Sinovac masih membuncah. Kementerian Kesehatan Turki telah mengumumkan rencana penggunaan vaksin Sinovac akhir Desember 2020 di tengah lonjakan kasus infeksi dan kematian.

Turki telah menyepakati 50 juta dosis vaksin Sinovac yang saat ini sedang dalam uji coba tahap akhir. Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan, otoritas penggunaan awal akan diberikan setelah laboratorium Turki mengonfirmasi bahwa vaksn itu aman.

"Jika perkembangan terus berlanjut secara positif seperti yang kami harapkan, Turki akan menjadi salah satu negara pertama di dunia yang memulai vaksinasi pada fase awal," kata Koca.

 Upaya vaksinasi akan dilakukan dalam empat tahap. Di antara kelompok pertama adalah tenaga medis dan warga berusia di atas 65 tahun.

Berikutnya adalah pekerja esensial dan orang di atas 50 dengan setidaknya satu penyakit kronis. Ketiga, orang yang berusia di bawah 50 tahun dengan setidaknya satu penyakit kronis, dewasa muda, dan pekerja lain akan divaksinasi. Fase keempat dan terakhir akan dilakukan untuk seluruh populasi.

Negara lainnya yang memamaki Sinovac adalah Chili. Sama halnya dengan Indonesia, Brasil, dan Turki, negara itu menjadi salah satu lokasi uji klinis dari vaksin Sinovac. "Chili dapat dan harus berpartisipasi dalam studi klinis Fase III ini untuk menyetujui, mempelajari, dan mudah-mudahan memajukan pengembangan vaksin ini," Menteri Kesehatan Enrique Paris, dikutip dari Reuters, awal Oktober lalu. Bb/cnn/dym/sun/rtr

Berita Terbaru

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh…

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, BIMA – Dalam upaya memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi masyarakat dari bahaya pangan yang tidak memenuhi syarat, Balai Pengawas O…

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya mulai mengintensifkan pemeriksaan kepatuhan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) t…

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) turut mendukung penyelenggaraan Surabaya Electric Forum 2…

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…