Usai Uji Lab, Telur Viral Ternyata Telur Asli

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Satgas Pangan Polda Jatim Kombes Pol Farman bersama tim saat sidak pasar Tambakrejo beberapa waktu lalu, Senin (17/5/2021)
Ketua Satgas Pangan Polda Jatim Kombes Pol Farman bersama tim saat sidak pasar Tambakrejo beberapa waktu lalu, Senin (17/5/2021)

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kabar adanya telur palsu beredar di pasar Kediri, langsung ditepis tim Satgas Pangan Polda Jawa Timur. Pasalnya, dugaan telur palsu di Kediri salah. Karena, dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemerintah Kota Kediri menyebut telur tersebut asli dari telur ayam.

" Setelah hasil uji lab terkait telur di Kediri dan koordinasi dengan dinas terkait, bahwa telur yang dimaksud dalam pemberitaan merupakan telur ayam asli," kata Ketua Satgas Pangan Polda Jatim Kombes Farman di Surabaya, Senin (17/5/2021).

Tapi, pria yang menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda Jatim ini mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dari mana asal telur dan mengapa kondisi telur menjadi keras dan mirip jel, seperti yang dilihat dalam video viral. "Saat ini kami masih melaksanakan proses penyelidikan terkait asal dari telur tersebut," imbuhnya.

Perwira dengan tiga melati dipundak ini menjelaskan dirinya menduga telur tersebut merupakan telur infertil atau telur yang sudah dibuahi namun gagal menetas. "Harusnya telur yang dijual pada umumnya adalah telur yang belum dibuahi, dugaan saya ini telur yang sudah dibuahi untuk ditetaskan, kemungkinan ini telur yang gagal menetas, namun dijual juga," pungkas Farman.

Diketahui, sebuah video seorang ibu di Kediri menemukan telur ayam yang diduga palsu, viral di aplikasi WhatsApp. Video berdurasi satu menit itu memperlihatkan sejumlah telur ayam dalam kondisi terpecah. Isinya tampak kental menyerupai jel. "Nah, ini masa telur bisa seperti ini, ini seperti tisu," ucap seorang ibu-ibu dalam video tersebut, seperti yang dilihat, Minggu (16/5/2021).

Video lainnya berdurasi 4 menit 27 detik menunjukkan sejumlah telur terpecah dan isinya mengeras seperti es krim. "Ini ternyata saya menemukan benar-benar menemukan telur yang mungkin dikatakan telur palsu ini. Ya tadi kita mau bikin ceplok telor dan kita buka ternyata masyaallah seperti ini. Kalau telur ditaruh kulkas itu tidak akan beku. Tapi ini beku. Mohon untuk pihak berwajib, saya sisakan telurnya untuk bukti," ucap perempuan dalam video tersebut.

Hasil penelusuran, penemuan telur ayam yang diduga palsu itu terjadi di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Kini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan. Penemuan telur ayam diduga palsu ini pertama kali dilaporkan oleh Linda Agustini.

Awalnya ia mengaku membeli satu kilogram telur ayam dari pedagang kaki lima dan memasukkan ke dalam kulkas. "Saya masukkan ke dalam kulkas bagian bawah, bukan freezer. Setelah lima hari saya pecahkan tidak bisa, keras sekali. Cangkangnya bahkan bisa diiris pakai pisau," kata Linda.

Ia menambahkan, selain cangkang yang sulit dipecahkan, putih dan kuning telur juga mencair dan bercampur menjadi satu. Tidak seperti telur pada umumnya. Bahkan dari dalam telur keluar cairan bening yang kemudian mengeras seperti lem. Kulit ari yang berada di dalam cangkang juga kenyal saat ditarik.

"Karena khawatir berdampak pada kesehatan, telur itu tidak jadi dimasak. Apalagi sempat ada kabar telur palsu beberapa waktu lalu. Saya beli seharga Rp 19 ribu per kilogram," imbuh Linda.nt

Berita Terbaru

The Nook Cafe Jadi Simbol Konspirasi Orang Dalam, KI Jatim Ikrarkan Keterbukaan Dokumen

The Nook Cafe Jadi Simbol Konspirasi Orang Dalam, KI Jatim Ikrarkan Keterbukaan Dokumen

Rabu, 15 Jul 2026 19:38 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Putusan Komisi Informasi (KI) Jawa Timur atas sengketa tata ruang Graha Famili bukan sekadar perkara dokumen. Di balik gugatan…

Anggaran Puluhan Miliar, Perbaikan Jalan Baik di Ponorogo Hanya Bertambah 2,5 Hingga 4 Persen

Anggaran Puluhan Miliar, Perbaikan Jalan Baik di Ponorogo Hanya Bertambah 2,5 Hingga 4 Persen

Rabu, 15 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengalokasikan anggaran jumbo berkisar Rp 80 hingga Rp 90 miliar untuk proyek perbaikan…

Dugaan Korupsi Anggaran Desa Mliriprowo, Kejari Sidoarjo Sudah Kantongi Bakal Calon Tersangka

Dugaan Korupsi Anggaran Desa Mliriprowo, Kejari Sidoarjo Sudah Kantongi Bakal Calon Tersangka

Rabu, 15 Jul 2026 16:48 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 16:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo memastikan sudah mengantongi nama bakal calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran…

TMMD di Lamongan Fokus Pada Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Desa

TMMD di Lamongan Fokus Pada Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Desa

Rabu, 15 Jul 2026 16:45 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melalui upacara, Rabu…

Rokok Ilegal di Lamongan Terus Diburu, Petugas Berhasil Sita 3.040 Batang

Rokok Ilegal di Lamongan Terus Diburu, Petugas Berhasil Sita 3.040 Batang

Rabu, 15 Jul 2026 16:43 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 16:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Peredaran rokok ilegal di Lamongan menjamur. Hal itu terbukti dengan keberhasilan petugas mengamankan 3.040 rokok tanpa cukai itu…

Bank Madiun Tinggal Tunggu Izin Dari OJK Untuk Bertranformasi Ke Perseroda 

Bank Madiun Tinggal Tunggu Izin Dari OJK Untuk Bertranformasi Ke Perseroda 

Rabu, 15 Jul 2026 16:23 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 16:23 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Transformasi Bank Madiun dari Perumda menjadi Perseroda ( PT BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun) tinggal tunggu izin operasional dari …