SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memiliki nama latin brassica oleracea, brokoli termasuk dalam suku kubis-kubisan (Brassicaceae). Selain segar, brokoli yang baik memiliki batang halus dengan daun bonggol kepala utuh dan memiliki kelompok pucuk yang masih kuncup berwarna hijau tua.
Kandungan dalam brokoli ini kaya akan provitamin A atau karotenoid, vitamin E, asam folat dan vitamin C. Berdasarkan penelitian tim dari Ching Hua University di Beijing, China, brokoli memiliki kandungan magnesium tinggi yang dapat meningkatkan daya ingat dan intelegensia.
Ekstrak yang terdapat pada brokoli dapat digunakan sebagai obat terapi daya ingat. Profesor Peter Houghton dari King College, London mengungkapkan kandungan glukosinolat pada sayuran bertekstur gempal ini memiliki daya acetylkolinesterase inhibitor, Kamis (27/5/2021).
Acetylkolinesterase inhibitor merupakan enzim yang dapat menghambat neurotransmiter asetilkolin, pemicu menurunnya daya ingat pada lansia. Meski demikian, khasiat itu bermanfaat untuk berbagai usia. Karena itu, alangkah baiknya jika konsumsi brokoli dibiasakan sejak dini.
Khasiat brokoli, mencegah dan memberi perawatan penderita Alzheimer (berkurangnya ingatan) di kalangan orang tua. Penyakit ini akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari penderitanya, karena mengganggu wilayah otak yang mengendalikan pikiran dan ingatan.
Kebanyakan obta yang dipakai dalam perawatan Alzheimer bersifat sebagai penghalang acetylcholinesterase, enzim yang bertanggung jawab atas kerusakan fungsi transmisi saraf acetylcholine.
Acetylkolinesterase inhibitor merupakan suatu enzim yang memberikan respons untuk menghambat neurotransmitter asetilkolin, pemicu menurunnya daya ingat pada lansia. Namun, brokoli tidak hanya untuk mereka yang sudah lanjut usia.
Para ahli menyarankan mengonsumsi banyak brokoli sejak dini untuk meningkatkan daya ingat dan mencegah Alzheimer. Seseorang mudah lupa dipengaruhi oleh adanya beberapa sel otak yang sudah mulai mati. Sel otak yang sudah mati tidak akan mengalami regenerasi. Inilah yang menyebabkan orang mudah lupa
Sayuran berupa kumpulan kuntum bunga ini pun efektif mencegah serangan jantung dan stroke. Kandungan zat kimia sulforaphane pada brokoli, berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penyumbatan arteri, seperti disebutkan dalam hasil penelitian Journal Arteriosclerosis Thrombosis and Vascular Biology.
Brokoli biasanya diolah dalam berbagai hidangan lezat. Agar warnanya tetap hijau segar, rebus dengan air mendidih yang sudah ditambahkan dengan 1/2 sdt garam dapur.
Meski demikian, tak sedikit juga yang gemar mengkonsumsi mentah sayuran ini. Meski belum ada laporan jelas, konsumsi brokoli tidak dianjurkan bagi mereka yang bermasalah dengan pembekuan darah. Dsy9
Editor : Redaksi