Plasma Konvalesen Hanya untuk Pasien Covid-19 Ringan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Prof Zubairi Djoerban

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI
Prof Zubairi Djoerban Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kini saya amati di masyarakat mulai banyak yang bahas plasma konvalesen. Tapi belum banyak yang tahu manfaat dan penggunaan yang efektif.

Saya perlu sampaikan plasma konvalesen secara medik hanya diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Penjelasan saya ini sesuai dengan bukti ilmiah yang telah dilakukan beberapa jurnal kesehatan di dunia.

Sekali lagi benar plasma konvalesen hanya untuk covid-19 yang ringan. Tidak boleh yang berat.

Berdasarkan bukti yang ada, saya catat beberapa negara sudah menangguhkan plasma tersebut sebagai bagian dari pengobatan Covid-19. Bahkan, Inggris, sudah tidak menggunakan plasma itu sama sekali.

Amerika juga sudah tidak menggunakannya untuk kasus yang berat. Malahan banyak syarat lain dalam penggunaanya.

Merujuk pada jurnal yang telah dibuat dan dipublikasikan di jurnal jurnal ilmiah kedokteran, tinjauan sistematis dan meta-analisis menjadi faktor dalam penggunaan plasma konvalesen. Lebih jauh, dalam jurnal Asosiasi Pengobatan misalnya, Plasma Konvalesen dengan Hasil Klinis pada Pasien Covid-19’ ternyata pengobatan dengan plasma konvalesen dibandingkan dengan kontrol lainnya, tidak terkait . Termasuk peningkatan kelangsungan hidup atau hasil klinis positif yang ada.

Penelitian itu, dilakukan berdasarkan pada data PubMed, registri uji coba Cochrane Covid-19, dan platform Living Overview of Evidence. Penelitian ini dibedah hingga 29 Januari 2021.

Pemilihan Studi RCT dilakukan dengan membandingkan semua jenis plasma konvalesen vs plasebo atau standar perawatan untuk pasien dengan Covid-19 yang dikonfirmasi atau diduga dalam pengaturan perawatan apapun. Demikian kata penulis utama, Lars G. Hermkens, dari Departemen Penelitian Klinis, Rumah Sakit Universitas Basel.

Bahkan, National Institute of Health (NIH) Amerika Serikat yang berpusat di Maryland, juga menghentikan uji coba plasma konvalesen Covid-19 pada pasien gawat darurat dengan gejala ringan. Pasalnya, berdasarkan studi yang NIH lakukan, menunjukkan jika pengobatan itu aman, tetapi tidak memberikan manfaat yang signifikan pada kelompok gejala ringan. (Prof Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI, kepada Republika, Kamis 1 Juli 2021)

Berita Terbaru

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…

BNN Tegaskan Vape Bukan Alat Bantu Berhenti Merokok

BNN Tegaskan Vape Bukan Alat Bantu Berhenti Merokok

Rabu, 18 Feb 2026 18:34 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan, bahwa rokok elektronik atau biasa disebut vape, tidak serta merta sebagai alat b…