Dari Hobi, Kini Eksis Jadi Kolektor Motor Klasik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Irfan Nur Fajar yang sedang merawat motor klasik koleksinya. SP/ BLT
Irfan Nur Fajar yang sedang merawat motor klasik koleksinya. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nilai historis dan keantikan dari motor klasik menjadi kebanggaan tersendiri, oleh karenanya penggemar motor klasik atau jadul terus menjamur baik dari kalangan muda hingga usia tua. Para pencinta motor antik bahkan rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan motor idaman.

Salah satu pecinta motor klasik tersebut diantaranya adalah Irfan Nur Fajar. Warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, itu sejak duduk di bangku SMA begitu menggemari motor klasik. Terutama vespa. Namun, beberapa tahun belakangan ini fokus ke motor klasik jenis bebek.

Koleksi motor klasik bebek pemuda 26 tahun itu mencapai puluhan. Sebagian dari koleksinya juga dijual. Irfan memanfaatkan hobinya itu menjadi ladang bisnis.

"Sudah sejak 2016 lalu fokus bisnis jual-beli motor klasik. Awalnya hanya hobi mengoleksi. Melihat peluang bisnis motor klasik di luar cukup besar, saya putuskan mencoba” ungkapnya.

Berkat bisnisnya itu, keuntungan yang diperoleh cukup menggiurkan. Selain untuk biaya kehidupan sehari-hari, sebagian ditabung dan lainnya diputar untuk modal membeli unit. "Saya tetap cari unit. Jika ada unit bagus dan cocok, saya beli," katanya.

Irfan selama ini memburu motor jadul via media sosial (medsos). Terkadang juga lewat informasi dari rekan-rekan sejawat. Rata-rata unit yang didapat selama ini dari luar daerah.

Dalam mencari unit, ada beberapa kriteria. Di antaranya motor masih dalam kondisi orisinal. Artinya, unit belum diutak-atik ataupun dimodifikasi. "Dari body, spare part, hingga mesin, semua harus masih orisinal. Apalagi jika lengkap," terangnya.

Meskipun ada beberapa spare part yang kurang lengkap, terkadang Irfan tetap mengambilnya. Soal harga, tetap ada tawar-menawar. Sebisa mungkin ditawar lebih rendah dari harga yang dipasang. Dsy1

 

Berita Terbaru

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadirkan BSI Fest Ramadan 2026 di Surabaya pada 19–22 Februari 2026. Kegiatan ini me…

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bukti Arkeologis mengungkap Flkakta Gajah Mada lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur, dari Dewi Andogsari tidak …

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bersalah kepada sejumlah debitur pembiayaan FIFGroup dalam perkara p…

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…