Sepenggal Kisah dari Terminal, Terpaksa Jual Perhiasan hingga Cari Sampingan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi Terminal Manukan yang dahulunya padat dengan aktivitas angkot, sekarang sepi karena tergerus zaman dan pandemi. SP/ Ang
Kondisi Terminal Manukan yang dahulunya padat dengan aktivitas angkot, sekarang sepi karena tergerus zaman dan pandemi. SP/ Ang

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bukan rahasia lagi jika pandemi Covid 19 berimbas kepada seluruh sektor perekonomian. Hal tersebut dirasakan oleh semua lapisan masyarakat terutama masyarakat menengah kebawah (wong cilik). Surabaya Pagi berkesempatan mewawancarai Yoyok, salah satu sopir angkutan kota (angkot) di wilayah jalan Manukan Tama, Tandes, Surabaya. Kepada Surabaya Pagi ia bercerita bagaimana ia bertahan hidup di masa pandemi.

Ditemui Surabaya Pagi disalah satu warung kopi daerah Manukan Lor, Surabaya, pada Minggu, (25/07/2021), Yoyok bercerita bahwa sebelum pandemi pun supir angkot sudah susah karena harus bersaing dengan Angkutan Online.

"Ndausah nanya di masa pandemi mas, sebelum pandemi kami wes susah ngadepin ojek online (ojol) itu, sampean tau kan waktu itu ojek online nggerus penghasilan kami", selorohnya.

Ia menjelaskan, bahwa kehidupan supir angkot di masa itu saja sudah sangat susah untuk memenuhi setoran. Terlebih lagi di masa pandemi ini. Ia menggambarkan susahnya dengan nilai uang yang harus disetor kepada bosnya.

"Dulu itu kami setor ke juragan 75 ribu untuk satu hari, sekarang kami setor ke juragan itu 30-40 ribu, itupun ga nutut mas, belum beli bensin", keluh Yoyok.

Akibat kalah bersaing dengan ojol dan terdampak pandemi, Yoyok harus menjual perhiasan istrinya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia pun kini tak mengandalkan profesi supir angkot menjadi sumber penghasilan. Ia lebih memilih menjadi pedagang nasi bungkus di pagi hari dan berdagang baju di sore hari.

"Saya inget sampai harus jual perhiasan istri. Disitu saya malu mas, nangis saya di hadapan istri saya. Saya merasa gagal menjadi suami sampek harus menjual perhiasan mas kawin saya", ujar Yoyok sambil menghela nafas.

Ia masih bersyukur, keluarganya masih bertahan hingga hari ini walaupun sempat dihantam permasalahan ekonomi. Tak lupa ia berpesan kepada rekan seprofesinya untuk segera mencari sampingan guna bertahan hidup.

" Alhamdulullah mas gak di cerai bojoku, aku ngeri liat teman teman itu ada yang sampek buyar rumah tangganya, ini juga pelajaran buat supir angkot lainnya bahwa kalo ada kesempatan kerja sampingan selain jadi sopir kudu disikat biar bisa hidup", seloroh Yoyok.

Keluh kesah yang disampaikan Yoyok bukanlah isapan jempol belaka. Pantauan Surabaya Pagi di terminal Manukan Surabaya, tidak ada aktivitas angkot yang terlihat. Terminal yang dulunya diisi oleh banyak angkot dari berbagai jurusan kini hanya tersisa dua jurusan,  yakni jurusan Joyoboyo dan Jembatan Merah Surabaya. (ang)

 

 

 

 

Berita Terbaru

Alami Krisis Kekeringan, Ngawi Optimalkan Distribusi Air Bersih ke 4.403 Warga

Alami Krisis Kekeringan, Ngawi Optimalkan Distribusi Air Bersih ke 4.403 Warga

Selasa, 13 Okt 2026 12:46 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menindaklanjuti meluasnya dampak kekeringan ekstrem selama musim kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

Musim Kemarau Panjang, Pemkab Tulungagung Dropping 25 Ribu Liter Air Bersih

Musim Kemarau Panjang, Pemkab Tulungagung Dropping 25 Ribu Liter Air Bersih

Selasa, 13 Okt 2026 12:41 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Selama musim kemarau panjang 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, menyalurkan (dropping) 25 ribu liter air bersih…

Pasca Revitalisasi, Pasar Banyuwangi Jadi Destinasi Baru hingga Spot Kulineran

Pasca Revitalisasi, Pasar Banyuwangi Jadi Destinasi Baru hingga Spot Kulineran

Selasa, 13 Okt 2026 12:33 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pasca rampung direvitalisasi, Pasar Induk Banyuwangi, kini tidak hanya sebagai tempat perdagangan saja, namun menjadi destinasi…

Gencarkan Potensi Kopi Lokal, Bupati Pacitan Siapkan Surat Edaran Seluruh OPD

Gencarkan Potensi Kopi Lokal, Bupati Pacitan Siapkan Surat Edaran Seluruh OPD

Selasa, 13 Okt 2026 12:24 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Guna memperluas pasar sekaligus meningkatkan permintaan terhadap produk petani setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan…

Hingga per Akhir September 2026, Karhutla di Ponorogo Capai 341,85 Hektare

Hingga per Akhir September 2026, Karhutla di Ponorogo Capai 341,85 Hektare

Selasa, 13 Okt 2026 12:17 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Hingga akhir September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, mencatat kebakaran hutan dan lahan…

Cegah Penularan, Pemkot Madiun Perluas "Skrining" TBC di 68 Titik Lokasi

Cegah Penularan, Pemkot Madiun Perluas "Skrining" TBC di 68 Titik Lokasi

Selasa, 13 Okt 2026 12:07 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mencegah penularan penyakit tuberkulosis (TBC) di lingkungan setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, mulai memperluas…