"PPKM Ada yang Salah, Bukan Langsung Main Perpanjang"

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di RS Lapangan Indrapura yang berhasil sembuh, dilakukan wisuda. SP/Semmy
Beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di RS Lapangan Indrapura yang berhasil sembuh, dilakukan wisuda. SP/Semmy

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ketua relawan pendamping Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (PPKPC-RSLI) Radian Jadid, Senin (26/7/2021)  kemarin menjelaskan penerapan perpanjangan PPKM yang dilakukan oleh pemerintah kurang begitu efektif mengendalikan kasus Covid-19.

Hal bisa dikatakan Jadid karena data yang didapat dari Satgas Covid-19 Jatim dan di RSLI Surabaya, dari tingkat penambahan kasus (positivity rate) sebelum PPKM darurat diberlakukan dengan pasca PPKM darurat diterapkan.

Data dari BNPB tanggal 2 Juli 2021 atau sehari sebelum PPKM darurat diberlakukan, jumlah kasus positif corona di Indonesia tercatat 2.228.938 dengan total kumulatif pasien corona yang meninggal dunia mencapai 59.534 kasus.

Sementara pada 25 Juli 2021 kemarin, jumlah kasus positif tercatat sebanyak 3.166.505, dengan angka kematian mencapai 83.279 kasus.

"Kalau bilang PPKM itu untuk mengatasi corona, buktinya saat PPKM justru naik sampe hampir 1 juta. Artinya ada yang salah di sini, perlu dievaluasi lagi kebijakan itu. Bukan langsung main diperpanjang," kata Radian Jadid kepada Surabaya Pagi, Senin (26/7/2021).

Dalam analisa Jadid, musabab kenaikan tersebut akibat tidak adanya dukungan pemerintah secara finansial maupun logistik bagi masyarakat. Di sisi lain, pemerintah justru membatasi masyarakat untuk tidak beraktivitas.

"Kalau pekerja yang gajinya bulanan, jelas itu oke. Tapi kalau buruh harian, sehari gak kerja mau makan apa mereka, ya terpaksa berontak. Makanya sekarang ada perlawan dimana-mana," katanya

"Jadi menurut saya, kebijakannya dievaluasi lagi, kebutuhan masyarakat kecil dipenuhi dulu, karena kebijakan tanpa logostik yang jelas pada hakekatnya sama saja," tambah Jadid.

 

Sektor Ekspor Ikut Merosot

Senada dengan itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto juga ikut menyinggung terkait merosotnya laju ekspor ke luar negeri.

Salah satu yang berdampak kata Adik adalah ekspor furniture dan ekpor perikanan khususnya di wilayah Jatim. Selama PPKM darurat berlangsung, terjadi pembatasan ekspor, yang mengakibatkan sejumlah pengusaha ikut merugi.

"Dibatasi kita, turunnya itu hampir 50 persen. Untuk ekspor ikan beku turun sekitar 20-30 persen," kata Adik kepada Surabaya Pagi, Senin (26/7/2021).

Pembatasan sektor ekspor akibat PPKM diangka 50 persen kata Adik, dapat berpengaruh pada target pemerintah pusat yang ingin mendorong ekspor perikanan Jatim hingga 250% khususnya untuk udang. Oleh karenanya ia meminta, agar kebijakan pemerintah khususnya berkaitan dengan sektor ekpor dievaluasi kembali.

"Kalau dibatasi bagaimana targetnya bisa tercapai. Kalau bisa dibuka saja 100 persen sehingga baik pengusaha maupun buyer tidak dirugikan. Toh target pemerintah juga ikut tercapaikan" katanya.

Sebagai informasi, jumlah ekspor di wilayah Jatim pada bulan Juni 2021 mengalami kenaikan sebesar 22,64 persen bila dibandingkan dengan bulan Mei. Oleh karenanya Adik berharap, di bulan Juli tahun ini tidak terjadi penurunan yang signifikan. "Ya walaupun ada pembatasan, mudah-mudahan bisa bertahan ekpor Jatim. Kalau pun turun semoga tidak begitu parah," pungkasnya. sem/cr4/rmc

Berita Terbaru

Mohamad Feriadi Raih Penghargaan CEO of The Year di Indonesia Logistics Award 2026

Mohamad Feriadi Raih Penghargaan CEO of The Year di Indonesia Logistics Award 2026

Jumat, 16 Okt 2026 08:05 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JAKARTA : Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan bergengsi kategori…

Kurangnya Sarana dan Prasarana Pendidikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Pemkot Segera Lakukan Pemetaan Sekolah

Kurangnya Sarana dan Prasarana Pendidikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Pemkot Segera Lakukan Pemetaan Sekolah

Jumat, 16 Okt 2026 08:00 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:00 WIB

Surabaya Pagi.com-Surabaya -  Kurang fasilitas kebutuhan sarana dan prasarana Pendidikan menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiyar Rifai. Ia …

IHSG Hari Ini Anjlok 1,3% ke 5.863

IHSG Hari Ini Anjlok 1,3% ke 5.863

Jumat, 16 Okt 2026 07:59 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 07:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan saham Kamis, (15/10/2026). Namun, tekanan IHSG hari ini berkurang jelang…

Pemerintah Targetkan Biaya Logistik Turun Jadi 12,5 Persen Pada 2029

Pemerintah Targetkan Biaya Logistik Turun Jadi 12,5 Persen Pada 2029

Jumat, 16 Okt 2026 07:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 07:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pemerintah menargetkan biaya logistik nasional turun menjadi 12,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2029 dari 14,29 persen…

Vinfast Resmikan Dealer ke 41

Vinfast Resmikan Dealer ke 41

Jumat, 16 Okt 2026 07:54 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 07:54 WIB

SURABAYAPAGI.com - VinFast terus memperkuat kehadirannya di seluruh Indonesia melalui peresmian VinFast Lombok, yang menjadi diler ke-41 VinFast secara…

WCCE 2026 Perkuat Posisi Ekonomi Kreatif RI di Mata Dunia

WCCE 2026 Perkuat Posisi Ekonomi Kreatif RI di Mata Dunia

Jumat, 16 Okt 2026 07:52 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 07:52 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf ) memanfaatkan momentum konferensi internasional World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026…