Polemik Uang Komite di SMA Negeri di Surabaya

Kadis Pendidikan Jatim: Sumbangan tak Ada Hubungannya dengan BPOP

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wahid Wahyudi.
Wahid Wahyudi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kebijakan sekolah SMA negeri di Surabaya yang memberlakukan sumbangan dari wali murid Rp 150 ribu per bulan, memantik reaksi dari Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi. Ia mengatakan, sumbangan yang dilakukan oleh sekolah tidak bertentangan dengan aturan yang ada.

Bahkan ia menyebutkan, selain orang tua siswa mayarakat umum pun dapat membantu sekolah melalui sumbangan dengan tujuan untuk memajukan pendidikan di Jatim.

"Siapapun boleh nyumbang sekolah. Wartawan juga boleh nyumbang sekolah," kata Wahid melalui pesan singkat.

Yang menarik, saat ditanyai lebih lanjut, apakah sumbangan sukarela dapat dipergunakan untuk menutupi defisit anggaran Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOP) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang dipotong 50 persen, ia menepis hal tersebut.

"Sumbangan sukarela tidak ada kaitannya dengan BPOPP," aku Wahid.

Padahal sebelumnya, Kepala Sekolah SMA 11 Surabaya Drs. R. Achmad Djunaidi, M.Pd tak mengatakan, pemberlakuan sumbangan  tersebut diperuntukan untuk meng-cover biaya personalia, akibat adanya pemotongan 50 persen BPOP. Salah satunya diperuntukan untuk tunjangan penghasilan pegawai (TPP) dan berikutnya adalah tunjangan kinerja (tukin).

"Ada perbedaan pendapatan. Yang kami gunakan itu peraturan tahun 2016, ada Tukin. Saya tambahkan cuma 300 ribu untuk penyesuaian. Sementara kalau kita ikut ke pemkot itu Rp 4,6 juta sementara guru kami masih Rp 3,2 juta. Kan kasihan juga guru saya," katanya seraya menambahkan jika TPP berkaitan dengan proses mengajar.

 Terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Tjahjo Baskoro Wifi, S.Pd. MSi mengaku, dengan adanya pemotongan 50% BPOPP, pihanya berupaya menyesuaikan kegiatan dengan anggaran yang tersedia.

Meski begitu, memang ada beberapa pos anggaran BPOPP yang tidak cukup. Oleh karenanya, pihak SMA 16 berkoordinasi dengan pihak komite untuk melakukan pengadaan anggaran berbasis partisipasi masyarakat.

"Karena memang dari aturan, sumber anggaran ada 3. Dari pusat berupa BOS, dari pemerintah provinsi untuk SMA itu disebut BPOPP dan dari partisipasi masyarakat. Nah kami di sini juga menggandeng komite dalam bentuk RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah_red)," kata Tjahyo kepada Surabaya Pagi.

 

Dikorbankan

Sementara itu, Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur, Isa Ansori menjelaskan, terkait sumber pembiayaan pendidikan sejatinya ada 2 yakni dari bantuan pemerintah dan partisipasi masyarakat.

Hal tersebut katanya, telah diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003. Pasal 46 UU Sisdiknas secara verbatim menyebutkan, pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Khusus untuk sumber anggaran dari mayarakat dalam kasus ini wali siswa, maka harus dikelola secara akuntabel dan transparan sehingga menghindari terjadi praktek pungli.

"Nah untuk itu harus diatur dalam RAB sekolah," kata Isa Ansori kepada Surabaya Pagi.

Ia pun menyoroti terkait anggaran BPOP yang dipotong sebesar 50%. Menurutnya, kendati pemotongan tersebut berkaitan dengan prioritas pemerintah menangani pandemi covid-19, tapi bukan berarti anggaran bantuan pendidikan yang dikorbankan.

"Sifatnya bantuan maka ada kebijakan difokuskan ke kesehatan masyarakat di masa pandemi. Tapi seharusnya memang diperlukan alternatif lain selain anggaran pendidikan. Karena dengan adanya itu, bantuan (pendidikan) menjadi terkurangi dan akibatnya masyarakat harus berpartisipasi lebih," ucapnya.

Sebagai tambahan, kejadian yang terjadi di SMA 11 Surabaya sebetulnya terjadi pula di sekolah lain. Penelusuran Surabaya Pagi menemukan, di tahun 2020 lalu, SMA di Mojokerto justru memberlakukan sumbangan dengan angka yang sangat tinggi.

SMA Negeri 1 Kota Mojokerto misalnya, menarik sumbangan partisipasi masyarakat khususnya bagi orang tua wali untuk pendidikan senilai Rp 2,4 juta per siswa. Serta di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto menarik sumbangan partisipasi senilai Rp 1,8 juta per siswa.

Anggaran tersebut kemudian digunakan oleh pihak sekolah untuk membayar honor guru tidak tetap maupun pegawai tidak tetap (GTT/PTT). sem

Berita Terbaru

Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Rabu, 04 Nov 2026 19:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 19:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 semakin memperkuat semangat transformasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa T…

Bupati Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Sejumlah OPD Berganti Pimpinan

Bupati Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Sejumlah OPD Berganti Pimpinan

Rabu, 04 Nov 2026 18:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:09 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan rotasi terhadap enam pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemerintah Ka…

Polres Lumajang Salurkan Ratusan Paket Sembako secara Door to Door kepada Korban Banjir Lahar Semeru

Polres Lumajang Salurkan Ratusan Paket Sembako secara Door to Door kepada Korban Banjir Lahar Semeru

Rabu, 04 Nov 2026 18:07 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:07 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Kepedulian terhadap warga terdampak banjir lahar hujan Gunung Semeru ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres)…

Bupati Fauzi Minta Sukseskan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut 2026 di Sumenep 

Bupati Fauzi Minta Sukseskan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut 2026 di Sumenep 

Rabu, 04 Nov 2026 18:03 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:03 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan penekanan khusus yang ditayangkan melalui Videotron yang menegaskan agar seluruh…

Diprotes Puskopkar Jatim, Identifikasi Lapangan Kasus Tanah Perumahan GKSP Sedati oleh Polresta dan BPN Sidoarjo Gagal

Diprotes Puskopkar Jatim, Identifikasi Lapangan Kasus Tanah Perumahan GKSP Sedati oleh Polresta dan BPN Sidoarjo Gagal

Rabu, 04 Nov 2026 17:51 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sengketa tanah di Perumahan Griya Karya Sedati Permai (GKSP), Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kembali memanas. Upaya…

Ning Ita Raih ATM Award 2026 atas Komitmen Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Ning Ita Raih ATM Award 2026 atas Komitmen Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Rabu, 04 Nov 2026 16:56 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita menerima penghargaan AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) Award…