Jadi Beban Warga, Laila Mufidah Desak Evaluasi Kenaikan Tarif PGN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah. SP/ALQ
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah. SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Banyaknya warga yang mengeluh kenaikan tarif gas rumah tangga yang disediakan Perusahaan Gas Negara (PGN). Maka dari iti Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mendesak harus ada evaluasi menyeluruh terkait kenaikan tarif gas. Dalam situasi banyak warga terempas pandemi, makin dibebani kenaikan tarif gas.

"Kasihan pelaku ekonomi kerakyatan yang hendak bangkit dari pandemi. Apalagi kenaikan tari itu tidak disosialisasikan secara masif. Harus ditinjau ulang atau keringanan," kata Laila yang juga Ketua DPC Perempuan Bangsa Surabaya.

Sementara, Ali Mustofa, warga Rungkut Lor jaringan gas yang disediakan PGN menelusup hingga ke kampung Rungkut saat ini menjadi beban warga.

"Kalau berat begini saya dan warga yang lain akan beralih ke gas elpiji saja. Dari sebelumnya saya Rp 50.000 kini bisa Rp 180.000," ungkapnya.

Dia memprediksi dengan hanya masak telur dan sayur, sebulan paling banyak menghabiskan tiga tabung elpiji 3 kg.

Sudah lebih sepuluh tahun, warga nyaman dengan layanan jaringan gas yang menerobos kampung. Banyak rumah-rumah di Rungkut sudah teraliri jaringan gas milik PGN. Mereka tinggal pejet sudah bisa memasak.

Namun kemudahan itu kini harus berbiaya tinggi. Sebab sejak tiga bulan terakhir berlaku kenaikan tarif gas. Keluarga Ali Mustofa sendiri hanya menggunakan gas untuk masak. Tidak lebih dari itu.

Dia juga menuturkan bahwa sejumlah warga sempat protes ke PGN setelah ramai di grup warga. Banyak yang jumlah pemakaian atau kubikasi sama tapi tarif berbeda. "Setelah diprotes ada penyesuaian," kata Ali.

Warga saat ini mendesak agar ada petugas pencatat yang rutin mengecek pemakaian. Agar warga puas dan nyaman. Alq

Berita Terbaru

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peternak ayam pedaging atau ayam broiler mengaku rugi hingga ratusan juta akibat harga ayam di kandang terjun bebas. Perhimpunan…

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Saya pernah renungkan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup yang diberikan Tuhan ? Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup…

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah  ‎

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah ‎

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mendesak Pemkot segera menutup lahan parkir milik PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr Soetomo. M…

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka baru ini…

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam video yang dibagikan kantor berita Fars, para perempuan Iran berkerudung hitam turun ke jalanan meneriakkan "matilah…

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dipicu oleh temuan BPK atas dugaan kesalahan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah SMAN di Sulsel,…