SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mengapresiasi langkah maju Pemkot Surabaya dalam pengelolaan sampah menjadi energi alternatif. Surabaya sudah memiliki TPS RDF (Refuse Derived Fuel).
Hasil dari pengeringan sampah di TPS RDF ini bisa menghasilkan bahan bakar alternatif untuk industri. Saat ini, tengah dilakukan koordinasi dengan industri Semen Gresik.
TPS RDF itu berlokasi di TPS 3R (Reduce Reuse Recycle) di Tambak Osowilangun. Laila akan mengawalnya hingga benar-benar terealisasi. Pemkot bersama DPRD Surabaya sudah menganggarkan Rp 30 miliar untuk dioperasikannya TPS RDF.
"Kami mendukung upaya Pemkot Surabaya untuk mengatasi problematika kota soal sampah. Apalagi saat ini tengah dijalankan program kampung zero waste. Kampung nol sampah di Surabaya," kata Laila.
Saat ini, jumlah sampah yang dihasilkan di Kota Surabaya antara 1.600 sampai 1.800 ton per hari. Pengelolaan sampah organik harus didorong lebih maksimal sehingga total sampah bisa tereduksi maksimal.
Diakui bahwa kampung zero waste yang tujuan utamanya pengurangan sampah di kota ini belum kuat pelaksanaannya. Begitu juga keberadaan bank sampah. Pengelolaannya belum ter-manage dengan baik sehingga pemilahan tidak berjalan maksimal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dedik Irianto sebelumnya menyebut bahwa dalam pengelolaannya sampah organik sudah dipilah dan diolah. Sebab Surabaya saat ini mempunyai 27 rumah kompos.
"Selain rumah kompos, Surabaya juga punya 12 TPS 3R ). Bahkan kami saat ini juga tengah mengembangkan TPS RDF (Refuse Derived Fuel) yang bisa jadi bahan bakar alternatif," kata Dedik. Alq
Editor : Moch Ilham