SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Meskipun sudah menjabat sebagai Kepala Daerah Kota Mojokerto, label sebagai kader muslimat nahdlatul ulama tak pernah ditinggalkan oleh Wali Kota, Ika Puspitasari.
Wanita yang akrab disapa Ning Ita Ini selalu terlibat aktif dalam setiap kegiatan 'Muslimatan'. Salah satunya tampak terlihat dalam pelaksanaan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) ke- 45 yang digelar selama tiga hari berturut-turut, Jumat-Ahad (11-13/2/2022) di Hall lantai 4, MPP Gajah Mada Kota Mojokerto.
Selain menggagas dan memfasilitasi kegiatan sekolah kader bagi para pengurus PC Muslimat NU Kota Mojokerto, Petinggi Pemkot ini juga tampak antusias menjadi pesertanya.
“Sebagai kader muslimat, saya sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya program-program Muslimat NU. Terutama dalam rangka bersinergi meningkatkan kapasitas SDM di Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Ia berharap, muslimat nahdatul ulama tidak hanya besar kuantitas, tapi juga kualitasnya agar seluruh jamaah kader muslimat NU Kota Mojokerto memiliki kompetensi yang tinggi dan lebih berperan aktif dalam pembangunan di Mojokerto.
"Beberapa hari lalu saya memberi masukan untuk pelaksanaan MKNU, lokasinya saya pilih di sini (red: MPP), smoga berkenan. Karena disini tempatnya ber-AC, tidak sumuk (panas), sebelah musala. Selain musala, bisa tempat untuk meluruskan pinggang. Samping ada tempat makan," lanjutnya.
Dengan tempat yang cukup nyaman, diharapkan peserta bisa rileks mengikuti semua kegiatan dan tetap fokus untuk menerima materi dari 17 narasumber yang ada.
"Kami berharap materi yang diberi Gus Mujib dan 17 narsum lainnya bisa diterima dengan baik dan bisa diamalkan untuk membesarkan Muslimat NU," ungkapnya.
Selain itu, Ning Ita mendoakan agar para peserta bisa lulus semuanya.
"Harapannya, seratus persen lulus karena informasi ada beberapa daerah seperti di Jember yang lulus 50 persen. Semoga Kota Mojokerto bisa seratus persen," imbuhnya.
Sebagai salah satu kader Muslimat NU yang juga turut serta dalam MKNU tersebut, Ning Ita juga mengajak kader Muslimat NU lainnya agar bisa melek teknologi, dan memanfaatkannya untuk berdakwah terkait Aswaja. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Bu Nyai Masruroh Wahid, PW Muslimat NU Jawa Timur.
“Para kader Muslimat NU harus memiliki militensi yang dapat mengimbangi tantangan zaman. Mengingat banyak tantangan yang terus datang, yang tanpa disadari dapat menggoyahkan umat Islam,” ucapnya.
Terpisah KH Mudjib Syadzili atau biasa disapa Gus Mudjib menambahkan, MKNU dilaksanakan karena ibaratnya sering tak kenal maka tak sayang.
"Supaya njenengan sayang sama MKNU, maka harus dipahami secara menyeluruh pengenalan yang baik terhadap NU," ujarnya.
Menurut dia, ini adalah ikhtiar agar kegiatan MKNU bisa maksimal. Dan nantinya bisa mengantarkan peserta menjadi pengurus NU yang baik.
“Dalam pelaksanaan MKNU selama tiga hari ini, tentunya bagaimana akan bisa meningkatkan ghirah atau semangat juang dalam organisasi jam'iyah NU,” ucapnya. Dwi
Editor : Moch Ilham