Bela Korban KDRT Kediri, Pengurus IWAPI Jatim Minta Hakim Vonis Berat Terdakwa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur Hj. Indah
Pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur Hj. Indah

i

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur Hj. Indah bereaksi terhadap kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami Sundari, warga Desa Tawang, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. 

Sebagai sesama kaum perempuan, Indah memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri memberikan putusan berat terhadap terdakwa, Agus Arifin, suami korban. 

Indah yang menjadi tempat bagi korban untuk mengadu, merasa terketuk hati untuk membelanya. "Saya minta Jaksa dan pak Hakim menghukum berat terdakwa Arifin 5 hingga 6 tahun penjara," katanya, pada Selasa (24/5/2022). 

Tidak hanya meminta majelis hakim menjatuhkan vonis berat terhadap terdakwa, dengan jaringan yang dimiliki, perempuan yang juga aktif di Organisasi Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) ini juga bergerak ke Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak. 

Dia memandang perlu adanya sebuah pendampingan psikologis terhadap anak-anak mereka, yang sudah melihat perseteruan dan keretakan hubungan diantara kedua orang tuanya.

"Kasihan mental anak-anak, karena perilaku terdakwa dengan keluarganya selama ini. Psikis mereka terdampak melihat ayahnya berselingkuh dan mencekik ibunya saat melakukan pengaduan di Polres Kediri," imbuhnya. 

Menurut Indah, berdasarkan pengakuan korban, selama ini merasa disiksa oleh terdakwa secara lahir dan batin. Selama bertahun-tahun terakhir, sejak biduk rumah tangganya bertikai, korban mengaku, tidak dinafkahi. Padahal ia harus membesarkan anak-anak. 

"Nafkah buat anak-anaknya tidak diberi selama bertahun-tahun. Ibu terdakwa ini seseorang yang terkenal di Desa Ketawang, tetapi diam dengan perilaku anaknya dan tidak kasihan dengan cucu-cucunya," tambah Indah. 

Masih kata Indah, korban sudah bertekad untuk mengakhiri hubungan suami-istri dengan terdakwa. Tetapi, korban menuntut haknya dan hak anak-anaknya. 

"Bu Sundari hanya minta perhiasannya yang dipinjam terdakwa dikembalikan. Karena perhiasan tersebut pemberian dari orang tuanya," pintanya.

Perhiasan tersebut, imbuh Indah, milik korban yang dipinjam oleh terdakwa untuk membuka Toko Emas. Tetapi, hingga tempat usaha itu tutup, perhiasan milik korban tidak pernah dikembalikan. 

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri menunda sidang kasus KDRT dengan terdakwa Agus Arifin, warga Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Sidang dengan agenda tuntutan dijadwalkan kembali hari ini. 

Sementara itu, perkara KDRT yang dialami Sundari terjadi akhir Desember 2021 lalu. Sekitar pukul 18.00 WIB saat korban berada di depan rumah untuk menerima telepon dari kakaknya, tiba-tiba terdakwa datang.

Terdakwa yang emosi kemudian merebut ponsel istrinya dan melakukan pemukulan. Perilaku amarah terdakwa sendiri mulai muncul sejak tertangkap basah oleh korban berselingkuh dengan Wanita Idaman Lain (WIL). Bahkan, sejak saat itu terdakwa sudah tidak pernah memberi nafkah istri dan anaknya. Can

Berita Terbaru

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar mendeportasi seorang Warga Negara Jepang (WNJ) berinisial MI setelah yang bersangkutan diketahui mengalami…

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

SurabayaPagi, Situbondo — Komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang aman dan andal, tetapi j…

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — BPJS Kesehatan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemkab Jember yang memadukan program jaminan kesehatan nasional dengan …

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluncurkan Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu pulang secara gratis setelah…

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya- Pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran penguatan bisnis Haier dan AQUA. Untuk mendekatkan diri dengan…