Laila Mufidah Dorong Maksimalkan Pelatihan Pelaku UMKM, Perluas Lahan Parkir SKG

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Guna mendukung pengembanhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakian Rakyat Daerah ) Kota Surabaya Laila Mufidah, mengatakan bahwa pelatihan pelaku UMKM ini harus terus dilakukan untuk mendorong UMKM Surabaya naik kelas. 

Tidak hanya dari produk, tapi juga pemasaran. Laila berpesan pada penjual yang produknya dipamerkan di SKG untuk memaksimalkan pemasaran dengan berbagai trik marketing. Salah satunya, dengan menyediakan kartu nama atau mencantumkan nomor telepon di packaging agar pembeli mudah menghubungi jika berminat memesan kembali.

Selain itu, Laila juga menyoroti lahan parkir di SKG yang menurutnya kurang luas. “Wisatawan datang kesini rombongan dalam satu atau dia bus. Saat musim liburan, wisatawan yang datang bisa berlipat jumlahnya, jadi lahan parkir juga harus diperluas untuk memastikan daya tampungnya memadai,” ungkapnya.

Selain itu, produk harus lebih variatif. Pelaku UMKM juga harus bisa menganalisa yang tengah tren di masyarakat. Misalnya, saat musim hampers, produk bisa dijual dalam satu paket dan dihias. 

“Kalau disini varian produknya lengkap, orang juga pasti senang. Jangan lupa, perhatikan range harga. Misalnya, batik, mungkin bisa disiapkan batik yang terjangkau hingga yang mewah seharga jutaan rupiah agar menjangkau semua kebutuhan dan kalangan pembeli,” imbuh Laila.

Laila berharap, SKG mampu menjadi pusat oleh-oleh besar di Surabaya, layaknya Airlangga atau Krisna di Bali. “Saya meminta kepada OPD terkait untuk memaksimalkan SKG ini, terutama dalam sosialisasinya akan makin santer didengar masyarakat atau wisatawan. Tamu-tamu kedinasan hingga masyarakat umum harus diarahkan kesini agar UMKM yang ada disini juga makin berkembang,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Dania salah satu penjual batik dan bordir asal Wonokromo, menuturkan bahwa keberadaan galeri tersebut mampu meningkatkan penjualnya. Terlebih, selama pandemi pemasukannya menurun drastis. Apalagi, untuk produk batik dan bordir yang harganya ratusan ribu, pembeli lebih cenderung menyukai membeli langsung. Jadi, penjualan online kurang bisa mendorong pemasukan.

Di galeri, Dania mengatakan bahwa beragam produknya selalu laku. Mulai dari blouse, kemeja, hingga gamis. “Dalam sebulan, saat pandemi hanya Rp 2 jutaan saja omzetnya. Tapi di galeri ini minimal Rp 10 jutaan,” ujarnya.

Kepada Pemkot, Dania berharap ada pelatihan bagi pembatik profesional di Surabaya. Tak hanya cara membatik, namun juga desain batik baru. Sebab, selama ini di Surabaya menurut Dania motif batiknya kurang variatif.

 “Mayoritas motifnya berkisar di Tugu Pahlawan, Sura, dan Buaya. Padahal, banyak ikon Surabaya lainnya yang bisa diangkat menjadi motif batik. Daun semanggi, misalnya. Motif batik yang makin beragam bakal memperluas segmen pembeli,” tuturnya. Alq

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…