Peluang RI Bakal Seperti Sri Lanka

Sri Mulyani Lebih Jujur daripada Luhut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sri Mulyani
Sri Mulyani

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Pernyataan Menkeu Sri Mulyani bahwa Indonesia perlu hati-hati kalau tak ingin seperti Sri Lanka,  dinilai lebih jujur daripada  Menko Marves Luhut B Pandjaitan.

Hal ini ditegaskan ekonom senior dari Political Economi and Policy Studies (PEPS), Prof Anthony Budiawan.

“Kalau Pak Luhut biasalah. Kan emang harus ngomong begitu. Hanya untuk menjaga psikologis pelaku pasar dan investor di Indonesia. Kalau Sri Mulyani mungkin sudah mulai sadar,” kata Anthony di Jakarta, kemari.

Namun, Prof Anthony, pernyataan dari pejabat negara sektor ekonomi, seyogyanya berlandaskan data. Bukan hanya berdasarkan posisi politik apalagi bisikan dari sumber-sumber yang tidak jelas kredibilitasnya. “Saya sebagai ekonom akan terus menyuarakan pandangan saya. Tentu saja ada datanya. Kalau enggak ada datanya buat apa didengerin,” tuturnya.

Sepertinya, pandangan Prof Anthony ada benarnya. Dalam pertemuan Menteri Keuangan G20 di Nusa Dua, Bali, Rabu (13/7/2022), Menkeu Sri Mulyani mengatakan adanya kabar buruk untuk Indonesia.

Lantaran, Indonesia masuk peringkat 14 dari 15 negara di Asia yang berpotensi mengalami resesi ekonomi, berdasarkan survei Bloomberg. “Kami tidak akan terlena, kami akan tetap waspada,” tegasnya.

Sedangkan Menko Luhut dengan percaya diri menyebut perekonomian Indonesia cukup terjamin. Saat pandemi COVID-19 dilanjutkan dengan perang Rusia-Ukraina, ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen di kuartal I-2022.

Selanjutnya, Menko Luhut mempertanyakan sejumlah kalangan yang menyamakan ekonomi Indonesia dengan Sri Lanka yang saat ini tengah dilanda krisis. “Jadi, kalau ada yang ngomong kita mau disamakan dengan Sri Lanka, bilang dari saya, sakit jiwa itu. Lihat data baik-baik. Suruh datang ke saya, dia. Orang bilang, nih pak Luhut nantang. Bukan nantang ya. Suapaya dia jangan membohongi rakyatnya, jangan kepentingan politiknya dibikin-nikin,” kata Menko Luhut, Jumat (15/7/2022) lalu.

Sejak awal, Prof Anthony sudah mengingatkan akan potensi krisis ekonomi bakal terjadi di Indonesia. Hal ini dipantik perkembangan politik dunia yang merembet ke persoalan ekonomi.

Nyatanya, kini sudah terjadi. Dampak perang Rusia-Ukraina memantik inflasi tinggi, termasuk di Amerika Serikat. Alhasil, bank sentral AS akan mengerek tinggi suku bunganya (Fed Fund Rate). Kalau suku bunga AS tinggi maka dolar AS pun menjadi tinggi. “Dampaknya bagi Indonesia, capital outflow bergerak besar-besaran,” ungkapnya.

Kondisinya akan lebih parah ketika harga komoditas ekspor unggulan Indonesia yang saat ini harganya tinggi, tiba-tiba ambruk. “Bulan ini, saya prediksi suku bunga The Fed naik 0,75 sampai 1 persen. Selanjutnya bank Eropa akan melakukan hal yang sama. Tujuan sebenarnya adalah agar harga komoditas bisa turun,” kata dia.

 

Resiko Kecil

Terpisah, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan Indonesia memiliki risiko yang kecil untuk terkena resesi. Hal ini berdasarkan survei dari Bloomberg yang menggambarkan fundamental ekonomi domestik sehat.

“Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara dengan fundamental ekonomi yang sangat berdaya tahan di tengah risiko global yang masih eskalatif,” ucap Febrio, kemarin.

Dia menegaskan pemerintah akan terus memitigasi berbagai risiko yang ada. Selain itu pemerintah memastikan perkembangan positif ekonomi domestik dan kesejahteraan masyarakat akan terus terjaga dan semakin baik.

Adapun probabilitas resesi untuk Indonesia pada survei Bloomberg sangat kecil, hanya tiga persen. Tingkat probabilitas resesi Indonesia lebih rendah daripada negara ASEAN lainnya, seperti Filipina (8 persen), Thailand (10 persen), Vietnam (10 persen), dan Malaysia (13 persen).

Indonesia juga jauh lebih berdaya tahan daripada negara-negara sejawat di kawasan Asia pasifik dengan probabilitas resesi tertinggi, yakni Sri Lanka (85 persen), Selandia Baru (33 persen), Korea Selatan (25 persen), Jepang (25 persen), dan Tiongkok (20 persen).

Oleh karenanya, Febrio menuturkan survei ini kembali menggarisbawahi kuatnya daya tahan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global.

Berbagai indikator ekonomi Indonesia menunjukkan bahwa momentum pemulihan ekonomi terus menunjukkan penguatan dan masih terjaganya stabilitas domestik. Sejak 2021, Indonesia sudah berhasil mengembalikan level output ekonomi ke tingkat sebelum pandemi dan terus menguat di tahun 2022.

 Tingkat inflasi yang moderat dan keseimbangan eksternal ekonomi yang sehat juga menjadi penopang kekuatan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya tantangan ekonomi global.

 Selain itu, pengelolaan kebijakan fiskal yang hati-hati dan terus menguat, sambung dia, menjadi jangkar bagi stabilitas ekonomi nasional.

“Kinerja fiskal kita memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi berbagai tantangan global yang multidimensional. Pemulihan ekonomi dan konsolidasi fiskal ke depan diharapkan terus mempertahankan kinerja yang baik dan menopang resiliensi ekonomi ini,” ungkapnya. jk, ana, rc

Berita Terbaru

From This Island Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Salurkan Rp420 Juta untuk Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal

From This Island Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Salurkan Rp420 Juta untuk Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Selasa, 06 Okt 2026 19:31 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta, 6 Oktober 2026 – Selama 2,5 tahun hadir di Indonesia, From This Island berkomitmen mengalokasikan 1% dari total penjualan produk m…

VinFast VF 3 Raih Penghargaan “Trusted & Popular Brand 2026” di Disway Awards

VinFast VF 3 Raih Penghargaan “Trusted & Popular Brand 2026” di Disway Awards

Selasa, 06 Okt 2026 19:19 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta, 5 Oktober 2026 – VinFast VF 3, mini SUV asal Vietnam, berhasil meraih penghargaan “Trusted & Popular Brand 2026” untuk kategori Passe…

Ekspresikan Potensi dan Lestarikan Budaya dengan Gelar Lomba Desian Batik

Ekspresikan Potensi dan Lestarikan Budaya dengan Gelar Lomba Desian Batik

Selasa, 06 Okt 2026 17:19 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan terus mendorong kreativitas generasi muda dan masyarakat dalam…

Tarik Minat Milenial Muda untuk Jaga Keberlangsungan Pertanian

Tarik Minat Milenial Muda untuk Jaga Keberlangsungan Pertanian

Selasa, 06 Okt 2026 17:17 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Seiring dengan kemampuan swasembada pangan serta etos kerja petani yang luar biasa dimiliki Kabupaten Lamongan, Bupati Yuhronur…

Terinspirasi Kampung Malaka Jaya, Ketua Komisi A Dorong Ketahanan Pangan dari Kampung

Terinspirasi Kampung Malaka Jaya, Ketua Komisi A Dorong Ketahanan Pangan dari Kampung

Selasa, 06 Okt 2026 15:37 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam upaya membangun ekosistem ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko…

Ledakan di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan Rusak Parah hingga 5 Orang Luka

Ledakan di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan Rusak Parah hingga 5 Orang Luka

Selasa, 06 Okt 2026 15:23 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ledakan keras di RM Nasi Tempong Sri Dewi di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, yang terjadi pada Selasa (6/10) sekitar…