Kejar Percepatan Zero Stunting, Wali Kota Ning Ita Lancarkan Program Keroyokan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ning Ita saat membuka kegiatan Rembug Aksi Percepatan Penurunan Stunting Kota Mojokerto di ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemkot Mojokerto, Rabu (20/7/2022) pagi.  SP/Dwy AS
Ning Ita saat membuka kegiatan Rembug Aksi Percepatan Penurunan Stunting Kota Mojokerto di ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemkot Mojokerto, Rabu (20/7/2022) pagi. SP/Dwy AS

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Meski sudah menyandang status kota dengan angka prevalensi stunting terendah se Jawa Timur, tak membuat puas Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Petinggi Pemkot ini berlari cepat membuat program keroyokan untuk mewujudkan zero stunting yang tinggal 6,9 persen saja. Hal ini dikatakan Ning Ita sapaan akrab Wali Kota saat membuka kegiatan Rembug Aksi Percepatan Penurunan Stunting Kota Mojokerto di ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemkot Mojokerto, Rabu (20/7/2022) pagi.

"Kita boleh berbahagia dan berbangga atas pencapaian angka prevalensi bayi stunted Kota Mojokerto yang sudah di satu digit yakni 6,9 persen, terendah dan bahkan satu-satunya di Jawa Timur. Namun kebahagiaan kita ini tetap harus diiringi dengan ikhtiar untuk menjadikan Kota Mojokerto sebagai kota zero stunting," ungkapnya.

Ning Ita menyebut, percepatan zero stunting sudah menjadi prioritas program nasional yang harus diupayakan secara serentak di seluruh Indonesia. Diantaranya dengan berkomitmen dan berkolaborasi bersama melibatkan seluruh jajaran stake holder dan masyarakat.

"Nah Kota Mojokerto ingin bercita-cita menjadi daerah yang bisa mendukung mensukseskan program nasional tersebut. Yaitu dengan mewujudkan SDM berkualitas melalui percepatan penurunan stunting. Sehingga di tahun 2045 nanti cita-cita nasional Indonesia generasi emas bisa di dukung sepenuhnya dari Kota Mojokerto," harapnya.

Masih kata Ning Ita, tugas ini tidak hanya dibebankan pada pemerintah saja, seluruh stake holder juga memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsinya.

"Ini program kroyokan yang melibatkan jajaran DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, organisasi masyarakat dan swasta. Mereka memiliki peran sesuai tupoksinya dan dituangkan dalam bentuk rencana aksi bersama yang skemanya jelas dan terukur. Jka dikerjakan kroyokan maka goalnya akan lebih cepat tercapai dibanding dikerjakan secara sendiri-sendiri," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kota Mojokerto, dr Triastutik Sri Prastiwi menjelaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru merilis data problem stunting di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021 yang disebut mencapai 23,5 persen.

Di antara data tersebut, Kota Mojokerto tercatat menjadi daerah dengan problem stunting terendah, yakni di angka 6,9%. Dan menerima penghargaan Manggala Karya Kencana tahun 2022 dari BKKBN.

"Pemkot Mojokerto telah menangani persoalan stunting ini mulai dari hulu ke hilir secara preventif. Adapun langkah yang dilakukan dimulai dari calon pengantin, pada saat hamil, hingga saat bayi lahir. Kita berharap jangan sampai anak mengalami kurang gizi atau salah pola asuh," jelasnya.

Masih kata Trias, data sementara untuk tahu 2022 semester 1, angka prevalensi stunting Kota Mojokerto turun menjadi 5,9 persen dari target 6,04 persen.

"Ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto sudah sangat baik," tegasnya. Dwi

Berita Terbaru

Sudah 65 Orang Diperiksa Soal Tunjangan DPRD Ponorogo, Kabar Perbub Dikebut Semalam Beredar

Sudah 65 Orang Diperiksa Soal Tunjangan DPRD Ponorogo, Kabar Perbub Dikebut Semalam Beredar

Kamis, 16 Jul 2026 15:43 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 15:43 WIB

Foto:       SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo periode ta…

Lewat Single Identity Number, Disdukcapil Surabaya: IKD Jadi Akses Bansos hingga Program Pusat

Lewat Single Identity Number, Disdukcapil Surabaya: IKD Jadi Akses Bansos hingga Program Pusat

Kamis, 16 Jul 2026 15:04 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat untuk segera mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pasalnya,…

Bikin Viral, Desain Rumah 2 Lantai Setipis Tisu Tak Lazim di Tengah Kota Surabaya

Bikin Viral, Desain Rumah 2 Lantai Setipis Tisu Tak Lazim di Tengah Kota Surabaya

Kamis, 16 Jul 2026 14:40 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 14:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini netizen di media sosial (medsos) dibikin heran dan tak bisa berkata-kata pasca viralnya sebuah rumah dua lantai yang…

MPLS SDN Airlangga 1 Ikut Membersamai Anak Berkebutuhan Khusus

MPLS SDN Airlangga 1 Ikut Membersamai Anak Berkebutuhan Khusus

Kamis, 16 Jul 2026 14:38 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - SD Negeri Airlangga 1 menjadi salah satu sekolah dengan pelayanan inklusi terbaik. Pelayanan inklusi yang di berikan oleh SD…

Hakim Peringatkan Saksi Untuk Memberikan Kesaksian Jujur Dalam Persidangan 

Hakim Peringatkan Saksi Untuk Memberikan Kesaksian Jujur Dalam Persidangan 

Kamis, 16 Jul 2026 13:43 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 13:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Majelis Hakim menilai saksi dari Inspektorat, Kasatpol PP hingga kepala dinas Pendidikan dalam memberikan keterangan b…

JPU KPK Hadirkan 11 Saksi Dalam Persidangan Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Walikota Madiun Nonaktif Maidi 

JPU KPK Hadirkan 11 Saksi Dalam Persidangan Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Walikota Madiun Nonaktif Maidi 

Kamis, 16 Jul 2026 13:34 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 13:34 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang kasus dugaan korupsi Walikota Madiun nonaktif Maidi kembali digelar pada Kamis (16/7/2026), di Pengadilan Tipikor S…