Laila Mufidah: Jaga Tradisi Ramah dan Potensi Anak di Setiap RT

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat hadir dalam puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Balai Pemuda Surabaya, Rabu (27/7).
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat hadir dalam puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Balai Pemuda Surabaya, Rabu (27/7).

i

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah Mendukung Penuh Kampung Ramah Anak 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Surabaya dinobatkan menjadi Kota Ramah Anak, hal itu Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Laila Mufidah. Namun tidak berhenti disitu, Ia mendukung penuh terciptanya kampung ramah anak seluruh kota dimana Setiap RT harus membangun tradisi ramah anak dengan selalu menempatkan anak pada posisi dan perannya. 

Laila Mufidah menerangkan, kampung yang menghargai setiap anak untuk makin mengembangkan potensi mereka. Warga kampung yang dikoordinasi oleh RT dan RW setempat mencegah agar tidak satupun anak menjadi korban kekerasan dari siapapun. 

"Momentum Hari Anak Nasional (HAN) ini menjadi semangat kita semua untuk membangun kampung ramah anak. Harus dijaga tradisi menghargai anak sebagai aset masa depan," kata Laila Mufidah saat menghadiri puncak HAN di Balai Pemuda Surabaya, Rabu (27/7). 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hadir bersama Forkopimda dalam puncak HAN tersebut. Hadir pula tamu BUMN, kampus, dan perbankan. Laila memberi apresiasi kepada anak-anak Surabaya yang tampil menunjukkan kreativitas dan potensi diri mereka sebagai aset masa depan. 

 

Laila hadir bersama Forkopimda lainnya menyaksikan arek-arek Surabaya yang hebat. Tidak hanya kemampuan kreativitas seni dengan penampilan menyanyi, memainkan gamelan, hingga orkestra. Tapi juga semua even HAN itu dipandu arek-arek Suroboyo. 

"Mari kita memulai tradisi ramah anak itu dari keluarga. Orangtua harus menciptakan iklim dan tradisi untuk mengembangkan potensi anak. Tidak mempraktikkan kekerasan terhadap anak sekecil apa pun," kata Laila.

Laila mendukung upaya serius Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang akan mengembangkan RT ramah anak. Dengan mengajak semua warga berkolaborasi, setiap RT harus bergandengan tangan dengan semua pihak. 

Bersama perguruan tinggi, masyarakat pegiat anak, hingga psikologi menangkap potensi anak-anak di setiap RT. Balai RW akan diberdayakan sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan diri masyarakat bersama anak-anak. 

Laila melanjutkan, kondisi ekonomi dan sosial warga salah satu faktor mempengaruhi anak di kampung. Kondisi sosial ekonomi harus menjadi perhatian serius semua pihak. 

Laila melanjutkan latar belakang keluarga sangat mempengaruhi perilaku keluarga dan warga terhadap anak. Laila menandaskan bahwa usia anak tugasnya adalah belajar dan belajar. Jangan sampai usia anak dipaksa untuk bekerja untuk ikut mencukupi kebutuhan keluarga.

Jika setiap keluarga sudah mengawalinya, Laila meyakini bahwa kampung ramah anak itu sangat bisa direalisasikan. Kemudian bekembang satu RT untuk menciptakan tradisi ramah anak tersebut. 

Warga di satu RT itu harus bergerak serentak menciptakan kampung ramah anak. Kepekaan dan kepedulian warga kampung sangat dibutuhkan. Mereka yang paling dekat dengan dan melihat sendiri kondisi anak-anak di sekitar. 

"Yang paling rentan saat ini adalah dampak HP. Jika ada Warkop di kampung dengan fasilitas wifi dengan anak-anak di situ, sebaiknya warga menegur. Anak akan rentan. Kampung harus peduli yang seperti ini," kata Laila. Alq

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…