Temuan Bareskrim, Motif Pembunuhan, Bisa Kecewakan Putri, Ferdy dan Keluarga Brigadir J

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 11 Agu 2022 10:16 WIB

Temuan Bareskrim, Motif Pembunuhan, Bisa Kecewakan Putri, Ferdy dan Keluarga Brigadir J

i

Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Motif Irjen Ferdy Sambo membunuh  Brigadir J, akhirnya diungkap Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Kamis tadi pagi (11/8/2022).

Dia mengatakan motif ini dikhawatirkan akan membuat kecewa pihak keluarga.

Baca Juga: MA Ungkap Alasan Korting Ferdy Sambo, Mengabdi 30 Tahun di Polri dan Akui Kesalahan

Karena itu, Agus Andrianto menuturkan pihaknya tak mau mengungkap motif tersebut secara terbuka ke publik saat penyidikan.

Motif pembunuhan terhadap Brigadir J akan terbuka sendirinya di pengadilan.

"Tidak menimbulkan kekecewaan kepada keluarga korban maupun pelaku," ingat Agus Andrianto.

Agus mengakui soal motif, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD soal motif Sambo membunuh Brigadir J juga lebih bijak.

Sebelum Kamis tadi, Mahfud MD mengatakan motif pembunuhan terhadap Brigadir J disebut sensitif. "Statement Pak Menkopolhukam lebih bijak," ujarnya.

Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto mengatakan Tim Gabungan Khusus menemukan fakta tidak ada dugaan pencabulan, pelecehan, dan ancaman kekerasan terhadap PC.

Baca Juga: Sambo Mesti Bayar Restitusi ke Keluarga Yoshua

Agus sebutkan hasil audit dan evaluasi tersebut, berdasarkan kekosongan fakta dan dari kenihilan alat bukti, memungkinkan untuk segera diterbitkan SP3 atas dua pelaporan Irjen Sambo dan Ibu PC  juga tim pengacara keluarga Brigadir J.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menjelaskan soal motif Irjen Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J.

Dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Selasa (9/8/2022) malam, Mahfud MD menyebut, motif eks Kadiv Propam ingin membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J adalah hal yang sensitif.

Meski demikian, Polri masih mendalami kasus tersebut dan belum mengumumkan secara resmi motif Ferdy Sambo.

Baca Juga: "Kami Kaget, Lemas, Ibu Yosua Banyak Termenung"

"Yang penting sekarang telurnya sudah pecah dulu, itu yang kita apresiasi dari Polri. Soal motif, itu biar dikonstruksi hukumnya," katanya, dikutip dari kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Rabu (10/8/2022). "Sensitif," imbuhnya.

Sehingga, Mahfud MD menilai hal yang sensitif itu kemungkinan hanya boleh didengar oleh orang dewasa.

"Karena itu sensitif, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa. Biar nanti dikonstruksi," ungkapnya. (rmc)

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

BERITA TERBARU