Antisipasi Penurunan Produksi Garam, DKP Jatim Siapkan Konsep Hulu-Hilir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rumah garam dengan model ‘Katup Gadis’ di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo yang aman saat musim hujan. SP/ikh
Rumah garam dengan model ‘Katup Gadis’ di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo yang aman saat musim hujan. SP/ikh

i

 

SURABAYA PAGI, Surabaya - Produksi garam di Jawa Timur tahun 2022 mengalami penururunan cukup drastis dibanding tahun 2021 lalu. Untuk mencegah petani garam mengalami kerugian besar, Pemerintah Provinsi Jatim mencoba melakukan hilirisasi sektor garam mengikuti program dari Perpres 126/2022 tentang Percepatan Penggaraman Nasional.

 Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur Dr Dyah Wahyu Ermawati mengatakan, penurunan produksi garam akan terus dialami petani karena berbagai faktor. Utamanya faktor alam, seperti tahun 2022 ini dimana musim kemarau hanya sebentar.

 “Sekarang ini sudah saatnya bicara bagaimana menghubungkan hulu hilir semaksimal mungkin, disamping tetap fokus pada peningkatan produksi,” jelas pejabat yang akrab disama Erma ini, Kamis (3/11/2022). 

Dijelaskannya, Perpres 126/2022 mengatur peran pemerintah pusat kerjsama dengan pemerintah daerah melakukan percepatan pembangunan penggaraman nasional.  Melalui program yang bernama SEGAR (Sentra Ekonomi Garam Rakyat). Dimana dalam segi bisnis garam, akan diatur mulai dari pra produksi, produksi, pasca produksi dan pemasaran. “Jatim sebagai termasuk salah satu daerah yang akan dilakukan pengembangan karenan memiliki lahan produksi garam yang cukup luas,” papar Erma.

 Namun dirinya mengaku, pemeerintah provinsi Jatim sudah memberikan banyak bantuan kepada petani garam untuk bisa meningkatkan produksi maupun pasca produksi. Namun untuk melaksanakan program SEGAR, tersebut tentu dibutuhkan dukungan kerjasama untuk pelaksanaan dan pembiayaan. Baik itu dari pemerintah pusat, Provinsi maupun kabupaten/kota.

 “Semoga tahun 2023 tidak ada kendala meskipun anggaran yang disediakan untuk persoalan garam turun drastis,” sebutnya.

 Meski begitu, DKP Jatim akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk membantu petani garam tetap survive di tengah kondisi yang kurang bagus. “Langkah sektor garam ini ke depan harus lebih baik lagi. Tapi sekarang juga petani garam harus bisa mandiri untuk punya daya saing dan tembus pasar,” saran mantan Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jatim ini.

 Produksi 17 Ribu Ton

Seperti diketahui, Produksi garam di Pamekasan Jatim tahun 2022 ini hanya  17 ribu ton saja. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pamekasan, JawaTimur, Bambang Prayogi.

 “Data produksi ini berdasarkan laporan dan hasil pemantauan tim hingga 31 Oktober 2022,” katanya di Pamekasan, Selasa (1/11/2022).

 Ia menjelaskan, jumlah produksi garam tahun ini lebih sedikit dibanding musim produksi 2021 karena saat itu, jumlah total produksi garam di Pamekasan mencapai 27 ribu ton lebih. “Jadi, berkurang 10 ribu ton dibanding musim produksi garam tahun lalu,” katanya. 

Faktor Cuaca

Sedangkan, Ketua Himpunan Masyarakat Petambak Garam Indonesia (HMPGI) Mohammad Hasan, kendala petani garam yakni selain dihadapkan bersaingnya dengan garam impor, juga faktor cuaca.

 Hasan mengatakan jika cuaca baik, petani garam bisa mengahasilkan 3 juta ton dalam skala nasional. Namun karena adanya anomali cuaca, maka petani garam hanya bisa memproduksi sekitar 1 juta ton. 

"Dengan anomali cuaca ini, petambak hanya bisa memproduksi sekitar 1 juta ton garam. Padahal kalau cuaca baik, garam bisa diproduksi sekitar 3 juta ton," terang Hasan.

 Meski begitu, lanjut Hasan, turunnya produksi garam tahun ini tidak bisa dijadikan alasan untuk impor. Sebab stok garam nasional saat ini masih ada dan belum terserap. rko/dwi/rmc

Berita Terbaru

DPRD Jatim Desak Perda BUMD Pangan Segera Dibahas, Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Pertanian

DPRD Jatim Desak Perda BUMD Pangan Segera Dibahas, Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Pertanian

Rabu, 24 Jun 2026 08:36 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 08:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SUrabaya – DPRD Jawa Timur mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera menyusun dan membahas rancangan peraturan daerah (Perda) terkait p…

Ratusan Anak Lamongan Ikuti Khitan Massal

Ratusan Anak Lamongan Ikuti Khitan Massal

Selasa, 23 Jun 2026 20:41 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 20:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Masih dalam rangka Hari Jadi Lamongan (HJL) ke 457 tahun, dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, digelar sunatan massal, yang…

Ribuan Relawan Aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan, Minta MBG Dilanjutkan

Ribuan Relawan Aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan, Minta MBG Dilanjutkan

Selasa, 23 Jun 2026 20:36 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 20:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Aksi untuk mendesak dan mendukung kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disuarakan oleh relawan di mana-mana, tak…

AQUVIVA Ajak Masyarakat Terapkan Panduan Hidrasi 3-2-1

AQUVIVA Ajak Masyarakat Terapkan Panduan Hidrasi 3-2-1

Selasa, 23 Jun 2026 18:12 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI : Dalam momentum Hari Hidrasi Nasional, AQUVIVA merek air minum dalam kemasan (AMDK) dari WINGS Food yang pertama di Indonesia menggunakan…

RUPS PT. Gudang Garam Tebar Dividen Rp1,54 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 800 per Saham

RUPS PT. Gudang Garam Tebar Dividen Rp1,54 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 800 per Saham

Selasa, 23 Jun 2026 18:09 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri – PT Gudang Garam Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (23/6/2026) di Grand Surya Hotel, Jalan Dhoho No. …

Mengaku Ogah Tanggung Beban Sendiri, Sugiri Sancoko 'Gigit' Lisdyarita di Sidang Korupsi Ponorogo

Mengaku Ogah Tanggung Beban Sendiri, Sugiri Sancoko 'Gigit' Lisdyarita di Sidang Korupsi Ponorogo

Selasa, 23 Jun 2026 17:55 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 17:55 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan korupsi Kabupaten Ponorogo, Sugiri Sancoko, meluapkan kekesalannya dalam persidangan di P…