SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto serius mengembangkan inovasi di setiap perangkat daerah. Salah satu upayanya dengan membentuk "Klinik Inovasi".
Klinik yang didirikan satu area dengan Kantor Bappedalitbang, Jalan Jawa, Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto ini nantinya bakal difungsikan sebagai forum konsultasi dan koordinasi antar perangkat daerah, dalam pengembangan, penerapan, dan pelaporan inovasi daerah.
Bentuk inovasi dikembangkan sesuai kewenangan daerah, meliputi inovasi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi lainnya.
Kepala Bappedalitbang Kota Mojokerto, Agung MS mengatakan, dengan dukungan pelayanan dan sumber daya manusia yang ada juga adanya fasilitas penunjang yang cukup memadai, klinik inovasi nantinya diharapkan dapat melakukan pelayanan implementasi inovasi dengan baik.
"Dengan upaya pelayanan ini diharapkan pelaksanaan implementasi inovasi di Kota Mojokerto dapat meningkat di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memperkuat daya saing daerah," tegasnya.
Ia menyebut, inti inovasi adalah adanya pembaruan, perubahan menjadi lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, lebih sederhana, dan akuntabel.
"Identifikasi kendala dalam penerapan inovasi, antara lain, kendala SDM, konektivitas (integrasi), infrastruktur (sarana dan prasarana), minimnya anggaran, dan kurangnya komitmen pimpinan," tukasnya.
Mantan Kepala BPPKA ini menambahkan, era revolusi 4.0 menuntut kesiapan aparatur yang andal, unggul untuk peningkatan daya saing bagi daerah.
"Oleh karena itu diperlukan kreatifitas untuk penerapan dan implementasi inovasi daerah yang dapat menjawab tantangan pengembangan IPTEK," jelasnya.
Bappedalitbang sebagai institusi kelitbangan pemerintah daerah, bertugas sebagai koordinator pelaporan inovasi ke pusat, sebagai dasar pengukuran Indeks Inovasi Daerah.
"Cara kerja pemerintah daerah harus berubah, bertransformasi sesuai tuntutan zaman, di mana inovasi yang menghasilkan kemudahan hidup manusia sudah menjadi kebutuhan," ungkapnya.
Agung menambahkan, klinik Inovasi ini merupakan bentuk pembangunan pentahelix. Di mana perencanaan hingga pembangunan kota melibatkan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, swasta dan media massa.
Lewat kolaborasi ini, diharapkan inovasi yang dibuat pemerintah lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.
"Muaranya tetap ada di pelayanan publik. Bagaimana inovasi OPD yang sudah ada atau muncul inovasi baru yang dari sisi akses, hasil dan dampaknya, benar-benar memudahkan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Jerry Wely Walo, koordinator Bidang SDM Pusat Inovasi Daerah Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri saat memberikan paparan dalam Evaluasi Penilaian IGA Tahun 2022 dan Sosialisasi Lomba Mojo Indah Tahun 2023, di Aula Kantor Bappedalitbang Kota Mojokerto, Kamis (9/2) mengatakan bahwa inovasi saat ini menjadi isu strategis.
"Inovasi daerah merupakan prioritas dalam RPJMN, oleh karena itu, daerah wajib menurunkan program-program tersebut dalam RPJMD," terangnya.
Jerry menjelaskan, inovasi juga merupakan penilaian keberhasilan dalam indikator kinerja utama (IKU) Pemerintah Daerah. Sehingga diharapkan daerah terus mengembangkan inovasi yang berkelanjutan sehingga berdampak langsung kepada masyarakat.
Sekedar informasi, Kota Mojokerto ditetapkan sebagai Kota Terinovatif dalam penilaian IGA 2022. Hebatnya lagi, kota kecil dengan tiga kecamatan ini posisinya tiba-tiba melejit, hanya dalam waktu sekitar dua tahun bisa berada di puncak klasemen.
Sekarang ini indeks inovasi daerah kota berjuluk 'Spirit of Majapahit' ini sudah mencapai 70,78, angka tersebut menjadi yang tertinggi tertinggi tahun 2022 untuk kota di seluruh Indonesia. Dwi
Editor : Moch Ilham