Pelantikan Pj Rektor Universitas Islam Lamongan Diwarnai Penolakan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mahasiswa membentangkan spanduk penolakan pelantikan Pj Rektor. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Mahasiswa membentangkan spanduk penolakan pelantikan Pj Rektor. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pelantikan Penjabat (Pj) Rektor Universitas Islam Lamongan (Unisla), AKBP Dody Eko Wijayanto, oleh Ketua Yayasan YPPTI Sunan Giri Ir. Wardoyo Rabu (5/3/2023) diwarnai penolakan, bahkan terjadi kericuhan.

Mahasiswa dan dosen semua fakultas menolak, karena pelantikan Pj Rektor ini dinilai hanya seremonial dan tidak prosedural, karena dilakukan lebih cepat dari SK Perpanjangan rektor yang semestinya baru habis pada 30 September 2023.

Tanda-tanda pelantikan ini bakal ramai, sudah terlihat saat masuk di halaman kampus hijau ini. Sejumlah spanduk tulisan penolakan Pj Rektor terpampang, bahkan saat Ketua Yayasan menyampaikan sambutannya atau saat kegiatan pelantikan berlangsung, spanduk itu dibeberkan dan ada mahasiswa yang interupsi, agar pelantikan tidak dilanjutkan.

 

Ketua YPPTI Sunan Giri, Ir Wardoyo mengungkapkan bila pengangkatan Pj Rektor dilakukan untuk menjaga kekosongan kursi rektor dimana masa jabatan dari rektor sebelumnya telah habis. 

"Bahwa suatu lembaga ini jangan sampai terjadi kekosongan pemimpin. maka dengan ini menunjuk dan menetapkan Dodi Eko Wijayanto sah menjadi Pj rektor Unisla," ungkapnya.

Menanggapi aksi protes dari kalangan mahasiswa dan dosen, Wardoyo menyebut, hal tersebut merupakan suatu yang alamiah terjadi bila mana ada suatu pergantian kursi kepemimpinan.

"Masa jabatan rektor sebelumnya Bambang Eko Muljono berakhir 1 April itupun sudah ada penambahan 1 tahun, jadi sudah seharusnya diganti," beber Wardoyo.

Sementara itu, penolakan Pj Rektor disepakati hampir seluruh pihak mulai dari Dekan, Wadek, Kaprodi, Direktur, Sekdir, dan mahasiswa. Terdapat 9 fakultas yang kompak menolak dengan dibuktikan penandatanganan petisi oleh 32 dosen pimpinan kampus.

Perwakilan dosen, Suisno menyatakan bila penolakan yang dilakukan didasari pada proses pengangkatan Pj Rektor yang dinilai tak memenuhi prosedur yang sesuai.

"Rektor itu harus berstatus sebagian dosen pengajar tetap yang juga memiliki Nomor Induk Dosen Nasional, namun pelantikan tersebut tak memenuhi prosedur, dan terkesan seremonial," ungkapnya.

Ia membantah, bahwa masa jabatan Rektor Bambang Eko Muljono harusnya habis pada 30 September 2023. Pada 1 April muncul SK yang dikeluarkan oleh pengurus yayasan perihal telah habisnya masa jabatan Rektor Bambang. "Lalu SK tersebut tak disetujui dan digagalkan oleh pihak pembina yayasan. Jadi secara hukum sudah salah dan Pj Rektor saat ini tidak sah," bebernya.

Lebih jauh, perihal masa jabatan rektor ini telah dirapatkan dan diselesaikan secara internal dengan menggelar pertemuan bersama antara berbagai pihak di Unisla.

"Waktu itu disepakati bahwa Masa jabatan Rektor Bambang tetap 30 September 2023. Perihal SK pada 1 April tak disertai alasan perihal dan dasar hukum yang jelas untuk melantik Pj baru," bebernya.

Sementara Pj Rektor Unisla, AKBP Dody Eko Wijayanto menanggapi potensi perpecahan yang masih besar itu,  ia akan masif melakukan pendekatan secara dialektik kepada pihak yang menolak termasuk para dosen.

"Tetap kita dekati beda pendapat kan wajar, yang penting kan kita taat aturan dan ketentuan, kita kan ada undang-undang yang mengatur tentang pendidikan tentang sistem pendidikan nasional atau statuta kampus itu menjadi dasar utama," bebernya. jir

Berita Terbaru

Balai POM di Bima Gencarkan Edukasi sebagai Benteng Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

Balai POM di Bima Gencarkan Edukasi sebagai Benteng Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

Kamis, 02 Jul 2026 09:43 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 09:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bima – Pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan terhadap peredaran narkoba, tetapi juga melalui p…

KPBU APJ Dinilai Sukses, Bupati Madiun Bakal Tambah 4.000 Titik   ‎

KPBU APJ Dinilai Sukses, Bupati Madiun Bakal Tambah 4.000 Titik  ‎

Rabu, 01 Jul 2026 21:23 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 21:23 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun berencana menambah 4.000 titik Alat Penerangan Jalan (APJ) setelah proyek penerangan jalan dengan skema …

Penyidikan TP DPRD Ponorogo, Sejumlah Anggota Dewan Aktif Diperiksa

Penyidikan TP DPRD Ponorogo, Sejumlah Anggota Dewan Aktif Diperiksa

Rabu, 01 Jul 2026 18:18 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 18:18 WIB

SURABAYA PAGI,Ponorogo- Kejaksaan Negeri (Kejari ) Ponorogo terus melakukan penanganan dugaan korupsi Tunjangan Perumahaan (TP) anggota Dewan Perwakilan Rakyat…

Kadin Jatim Soroti Aturan Kemasan Polos Rokok, Khawatir Tekan Ekosistem Tembakau

Kadin Jatim Soroti Aturan Kemasan Polos Rokok, Khawatir Tekan Ekosistem Tembakau

Rabu, 01 Jul 2026 17:26 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 17:26 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur menggelar Sarasehan Nasional untuk membahas rencana kebijakan standardisasi kemasan rokok…

Ungkap Kasus Besar hingga Kejahatan Internasional, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Diganjar 6 Penghargaan

Ungkap Kasus Besar hingga Kejahatan Internasional, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Diganjar 6 Penghargaan

Rabu, 01 Jul 2026 17:07 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 17:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Momentum Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Dr. Edy Herwiyanto di ganjar enam penghargaan…

Anggota Komisi A Desak Wali Kota Tinjau Ulang Kebijakan Izin Suami Untuk ASN Perempuan

Anggota Komisi A Desak Wali Kota Tinjau Ulang Kebijakan Izin Suami Untuk ASN Perempuan

Rabu, 01 Jul 2026 16:53 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 16:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kebijakan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi terkait kewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan mengantongi izin tertulis dari…