Gara-Gara Data Tak Akurat, Banyak Petani Kehilangan Hak Pupuk Bersubsidi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pekerja memindahkan karung yang berisi pupuk urea bersubsidi. SP/ SBY
Pekerja memindahkan karung yang berisi pupuk urea bersubsidi. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut data sensus pertanian dinilai tidak akurat lantaran masih banyaknya petani yang berhak justru tidak mendapatkan haknya menerima pupuk bersubsidi karena masalah data kurang lengkap atau tak terdata.

Pendataan sensus pertanian tersebut rutin dilakukan setiap 10 tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sedangkan, data sensus pertanian terakhir di tahun 2013 sudah tidak akurat.

Melihat fenomena kasus itu, Jokowi pun meminta seharusnya sensus pertanian ini bisa dipercepat menjadi 5 tahun sekali untuk menghasilkan data yang akurat untuk memutuskan kebijakan.

"Mestinya ini setiap 5 tahun lah, biayanya juga enggak banyak, berapa sih mungkin Rp 3 triliun, tapi penting bagaimana bisa saya memutuskan sebuah kebijakan kalau datanya enggak akurat yang paling terupdate terkini," ujar dia.

"Di lapangan banyak petani berteriak, Pak pupuk enggak ada. Mungkin suplainya kurang, mungkin distribusinya yang enggak betul, tapi kalau datanya akurat gampang sekali. Oh iya, bukan 9 juta ton tapi 13 juta ton, bisa rampung enggak ada keluhan," ungkapnya saat Peluncuran Sensus Pertanian 2023, Senin (15/05/2023).

Dengan demikian, Jokowi mendukung pelaksanaan Sensus Pertanian di tahun 2023 yang merupakan amanat UU No 16 tahun 1997 tentang Statistik. Adapun sensus ini telah dilaksanakan sejak tahun 1963.

"Saya mendukung sekali pelaksanaan Sensus Pertanian 2023 ini dan pelaksanaan terakhir 10 tahun yang lalu menurut saya juga kelamaan. Sudah berjalan berubah setiap tahun, keputusannya masih pakai data 10 tahun yang lalu," ujar dia.

Sementara itu, menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan pupuk bersubsidi yang dibutuhkan petani sebanyak 24 juta ton, sementara kemampuan keuangan negara selama ini hanya untuk 8-9 juta ton.

SYL memastikan tidak ada kelangkaan pasokan, melainkan ada beberapa hal yang perlu dibenahi pemerintah yakni pembenahan di sisi suplai, akurasi data, dan operasional penyaluran di lapangan.

"Bukan kelangkaan, memang kita memiliki keterbatasan. Maka pupuk tidak boleh salah dalam mencoba mendorong ke masyarakat, by name by address kita miliki itu," katanya.

Diketahui, penyaluran subsidi pupuk tersebut diawasi melalui digitalisasi, contohnya pemerintah menggunakan sistem biometrik agar siapa saja yang menerima pupuk bersubsidi harus jelas. Selain itu, kisaran penyaluran pupuk subsidi tidak kurang dari 8 juta ton dengan keterbatasan anggaran yang ada. Pemerintah akan memastikan semua terkontrol dengan sistem digital mulai dari industri sampai ke distributor. dsy/kmp

Berita Terbaru

SIP Dicabut, Pedagang Pasar Madiun Gelar Doa Bersama Jelang Putusan PTUN

SIP Dicabut, Pedagang Pasar Madiun Gelar Doa Bersama Jelang Putusan PTUN

Minggu, 16 Agu 2026 08:56 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 08:56 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Puluhan pedagang pasar di Kota Madiun menggelar doa bersama menjelang putusan gugatan pencabutan Surat Izin Penempatan (SIP) kios pa…

Balai POM Bima Tegaskan Produk Perikanan di Pasar Amahami Bebas Formalin

Balai POM Bima Tegaskan Produk Perikanan di Pasar Amahami Bebas Formalin

Sabtu, 15 Agu 2026 18:06 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 18:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bima – Kota Bima Upaya memastikan keamanan pangan di jalur distribusi kembali dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima m…

Capaian Prabowo Dipuji, Tapi Deni Wicaksono Beri Catatan Keras soal MBG dan Kopdes

Capaian Prabowo Dipuji, Tapi Deni Wicaksono Beri Catatan Keras soal MBG dan Kopdes

Sabtu, 15 Agu 2026 10:39 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 10:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur sekaligus politikus PDI Perjuangan, Deni Wicaksono, mengapresiasi sejumlah capaian yang disampaikan…

Walau Tak Nikmati Keuntungan Pribadi, Enam Terdakwa Pengerukan Tanjung Perak Tetap Dipidana 4 Tahun

Walau Tak Nikmati Keuntungan Pribadi, Enam Terdakwa Pengerukan Tanjung Perak Tetap Dipidana 4 Tahun

Jumat, 14 Agu 2026 19:54 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 19:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan para terdakwa dalam perkara dugaan korupsi proyek…

30 Paket Sabu Disita di Menganti, Polisi Tangkap Kurir Jaringan DPO

30 Paket Sabu Disita di Menganti, Polisi Tangkap Kurir Jaringan DPO

Jumat, 14 Agu 2026 18:42 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Gresik bagian selatan kembali dibongkar Satresnarkoba Polres Gresik. Seorang pria b…

Silaturahmi ke Bupati, PPP Lamongan Tegaskan Komitmennya Terus Menjadi Mitra Solutif Untuk Kemajuan Pembangunan

Silaturahmi ke Bupati, PPP Lamongan Tegaskan Komitmennya Terus Menjadi Mitra Solutif Untuk Kemajuan Pembangunan

Jumat, 14 Agu 2026 18:07 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 18:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya, untuk terus menjadi…