Revitalisasi Pasar Wilis Malang Telan Biaya Rp 1,5 M

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi. Foto: Diskopindag Kota Malang.
Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi. Foto: Diskopindag Kota Malang.

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana melakukan revitalisasi Pasar Buku Wilis pada bulan depan. Pasalnya, Pasar Buku Wilis belum pernah mendapat perbaikan yang signifikan sejak dibangun 2003 lalu.

Para pedagang pasar buku Wilis telah berdiskusi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang untuk membahas revitalisasi di Pasar Buku Wilis pada Senin (22/5/2023).

Sebelumnya, Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi sempat menjelaskan konsep revitalisasi Pasar Buku Wilis. Pasar tersebut akan direvitalisasi dengan nuansa kolonial dan heritage.

Kendati demikian, dalam prosesnya tidak semua bagian bangunan dirombak. Hanya beberapa bagian yang diperbaiki. Seperti atap, karena sering bocor dan juga ada penambahan fasilitas parkir dan toilet. Tujuannya untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

”Untuk revitalisasi Pasar Buku Wilis, kami menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar,” kata Eko, Senin (22/5/2023).

Eko menyebut bahwa sebenarnya pihaknya sudah merencanakan konsep revitalisasi. Namun, yang menjadi masalah utama sejak dulu adalah atap yang bocor. Maka dari itu, setelah berdiskusi bersama pedagang Pasar Buku Wilis, pihaknya akan fokus memperbaiki bagian atap.

Ia menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan bersama perwakilan pedagang. Jika perbaikan dilakukan, lanjut Eko, maka secara otomatis pedagang akan direlokasi sementara.

”Kami menargetkan revitalisasi bisa dimulai bulan depan dan selesai November mendatang. Sementara relokasi akan kami siapkan dalam bulan ini,” ujarnya.

Namun, pejabat eselon II B Pemkot Malang itu meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Pasalnya, relokasi akan dilakukan di lahan parkir Pasar Buku Wilis agar tempatnya tidak jauh dari lokasi semula. Selain itu, selama proses revitalisasi, pihaknya tidak akan menarik retribusi.

Eko juga mengaku mendengarkan keinginan pedagang yang ingin relokasi dilakukan secara bertahap. Mengingat lahan parkir di Pasar Buku Wilis tidak bisa menampung seluruh pedagang dan barang jualan mereka. Sebab, terdapat 68 kios dan 60 pedagang di Pasar Buku Wilis.

Sementara itu, Koordinator Pedagang Pasar Buku Wilis Muharto mengatakan bahwa masalah mendasar di Pasar Buku Wilis memang atap yang bocor.

Muharto menuturkan, selama 20 tahun berdiri, para pedagang sebenarnya sudah berupaya melakukan perbaikan secara mandiri. Tiga kali perbaikan dilakukan secara swadaya, melalui corporate social responsibility (CSR), dan bantuan dari Pemkot Malang.

”Hanya saja, kemarin kan rencana revitalisasi hanya berupa sosialisasi, tapi kurang detail. Nah, sekarang kami meminta kejelasan sedetail-detailnya. Kami pokoknya ingin agar tidak bocor lagi,” ujar Muharto.

Selain revitalisasi, ia berharap agar ada bantuan untuk melakukan promosi. Pasalnya, penjualan di Pasar Buku Wilis baru merangkak kembali pasca pandemi melandai.

Ia memperkirakan peningkatan penjualan baru 15 persen. Sementara, tidak semua pedagang melek teknologi sehingga bisa berjualan secara online. mlg

Berita Terbaru

Lewat Open House, Pemkab Madiun Optimalkan Penjaringan Calon Siswa Sekolah Rakyat

Lewat Open House, Pemkab Madiun Optimalkan Penjaringan Calon Siswa Sekolah Rakyat

Rabu, 15 Jul 2026 11:54 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 11:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dengan menggelar open house, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun telah mengoptimalkan penjaringan calon peserta didik Sekolah…

Perkuat Peran LKK, Pemkot Probolinggo Ajak Warga Kelola Sampah Rumah

Perkuat Peran LKK, Pemkot Probolinggo Ajak Warga Kelola Sampah Rumah

Rabu, 15 Jul 2026 11:46 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai mitra strategis dalam pembangunan berbasis masyarakat untuk mengajak warga mengelola sampah di rumah, Pemerintah Kota…

Antisipasi Kasus HIV/AIDS, KPA Tulungagung Sasar Ribuan Siswa Baru Edukasi Dini

Antisipasi Kasus HIV/AIDS, KPA Tulungagung Sasar Ribuan Siswa Baru Edukasi Dini

Rabu, 15 Jul 2026 11:29 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 11:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten…

Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan, Pemkab Magetan Kembangkan Pupuk Organik

Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan, Pemkab Magetan Kembangkan Pupuk Organik

Rabu, 15 Jul 2026 11:21 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 11:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna mewujudkan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, terus mengupayakan pengembangan…

Musim Kemarau, Pemkab Sidoarjo Optimalkan Normalisasi Sungai dan Irigasi

Musim Kemarau, Pemkab Sidoarjo Optimalkan Normalisasi Sungai dan Irigasi

Rabu, 15 Jul 2026 10:54 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 10:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya mengantisipasi musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengoptimalkan normalisasi sungai dan…

Ketua MPR RI - Ketua MA, Ketemu Bahas Independensi Hakim

Ketua MPR RI - Ketua MA, Ketemu Bahas Independensi Hakim

Rabu, 15 Jul 2026 10:53 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 10:53 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani memimpin silaturahmi ke Mahkamah Agung (MA) RI. Muzani mengingatkan agar MA terus menjaga independensi kehakiman…