3.200 Hektare Lahan Tembakau Rusak, Bupati Jember Siap Beri Bantuan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Jember Hendy Siswanto. Foto: Pemkab Jember.
Bupati Jember Hendy Siswanto. Foto: Pemkab Jember.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jember – Petani tembakau di Kabupaten Jember tengah mengalami kerugian akibat gagal panen karena lahan tembakau terendam air gara – gara curah hujan yang tinggi. Para petani pun berharap mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

"Hujan yang terlalu lama, di Jember selatan itu masalah genangan air dan merendam tanaman tembakau," kata Bupati Jember Hendy Siswanto, Kamis (13/7/2023).

Hendy mengatakan bahwa pihaknya siap menyambungkan petani dengan perbankan untuk membicarakan persoalan relaksasi pembayaran kredit akibat kegagalan panen kurang lebih 3.200 hektare tanaman tembakau di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan, Kabupaten Jember tersebut.

“Itu ranah perbankan. Di sini mereka hanya cabang, tentu harus minta izin pimpinan pusat dulu. Namun (pemberian relaksasi) tentu beralasan sekali dan Pemkab Jember bisa memfasilitasi untuk memediasi itu. Kami siap,” ujarnya.

Hendy menilai, selama ini komunikasi Pemkab Jember dengan perbankan sudah cukup baik. Ia mengatakan, pihaknya sudah memfasilitasi agar pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga lunak.

“Kami memang kemarin belum meminta (kepada perbankan) untuk petani tembakau. Setelah kejadian ini kami baru punya keinginan itu,” ucapnya.

Selain itu, petani juga meminta kepada Pemkab Jember untuk memperjelas persoalan asuransi ganti rugi untuk petani. Hendy mengatakan, tanaman tembakau tersebut belum ditanggung asuransi oleh pemerintah daerah.

“Kami belum masukkan. Asuransi petani kami coba untuk sawah-sawah yang menggunakan pupuk organik. Asuransi kami masukkan, untuk komoditas pangan. Tembakau masih belum,” ungkapnya.

Terkait asuransi untuk tanaman tembakau, ia mengaku masih akan bertanya pada perusahaan asuransi. Menurutnya, perusahaan asuransi belum tentu mau menjamin tanaman tembakau.

“Mau atau tidak. Jasindo belum tentu mau. Tapi mudah-mudahan mau. Kami berharap Jasindo mau. Kami berharap untuk seluruh pertanian kita, Jasindo mau (menanggung) semua. Kalau mau semua, tentu akan lebih save untuk kita,” terangnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Jember tersebut juga memberikan beberapa saran kepada petani untuk mencegah kerugian. Pertama, ia menyarankan petani untuk memompa genangan air agar terkuras.

“Langkah petani pertama adalah menyiapkan pompa air, karena memang perlakuan terhadap tanaman itu tidak membutuhkan banyak air. Hujan terus-menerus seperti kemarin, (genangan) air hilang pun agak lama. Jadi perlu pompa,” jelasnya.

Kedua, petani disarankan segera memanen daun tembakau yang bisa diselamatkan untuk mengurangi kerugian. Selain itu, petani juga diminta untuk memperbaiki saluran air dengan menggali agar lebih dalam.

“Ketiga, perbaikan saluran air. Petani kita perlu menggali saluran-saluran agak dalam sedikit, karena saluran-saluran itu agak dangkal,” katanya.

Hendy menuturkan bahwa langkah yang dapat diambil oleh Pemkab yakni memperbaiki pintu saluran irigasi agar dapat mengatur debit air. Jika intensitas hujan tinggi, lanjutnya, pintu irigasi dapat dibuka tutup, sehingga volume bisa diatur.

Di samping itu, Pemkab Jember juga akan memberikan bantuan berupa pupuk kimia kepada petani tersebut.

“Mereka pasti susah pupuk. Kami akan bantu beli pupuk kimia dengan anggaran DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau). Itu harus segera kami eksekusi,” tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, pemerintah daerah akan mengintensifkan komunikasi dengan gabungan kelompok tani.

“Ada lokasi-lokasi yang (biasanya) tidak ditanami tembakau tapi ditanami tembakau, karena harga tembakau sedang bagus. Akhirnya ditanami tembakau semua. Padahal di desain kita, itu (wilayah bukan) tembakau, tapi padi. Sinkronisasi ini harus dilakukan cepat sebelum kita mengkaji keseluruhan,” paparnya.

Tak hanya itu, Pemkab juga akan menyosialisasikan jadwal masa tanam dengan bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal tersebut bertujuan agar para petani bisa mendapatkan informasi cuaca sebelum mereka tanam.

“Jangan sampai kita tanam pada saat musim hujan. BMKG ini punya otoritas (memperkirakan) cuaca. Alat-alatnya canggih. Mereka bisa memberikan pegangan untuk petani-petani kita. Sehingga kami akan kerjasama, untuk sosialisasikan kondisi cuaca,” pungkasnya.

SURABAYAPAGI.COM, Jember – Petani tembakau di Kabupaten Jember tengah mengalami kerugian akibat gagal panen karena lahan tembakau terendam air gara – gara curah hujan yang tinggi. Para petani pun berharap mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

"Hujan yang terlalu lama, di Jember selatan itu masalah genangan air dan merendam tanaman tembakau," kata Bupati Jember Hendy Siswanto, Kamis (13/7/2023).

Hendy mengatakan bahwa pihaknya siap menyambungkan petani dengan perbankan untuk membicarakan persoalan relaksasi pembayaran kredit akibat kegagalan panen kurang lebih 3.200 hektare tanaman tembakau di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan, Kabupaten Jember tersebut.

“Itu ranah perbankan. Di sini mereka hanya cabang, tentu harus minta izin pimpinan pusat dulu. Namun (pemberian relaksasi) tentu beralasan sekali dan Pemkab Jember bisa memfasilitasi untuk memediasi itu. Kami siap,” ujarnya.

Hendy menilai, selama ini komunikasi Pemkab Jember dengan perbankan sudah cukup baik. Ia mengatakan, pihaknya sudah memfasilitasi agar pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga lunak.

“Kami memang kemarin belum meminta (kepada perbankan) untuk petani tembakau. Setelah kejadian ini kami baru punya keinginan itu,” ucapnya.

Selain itu, petani juga meminta kepada Pemkab Jember untuk memperjelas persoalan asuransi ganti rugi untuk petani. Hendy mengatakan, tanaman tembakau tersebut belum ditanggung asuransi oleh pemerintah daerah.

“Kami belum masukkan. Asuransi petani kami coba untuk sawah-sawah yang menggunakan pupuk organik. Asuransi kami masukkan, untuk komoditas pangan. Tembakau masih belum,” ungkapnya.

Terkait asuransi untuk tanaman tembakau, ia mengaku masih akan bertanya pada perusahaan asuransi. Menurutnya, perusahaan asuransi belum tentu mau menjamin tanaman tembakau.

“Mau atau tidak. Jasindo belum tentu mau. Tapi mudah-mudahan mau. Kami berharap Jasindo mau. Kami berharap untuk seluruh pertanian kita, Jasindo mau (menanggung) semua. Kalau mau semua, tentu akan lebih save untuk kita,” terangnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Jember tersebut juga memberikan beberapa saran kepada petani untuk mencegah kerugian. Pertama, ia menyarankan petani untuk memompa genangan air agar terkuras.

“Langkah petani pertama adalah menyiapkan pompa air, karena memang perlakuan terhadap tanaman itu tidak membutuhkan banyak air. Hujan terus-menerus seperti kemarin, (genangan) air hilang pun agak lama. Jadi perlu pompa,” jelasnya.

Kedua, petani disarankan segera memanen daun tembakau yang bisa diselamatkan untuk mengurangi kerugian. Selain itu, petani juga diminta untuk memperbaiki saluran air dengan menggali agar lebih dalam.

“Ketiga, perbaikan saluran air. Petani kita perlu menggali saluran-saluran agak dalam sedikit, karena saluran-saluran itu agak dangkal,” katanya.

Hendy menuturkan bahwa langkah yang dapat diambil oleh Pemkab yakni memperbaiki pintu saluran irigasi agar dapat mengatur debit air. Jika intensitas hujan tinggi, lanjutnya, pintu irigasi dapat dibuka tutup, sehingga volume bisa diatur.

Di samping itu, Pemkab Jember juga akan memberikan bantuan berupa pupuk kimia kepada petani tersebut.

“Mereka pasti susah pupuk. Kami akan bantu beli pupuk kimia dengan anggaran DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau). Itu harus segera kami eksekusi,” tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, pemerintah daerah akan mengintensifkan komunikasi dengan gabungan kelompok tani.

“Ada lokasi-lokasi yang (biasanya) tidak ditanami tembakau tapi ditanami tembakau, karena harga tembakau sedang bagus. Akhirnya ditanami tembakau semua. Padahal di desain kita, itu (wilayah bukan) tembakau, tapi padi. Sinkronisasi ini harus dilakukan cepat sebelum kita mengkaji keseluruhan,” paparnya.

Tak hanya itu, Pemkab juga akan menyosialisasikan jadwal masa tanam dengan bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal tersebut bertujuan agar para petani bisa mendapatkan informasi cuaca sebelum mereka tanam.

“Jangan sampai kita tanam pada saat musim hujan. BMKG ini punya otoritas (memperkirakan) cuaca. Alat-alatnya canggih. Mereka bisa memberikan pegangan untuk petani-petani kita. Sehingga kami akan kerjasama, untuk sosialisasikan kondisi cuaca,” pungkasnya. jbr

Berita Terbaru

Wisnu Wardhana is Back Daftar Calon Ketua DPD Demokrat Jatim

Wisnu Wardhana is Back Daftar Calon Ketua DPD Demokrat Jatim

Minggu, 16 Agu 2026 10:14 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 10:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lama tak terdengar namanya di belantika perpolitikan Jawa Timur, Wisnu Wardhana alias WW tiba-tiba muncul di Kantor DPD Partai…

SIP Dicabut, Pedagang Pasar Madiun Gelar Doa Bersama Jelang Putusan PTUN

SIP Dicabut, Pedagang Pasar Madiun Gelar Doa Bersama Jelang Putusan PTUN

Minggu, 16 Agu 2026 08:56 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 08:56 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Puluhan pedagang pasar di Kota Madiun menggelar doa bersama menjelang putusan gugatan pencabutan Surat Izin Penempatan (SIP) kios pa…

Balai POM Bima Tegaskan Produk Perikanan di Pasar Amahami Bebas Formalin

Balai POM Bima Tegaskan Produk Perikanan di Pasar Amahami Bebas Formalin

Sabtu, 15 Agu 2026 18:06 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 18:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bima – Kota Bima Upaya memastikan keamanan pangan di jalur distribusi kembali dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima m…

Capaian Prabowo Dipuji, Tapi Deni Wicaksono Beri Catatan Keras soal MBG dan Kopdes

Capaian Prabowo Dipuji, Tapi Deni Wicaksono Beri Catatan Keras soal MBG dan Kopdes

Sabtu, 15 Agu 2026 10:39 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 10:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur sekaligus politikus PDI Perjuangan, Deni Wicaksono, mengapresiasi sejumlah capaian yang disampaikan…

Walau Tak Nikmati Keuntungan Pribadi, Enam Terdakwa Pengerukan Tanjung Perak Tetap Dipidana 4 Tahun

Walau Tak Nikmati Keuntungan Pribadi, Enam Terdakwa Pengerukan Tanjung Perak Tetap Dipidana 4 Tahun

Jumat, 14 Agu 2026 19:54 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 19:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan para terdakwa dalam perkara dugaan korupsi proyek…

30 Paket Sabu Disita di Menganti, Polisi Tangkap Kurir Jaringan DPO

30 Paket Sabu Disita di Menganti, Polisi Tangkap Kurir Jaringan DPO

Jumat, 14 Agu 2026 18:42 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Gresik bagian selatan kembali dibongkar Satresnarkoba Polres Gresik. Seorang pria b…